SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 164


__ADS_3

"Kamu pergi periksa, biar aku berjaga agar tidak ada yang keluar," ucap Syafiq.


Glinda pun memeriksa setiap komputer, Sahara dan Grizelda juga ikut bersama, sedangkan Jelita tetap di perusahaannya harus memantau perkembangan data perusahaannya.


Glinda berdiri dan mengelengkan kepala. "Tidak ada, apa orangnya sudah lari sebelum kita datang," ucap Glinda.


Tak lama Brima dan rekan lainnya datang.


"Bagaimana? Apa sudah ketemu?" tanya Brima berlari mendekat.


"Kalian tolong jaga pintu depan dan belakang, meskipun tertutup dia bisa saja pindah tempat, kalian sekalian pantau, jika ada seseorang yang mncurigakan," perintah Syafiq.


"Siap laksanakan," ucap Brima hormat grak.


"Astaga! Aku ini benar-benar patuh sekali," ucap Brima melihat tangannya dan kembali menurunkanya.


"Semuanya angkat tangan kalian dan berjongkok di tengah-tengah!" perintah Syafiq.


Syafiq pun mengecek setiap komputernya dan ia melihat salah satu komputer yang kabelnya di cabut.


Syafiq pun segera memasangnya kembali lalu menghidupkannya dan melihat isi dalamnya.


"Hehehe... sehebat apa pun dia, tetap saja meninggalkan jejak," ucap Syafiq menyengir.


Syafiq duduk di kursi tersebut lalu mengetik sesuatu.


Tin! Tin!


Tin! Tin!


Ponsel seseorang berbunyi.


"Hahahaha... kena kau," ucap Syafiq tertawa melihat ke arah pria yang memakai kemeja hitam tersebut.

__ADS_1


"Berdiri kamu!" perintah Syafiq. Pria berkemeja itu pun berdiri.


Syafiq mengambil ponselnya. "Ini adalah bukti kamu melakukan kejahatan," ucap Syafiq.


"Tapi itu bukan ponsel saya," ucap Pria berkemeja itu.


"Jika bukan ponsel kamu, lalu ponsel siapa?" tanya Syafiq.


"Saya nggak tau itu ponsel siapa, ponsel saya yang ini," ucap pria berkemeja itu mengambil ponsel di kantong depan sebelah kanannya. Sedangkan ponsel itu Syafiq dapatkan di kantong belakang pria berkemeja itu.


"Jadi ini ponsel siapa?" tanya Syafiq.


"Nggak tau," ucap pria kemeja itu mengeleng.


"Apa orangnya benar-benar sudah pergi?" tanya Syafiq.


Syafiq melihat pria yang berjaket abu-abu lalu menangkap tangannya.


"Hehehe... kena kau," ucap Syafiq. Pria itu berusaha melepaskannya dan Syafiq menarik jaketnya.


"Baiklah semuanya bisa pergi," ucap Syafiq.


Brima dan rekan kerjanya yang lain pun memborgol tangan pria berjaket itu dan berdirikannya.


"Bawa dia ke perusahaan Jelita biarkan dia menjelaskannya," perintah Syafiq.


"Siap laksanakan!" ucap Brima lagi.


Ding ding


Misi selesai


Selamat anda mendapatkan hadiah 5.000.000.000

__ADS_1


Hadiah Anda menjadi 1.973.457.400.000


Selamat Anda mendapatkan 20 poin


Poin Anda menjadi 350 poin.


Pria berjaket itu pun di bawa keperusahaan Jelita dan jelita sangat terkejut ketika melihat pria yang si borgol itu.


"Kamu... bukannya mantan pegawai saya?" tanya Jelita.


"Iya," angguk pria itu.


"Apa maksud dari semua ini, dan apa tujuanmu?" tanya Jelita.


"Itu karena aku kau pecat," jawab pria berjaket itu.


"Wajar saja jika kau ku pecat, kau adalah mata-mata dari mantan pacarku dan apa aku harus mempertahankanmu di sini sampai perusahaanku bangkrut!" ucap Jelita geram.


"Aku sudah berbaik hati tidak melaporkanmu ke polisi, tapi kali ini aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan bebas, aku akan meminta pengadilan untuk menghukummunseberat-beratnya," ucap Jelita kesal.


"Baiklah, semuanya sudah jelas, kami akan membawanya kekantor polisi sekarang," ucap Brima.


"Bawalah, aku tak ingin melihat wajahnya lagi," ucap Jelita membuang wajahnya ke samping. Pria itu pernah sempat menjadi orang kepercayaannya karena kerjanya sangat bagus dan bisa mengabil hati dengan pekerjanya yang sempurna. Sayangnya dia mata-mata dari mantan kekasihnya ketahuan saat itu pria mengirim pesan kepada mantan kekasihnya dan tanpa sadar jika Jelita berada di belakangnya untuk memberi hadiah karena selama ini bagi Jelita pria itu sudah bekerja keras hingga angka persentasi di pasaran naik drastis dan Jelita meraup keuntungan yang banyak.


Siapa yang tau jika pria itu sengaja membuat angka persentase naik di pasaran demi membuat Jelita percaya, jika data itu sudah di serahkan kepada mantan kekasih Jelita maka mereka akan mengahancurkan perusahaan Jelita, dan Jelita tak punya pilihan lain selain menyerahkan perusahaan kepada mantan pacarnya itu.


Sebelum data itu sempat dikirim, pria itu sudah ketahuan dan Jelita sendiri yang mengagalkannya.


"Sini biarkan aku kunci datamu agar tidak di hack orang lagi, tapi dengan Syarat kau harus memberi tahu kode keamanan perusahaanmu, jika tidak, aku tidak bisa memblok para hack yanga akan mencuri datamu," ucap Syafiq.


"Baiklah aku percaya padamu," jawab Jelita mengangguk.


Jelita pun memberi tahu kode rahasianya dan Syafiq pun duduk di depan komputer dan menyalin datanya lalu memblok virus di komputer Jelita.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2