
"Kenapa kau memangilnya bang polisi, memangnya dia bank penyimpanan polisi," ucap Glinda mencibir sambil melipat tangannya.
"Pak Hadi, menjelang pak Malik selesai mantranya mari kita investigasi dulu masalah pencurian ini," ajak Syafiq.
"Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Pak Hadi.
"Hm... boleh di katakan begitu, ayo kita berbicara di tempat lain agar tidak menganggu pak Malik," ucap Syafiq.
"Mari, kita bicarakan di ruang sebelah sana," ajak pak Hadi.
"Baik pak," angguk Syafiq setuju.
Mereka pun masuk ke dalam.
"Kalian sana, dengerin apa yang mereka bicarakan," perintah pak Malik kepada kedua bawahannya.
"Baik Bos," angguk mereka.
"Bang Polisi, tolong suruh bawahan abang buat jaga di depan pintu, takutnya ada yang mengacau," ucap Syafiq.
"Baik," angguk Brima.
Baru saja kedua bawahan malik ingin mendekati pintu ruangan untuk menguping, 2 orang polisi keluar dan langsung berjaga di pintu.
"Ada polisi, bagaimana ini?" tanya mereka.
"Mau bagaimana lagi, kita kembali ke sana," jawab temannya.
"Jadi apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya pak Hadi.
"Iya, kita akan memulai investigasinya," ucap Syafiq serius.
"Pertama-tama, si pencuri pasti sudah tahu seluk-beluk tempat ini dan melihatnya cukup detil sehingga ia tahu dari arah mana yang bisa ia kuasai agar tidak ketahuan saat ia mencuri patung itu," ucap Syafiq.
"Tapi jika di lihat patung itu seperti di ambil oleh mahluk gaib, karena sama sekali tidak terlihat orangnya," jawab pak Hadi.
"Apa di atas atap ada CCTV?" tanya Syafiq.
__ADS_1
"Tidak," jawab pak Hadi mengeleng.
"Pernahkah terpikirkan oleh bapak jika pencuri itu mencurinya dari atap?" tanya Syafiq.
"Tapi bagaimana caranya? Tapi tetap saja tak terlihat jika ia mengambilnya dari atas, dan tak terlihat jika dia turun ke bawah mengunakan tali untuk mengambilnya patungnya," ucap pak Hadi heran.
"Nah itu dia, kata TALI, dia mengunakan tali untuk mengambilnya dan menariknya ke atas sehingga tidak perlu ia masuk ke dalam melewati para petugas, masalah patung itu bergerak dan bisa menghilang dari pandangan, aku rasa CCTV-nya sudah di atur agar tidak terlihat saat patung itu di angkat ke atas, dan ini adalah bukti jika atapnya di bobol," ucap Syafiq memperlihatkan sekeping seng di dalam plastik bening.
"Oh benar ini atap seng mesium saya, kenapa aku tidak pernah berpikir jika pencurinya akan melakukan dari atas atap ya," ucap Pak Hadi menerimanya.
"Aku rasa ia pasti sudah melakukannya berapa kali karena percobaan pertama tidak mungkin langsung berhasil," ucap Syafiq.
"Oh benar, karena para penjaga pernah menemukan patung terjatuh, kami pikir mungkin letaknya terlalu pinggir karena para pengujung tak sengaja mengesernya dan kami buatkan pembatas di sampingnya," ucap pak Hadi mengingatkan.
"Benar, sebenarnya karena ia mencoba untuk mengambilnya namun patung itu malah jatuh dan ia pun pergi, keesokan harinya ia datang kembali untuk melihat situasinya dan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa mengangkat patung itu ke atas," ucap Syafiq.
"Benar juga apa katamu, tapi bagaimana dia membawanya ke atas?" tanya pak Hadi penasaran.
"di rekaman CCTV tadi ia sama dengan mengunakan tali, saat tali itu masuk di kepala patung itu dan ia langsung menarinya, itu tali yang halus, namun sangat kuat untuk mengangkat barang berat, jadi di sanalah aku mengetahuinya jika patung itu di curi dari atas atap," ucap Syafiq.
