
Namun pas giliran Syafiq, Romi melihat Syafiq berbeda.
"Kamu temannya Jelita?" tanya Romi mengengam erat tangan Syafiq.
"Sepertinya dia menyukai Jelita," ucap Syafiq dalam hati.
Syafiq menyengir lalu mendekati Romi dan berbisik. "kami bukan hanya sekedar berteman saja, tapi kami juga sudah melalukan sesuatu, tapi kamu jangan bilang-bilang sama orang lain," ucap Syafiq.
Mereka pun saling menatap tajam dan saling mengengam erat.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Jelita melihat mereka saling berpandangan sedangkan mereka baru saja bertemu.
"Oh bukan apa-apa, hanya perkenalan saja," ucap Syafiq tertawa dan sambil memukul pundak Romi dengan kuat.
Uhuk! Uhuk!
Romi langsung batuk-batuk.
"Kamu nggak apa-apa Romi?" tanya Jelita.
"Aku nggak apa-apa kok," jawab Romi dengan melihat ke arah Syafiq yang menyengir.
"Sialan! Pukulannya sangat kuat membuat jantungku hampir gugur," ucap Romi dalam hati sambil menatap tajam Syafiq.
"Oh syukurlah jika begitu," ucap Jelita.
"Iya," jawab Romi mengangguk tersenyum ke arah Jelita.
"Mari semua, acaranya akan di mulai," ucap pembawa acara.
Semua tamu berdekatan untuk melihat Romi potong kue dan menyanyikan selamat untuknya.
"Selamat ulang tahun Romi, moga sehat selalu dan bahagia," ucap Teman-temannya dan mereka meletakkan kadonya.
"Romi ini kado untukmu, selamat ulang tahun ya, dan semoga kamu suka demgan pemberianku ini," ucap Jelita menyerahkah kado kepada Romi.
"Apa pun pemberianmu aku suka," ucap Romi menerimanya dengan senang hati.
Jelita pun tersenyum.
Potong kue pun di lakukan dan Romi tentu saja orang pertama yang ia suapi adalah Jelita.
Para tamu pun bertepuk tangan ikut meramaikan acaranya.
__ADS_1
Acara pun selesai saatnya mereka makan-makan dan ada yang berdansa.
"Para tamu yang terhormat, aku ingin mengatakan hal yang sangat penting kepada kalian semua, bahwa aku sudah lama menyukai seorang wanita, dan malam yang berbahagia ini aku ingin menyatakan cinta, aku berharap dia juga mencintaiku," ucap Romi tersenyum dengan memegang seikat bunga.
"Siapa Romi!" teriak mereka.
"Iya siapa? Jangan bikin kami penasaran donk!" teriak mereka.
Romi pun mendekati Jelita dan berlutut di haapannya lalu mengangkat bunganya.
"Jelita, aku sudah sangat lama menyukaimu, aku selalu memikirkanmu, aku menunggu hari ini tiba untuk menyatakan perasaanku kepadamu, berharap cinta kasih sayangmu, menerima dengan keiklasan hatimu dan kita bisa bersama untuk selamanya. Maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Romi melihat ke arah Jelita penuh harap.
Syafiq mengeluarkan ludahnya seperti oramg mau muntah.
Jelita melihat sekeliling para tamu undangan itu dan mereka semuanya bertepuk tangan.
"Terima, terima, terima, terima," ucap mereka serempak.
Jelita melihat Syafiq dan Syafiq malah cekikikan di belakang sambil menutup mulutnya.
Glinda, Sahara dan Grizelda tanpa khawatir dengan temannya satu ini.
"Bagaimana ini, kelihatannya Jelita tidak menyukai pria itu," ucap Sahara.
"Wah ide bagus itu kak," ujar Grizelda.
Mereka bertiga melihat ke arah Syafiq yang sedang asik menyantap kue mumpung orang sedang sibuk.
Mereka pun berlari ke arah Syafiq dan membaringkan Syafiq.
"Astaga Syafiq, kamu kenapa? Apa yang terjadi padamu, kau baik-baik sajakan?" teriak Sahara.
"Hey ada apa dengan kalian?" tanya Syafiq heran.
"Diam nggak kamu, cepat pura-pura mati kamu!" ancam Glinda.
"Ya ampun Syafiq, kamu kenapa!" teriak Grizelda pura-pura panik.
"Syafiq, kamu jangan mati donk," ucap Glinda menyumpal kue sebanyak-banyaknya di mulut Syafiq sambil menutup mata Syafiq.
"Huhuhu, Syafiq kamu jangan mati dulu sebelum Jelita menjawab pernyataan cinta untuknya," ucap Sahara.
Para tamu undangan melihat ke arah suara yangb sedang ribut dan Glinda memberi kode kepada Jelita untuk pergi.
__ADS_1
Jelita menarik tangan Romi pergi dari keramaian dan membawanya ke tempat sepi.
"Eh apa yang terjadi?" tanya salah satu para tamu undangan.
"Tidak tahu," jawan temannya.
Melihat Jelitan dan Romi sudah keluar, mereka pun berhenti berakting.
"Maaf ya semua, teman kami hanya keselek saja tadi rupanya," ucap Grizelda mengatup kedua tangannya meminta maaf.
"Yah... kirain apa," ucap mereka kecewa.
"Tapi kemana mereka berdua pergi ya?" tanya mereka ketika melihat Romi dan Jelita menghilang.
"Ah biasa itu, mungkin si wanitanya malu menjawab di depan orang ramai, sama seperti kamu dulu," jawab pacarnya mengoda si awanita itu dengan mencolek dagunya.
"Kamu bisa aja sih," ujar wanita itu menyenggol bokong pacarnya.
"Kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Romi.
"Jika tidak, maka kau akan malu dengan semua para tamu undangan dengan jawabanku," jawab Jelita.
"Ada apa sebenarnya Jelita?" tanya Romi mendekati Jelita.
Jelita menjauh dari hadapan Romi dan membalikkan badannya.
"Maaf Romi, aku tidak bisa menerimamu," ucap Jelita menundukan kepala.
"Kenapa Jelita? Apa alasan kamu tidak menerimaku?" tanya Romi.
"Itu karena... aku tidak mencintaimu," ucap Jelita pelan.
"Kita bisa memulainya, dari kita sering bersama dan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya dan aku janji akan setia denganmu," ucap Romi memegang kedua tangan Jelita.
Jelita melepas tangan Romi. "Maaf Romi, aku tidak bisa melakukannya, cinta tak bisa di paksa," ucap Jelita menolaknya.
"Kenapa Jelita? Apa di hatimu sudah ada seseorang, apa karena pria tadi sehingga kau menolakku?" tanya Romi melihat wajah Jelita.
Jelita terdiam.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih