SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 276


__ADS_3

Sesampainya di rumah. Syafiq menghampiri orang-prang yang berada di samping restorannya.


"Cepat sekali, Sudah datang bahannya," ucap Syafiq kepada orang yang sedang membongkar pasir.


"Iya, bos bilang orangnya mau cepat," ucap pegawai itu.


Syafiq tersenyum.


"Iya, lebih cepat lebih baik. Baiklah, kerja yang rajin ya, semoga kalian dapat bonus," ucap Syafiq.


"Siap," ucap mereka.


Syafiq memperhatikan sebentar lalu kembali ke vilanya.


Sedangkan yang lain sudah tertidur karena capek.


Syafiq pun masuk kamar dan membuka laptopnya.


"Aku akan mengambil tugas manajemen bisnis, aku harus mencari salah satu perusahaan dan akan mengajaknya bekerja sama," ucap Syafiq mencari-cari sebuah perusahaan yang berpengaruh.


"Dapat, perusahaan QR, sebuah perusahaan disainer ternama, aku tau menjadi pembisnis itu tidak mudah, tapi aku akan membangun pembisnis yang berpengaruh di dunia," ucap Syafiq.


Syafiq mencari alamat perusahaan QR tersebut lalu membuat janji untuk bertemu.


"Baiklah, perusahan ini ada di negara M, aku akan memesan tiket nanti, tapi akau harus mengajak mereka semua? Meskipun Bang Brima dan Glinda adalah polisi, tapi mereka harus tetap seperti orang biasa di negara tetangga, untuk Sahara dan Yedi, mereka sudah pasti aku membawanya, ya sudahlah, aku akan membawa mereka semua," ucap Syafiq.


Syafiq melihat permintaannya di terima, jadi 2 hari lagi mereka akan bertemu dengan ceo perusahaan QR tersebut dalam rangka untuk mengajaknya bekerja sama dan ia juga harus menyelesaikan tugas dari kampusnya.

__ADS_1


"Wah… dia menerimanya, biasanya perusahaan besar tidak mudah menerimanya, apa lagi aku tidak punya usaha yang sama dengannya, hanya membawa diri saja ke sana, tapi apa alasan mereka menerimaku ya?" tanya Syafiq heran.


"Ah sudahlah, baguslah jika di terima, aku tidak perlu mencari perusahaan yang lain," ucap Syafiq. Ia pun berbaring dan juga tidur untuk melepaskan lelahnya hari ini.


xxxx


Sekitar jam 16:20 menit.


Syafiq pun bangun.


"Yedi! Bangun," ucpa Syafiq mengoyang-goyangkan tubuh Yedi.


"Apa sih," ucap Yedi menepis tangan Syafiq.


"Mau jalan-jalan ke luar negeri nggak," ucap Syafiq di dekat telinga Yedi.


"Mau, mau, mau," angguk Yedi bersemangat.


"Kalian berisik banget sih, ada apa?" tanya Brima yang terganggu tidurnya karena suara Yedi cukup keras.


"Syafiq mau ajak Keluar negeri," ucap Yedi senang.


"Serius kamu Syafiq?" tanya Brima.


"Iya, karena ini masalah tugas kampus," ucap Syafiq.


"Ha? Masa gara-gara tugas kampus kamu hatus keluar negeri, emang dosennya suruh jalan-jalan mencari pengalaman?" tanya Brima.

__ADS_1


"Iya, suruh cari pengalaman di sebuah perusahaan," ucap Syafiq.


"Kamu emang beda ya, cari pengalaman perusahaan di luar negeri, anak orang kaya aja palingan mencari perusahaan dalam negeri," ucap Brima kagum.


"Jadi mau ikut nggak?" tanya Syafiq.


"Mau banget donk, lumayan aku 'kan nggak pernah keluar negeri," ucap Brima.


"Hm… abang nggak punya paspor?" tanya Syafiq.


"Hehehe… belum," jawab Brima cengengesan.


"Kamu?" tanya Syafiq kepada Yedi.


"Ada, kemaren aku sempat pernah pergi ke negara B, meskipun cuma 4 hari," ucap Yedi.


"Baiklah, yang belum urus pasport, besok kalian mengurusnya, karena lusanya kita berangkat," ucap Syafiq.


"Asyiiiiik," ucap Brima dan Yedi senang sambil joget-joget.


Mereka pun turun ke restoran.


"Pak koki, buatkan aku minuman jus kelapa muda sama spageti," ucap Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2