"Wah ini ternyata benar pencurian, bukan di curi oleh mahkluk gaib, tapi siapa pelakunya kira-kira?" tanya pak Hadi.
"Benar juga apa yang kamu ucapkan, kira-kira siapa pelakunya? tolong temukan pelakunya, jika kamu bisa menemukannya, saya akan kasih kamu imbalan yang besar," ucap Pak Hadi memohon.
"Tidak perlu, saya di sini hanya membantu saja, yang penting kita mengetahui siapa pelakunya," ucap Syafiq.
"Tapi ini sangat sulit karena pelakunya tidak meninggalkan jejak sama sekali," ucap Glinda.
"Benar, ia memang sangat teliti, tapi setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak, dan apa lagi aku yang menanganinya, dia tidak akan lepas dari pandanganku," ucap Syafiq menyengir.
"Tapi jejak apa yang ia tinggalkan?" tanya Brima penasaran.
"Luka," jawab Syafiq.
"Darimana kamu tahu?" tanya Pak Hadi.
"Di seng tersebut meninggalkan bekas darah, jika hanya di lihat-lihat saja itu tidak terlihat, tapi coba perhatikan baik-baik di ujung seng itu, ada sedikit darah yang tertinggal," ucap Syafiq.
__ADS_1
Mereka pun memperhatikannya.
"Benar ada darah, berhubungan darah dan warna sengnya sama, jadi warna darah itu menjadi merah pekat dan jadi tak terlihat," ucap Syafiq.
"Kau benar-benar teliti ya," ucap Glinda kagum.
"Jadi dari darah ini kita bisa tes dan tahu siapa pelakunya, ini sudah semakin dekat saja, aku tak sabar ingin mengetahui pelakunya," ucap Brima. "Apa tujuan dia mencuri patung itu? Di jual Atau di koleksi?" tanya Brima lagi.
"Kenapa tidak tanyakan langsung dengan orangnya?" tanya Syafiq.
"Ha? Orangnya? Apa maksudmu?" tanya Brima bengong.
"Benar, aku juga penasaran siapa pelakunya," jawab Pak Hadi.
"Ya, tanyakan langsung dengan orangnya, benarkan Tuan yang memakai sarung tangan itu," ucap Syafiq melihat ke arah pengawal pribadi pak Hadi.
"Dia memang sering memakai sarung tangan, dan dia adalah pengawal pribadi saya dan setiap saat berada di samping saya, rasanya mana mungkin dia pelakunya," ucap pak Hadi tak percaya.
"Dia memang memakai sarung, tapi lihatlah di pangkal tangannya ada bekas luka yang du tempel menggunakan plaster," ucap Syafiq.
"Kau jangan menuduhku yang tidak-tidak, semua orang pasti terluka saat dia bekerja," ucap Pengawal itu.
"Kau tidak mau mengaku ya, jika brgitu tes darahnya yang berada di ujung seng itu," perintah Syafiq.
"Baik," angguk Brima, ia dan polisi yang lain menuju rumah sakit untuk mengtes darah tersebut.
"Kau kebih baik mengaku, jika para polisi itu sampai di rumah sakit dan mengetahui itu adalah darahmu, hukumanmu akan berkali lipat," ucap Syafiq.
Pengawal pribadi itu teerdiam.
"Apa benar memang kamu yang melakukannya Ferdy?" tanya pak Hadi tak percaya.
Pengawal itu tetap diam.
"Aku sadar luka di tangannya saat ia mengambil laptop dari tanganku, tadinya aku melihatnya tudak mengunakan plaster, dan aku menghubungkan dengan kejadian ini, tidak tahu apa alasan dia mencuri yang pasti percayalah, dia yang melakukannya," ucap Syafiq.
"Ayolah Ferdi mengaku, kenapa kau lakukan ini?" tanya pak Hadi.
__ADS_1
Bersambung.