
Anak itu pergi ke tempat awal ia hilang cincin tersebut.
"Oh di sini ya," ucap Syafiq.
Syafiq pun segera mencarinya, melihat ke kiri dan ke kanan dengan teliti dan akhirnya ia terlihat cincin itu terbenam di tanah bekas di injak.
"Ini cincinmu udah ketemu," ucap Syafiq memperlihatkan cincinnya.
Tiba-tiba Seseorang mengambil cincinnya. "Kamu ingin mencuri cincin anak saya ya" ujar ibu itu membelalakkan matanya.
"Tidak, justru saya membantunya mencari cincinnya yang hilang," ucap Syafiq menjelaskan.
"Jangan bohong kamu, aku sudah sering bertemu yang sejenis denganmu, bilangnya bantu sebenarnya karena kepergok," ucap ibu itu marah.
Karena anak itu takut di marah, ia pun memilih diam.
"Yah... terserah ibu deh, saya sarankan biar anak agar aman, lebih baik jangan di pakaikan emas, akan mengundang kejahatan," saran Syafiq.
"Kamu yang mau nyuri kamu yang menasehati saya," ucap ibu itu ngotot.
Karena Syafiq tak mau berdebat lagi, ia memilih pergi dan masuk mobil dan melaju di jalanan.
"Itu dia punya mobil mahal, apa jangan-jangan aku salah memarahi orang ya?" pikir ibu itu.
"Ini cincin kamu beneran hilang tadi?" tanya ibu memastikan.
"I-iya," jawab anak itu takut-takut.
"Berarti benar, aku salah memarahi orang, ya sudah mulai sekarang kamu jangan pakai cincin ini lagi," ucap ibu anak itu.
__ADS_1
"Kan Ibu yang suruh memakainya," jawab anaknya.
"Iya, tapi kamu tidak akan memakainya lagi," ujar Ibunya mengandengan tangannya anaknya untuk pulang.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 500.000.000
Hadiah Anda menjadi 11.521.000.000
Sekamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 180 poin.
Tak lama kemudian Syafiq sampai kebkampusnya ialangsung memutar mobil lalu memarkirkannya.
"Oh itu aku sedang bantu seorang anak mencari cincinnya hilang," jawab Syafiq
"Terus... ketemu?" tanya Sahara.
"Iya, tapi aku malah di bilang pencuri," jawab Syafiq.
"Kenapa setiap nolongi orang kamu pasti jadi sasarannya?" tanya Sahara mengerutkan dahinya.
"Wajar sih, mereka harus waspada jika anaknya di dekat orang asing, aku si terserah mau orang bilang apa, yang pasti aku dapat cuan," ucap Syafiq.
"Dapat Cuan? Kamu nolongin orang itu dapat duit? Duit dari mana?" tanya Sahara penasaran.
__ADS_1
"Hahahah... becanda, ya udah ayo masuk ruangan," ucap Syafiq.
"Tapi Syafiq, aku penasaran, kamu yang dulunya susah sekarang menjadi kaya itu kamu dapat uang dari mana?" tanya Sahara penasaran.
"Tentu saja aku ikut main saham," jawab Syafiq ngasal.
"Tapi kok aku nggak pernah tau kalo kamu main saham," ujar Sahara manyun.
"Yeeee.... aku pikir kamu mungkin nggak bakalan tertarik," jawab Syafiq.
"Aku mau donk ikut main saham," ujar Sahara manja.
"Boleh, tapi tunggu perusahaanku jadi," ucap Syafiq tersenyum.
"Thank you," ucap Sahara yang kemudian ia masuk ke ruangannya.
"Yang bernama Syafiq harus ke ruang dekan sekarang, sekali lagi, yang bernama Syafiq harap ke ruang dekan sekarang" terdengar dari pengeras suara kampus.
Syafiq yang tadinya mau masuk ke ruangan tadi ia kembali keluar dan menuju ruang dekan.
"Masuk," perintah salah satu dosen.
Syafiq pun masuk keruangannya dan berdiri.
"Duduk," perintah dosen itu lagi. Syafiq pun duduk.
"Tau apa kesalahanmu di panggil ke sini?" tanya dosen itu.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih