
"Astaga! Aku terlambat," ucap Syafiq melihat dosen sudah di dalam ruangan.
"Ehem... permisi," ucap Syafiq kalem.
"Dari mana kamu?" tanya dosennya.
"Ehem Buk saya dari toilet, perut saya sakit banget Buk," ucap Syafiq mendekati Dosen dengan menyalami uang 1 juta, dosen dengan manyun menerimanya.
"Sana duduk," ucap dosen itu.
"Terima kasih Buk," ucap Syafiq duduk di kursinya dan mengikuti pelajaran berlangsung.
xxx
Pelajaran pun selesai, dosen menutup laptopnya.
"Lain kali jangan telat lagi ya Syafiq," ujar dosen itu memperingati.
"Baik Buk," jawab Syafiq.
"Eh Tumben Buk Reni tidak menghukum orang terlambat? Apa yang kau pakai? Jangan-jangan kau menyogoknya ya?" tanya teman kampusnya.
"Enggak ah, aku gunakan pesonaku," jawab Syafiq menaik turunkan alisnya.
"Hm.... gayamu," ucap mereka manyun.
Amara melihat ke arah Syafiq dan Syafiq juga melihat ke arah Amara. Amara dengan cepat mengaluhkan pandangannya.
"Akhir-akhir ini kenapa dia sering melihatku?" tanya Syafiq dalam hati.
Syafiq pun berdiri pergi melewati Amara yang masih duduk di kursinya dan menuju ruangan Yedi.
Baru saja sampai di depan pintu ponsel Syafiq berbunyi.
Tririring
Tririring
Tririring
"Halo Bi," jawab Syafiq.
__ADS_1
"Bibi sekarang latihan nyetir, hari ini Bibi Rania sudah masuk kerja, Alviso Bibi bawa pergi," ucap Bibi memberi tahu.
"Oke! Bibi udah dandan cantik belum?" tanya Syafiq terkekeh.
"Kamu ya selalu mengejek Bibi ya," ucap Bibi kesal.
"Eh... ini demi masa depan Bibi dan Alviso," ujar Syafiq tertawa kecil.
"Terserah kamulah, ya udah Bibi pergi sekarang," pamit Bibi.
"Iya hati-hati," pesan Syafiq. Bibi pun menutup panggilan.
"Syafiq," panggil Yedi yang sudah menyandang tas ranselnya.
"Hm, napa?" tanya Syafiq sambil menyimpan ponselnya.
"Mau kemana habis ini?" tanya Yedi mengangkat alisnya lalu menurunkannya.
"Kemana ya? Maen game yuk, maen PS," ajak Syafiq.
"Yoklah," ujar Yedi bersemangat.
Mereka pun menuju mobilnya dan melaju di jalanan.
Ding ding
Misi baru
Cegah Pembunuhan di sebuah tempat karaokean anak langit.
Hadiah 1.000.000.000
"Maaf Yedi aku pergi sekarang, atau kau mau ikut?" tanya Syafiq.
"Kemana?" tanya Yedi heran.
"Kesebuah karokean, aku dapat firasat sesuatu di sana akan terjadi sesuatu," jawab Syafiq.
"Ayolah, biasanya firasatmu nggak pernah salah, ayo," jawab Yedi.
"Pak maaf, kami nggak jadi main," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Tapi uangnya tidak bisa di kembalikan," ucap bapak itu.
"Nggak apa-apa kami hanya ingin berpamitan saja," ucap Syafiq.
"Oh baiklah," jawab bapak itu. Syafiq dan Yedi pun pergi.
Sesampainya di sana, Syafiq dan Yedi masuk kedalam tempat karokean.
"Kami mau pesan 1 kamar," ucap Syafiq.
"Baik Tuan, ini kunci ruangan Anda di nomor 09," ucap pegawai itu menyerahkan kuncinya.
"Terima kasih," jawab Syafiq menyerahkan uangnya dan mereka menuju ruangannya.
"Kira-kira di mana ya?" tanya Syafiq dalam hati.
Mereka masuk ruangan dan Syafiq duduk sebentar lalu ia keluar.
"Kemana?" tanya Yedi.
"Toilet bentar," jawab Syafiq.
"Bohong, pasti cari sesuatu," tebak Yedi.
"Udah kamu di sini aja nanti kalau ada apa-apa aku kasih tau kamu nanti," ucap Syafiq.
"Oke!" jawab Yedi.
Syafiq mencari ruangannya satu persatu tapi tempatnya tertutup rapat. "Gimana aku tau ya tempatnya," ucap Syafiq melewati ruangannya.
"Aaaaaaa....," terdengar suara jeritan perempuan dari ruangan yang tidak jauh darinya.
"Dari mana suara itu berasal?" Tanya Syafiq mencari arah suara tadi, karena jeritannya hanya sekali saja.
Syafiq mengendor-gedor pintunya tapi tidak ada jawaban dan Syafiq mendobraknya. Ternyata kosong.
Kamar kedua, Syafiq menendangnya lagi, tapi ruangan kosong. Novel ini hanya ada di noveltoon, jika ada di tempat lain berati di plagiat, tolong bantu lapor Teman-teman. Dan Syafiq mendobrak pintu yang ketiga, ternyata ada 4 orang pria dan satu perempuan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih