SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 202


__ADS_3

"Oh... itu... mereka nggak jadi melakukannya," jawab Syafiq tak berani menatap Yedi sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Oh syukurlah jika begitu," ucap Yedi.


"Ya udah, hm... ini ada sedikit uang untuk bantu pengobatan Yedi, semoga cukup biat tambah-tambahannya," ucap Syafiq mengambil uang dari tas selempangnya dan memberikannya kepada Ibu Yedi.


"Eh jangan, uang ini saja sudah lebih," ucap ibu Yedi memperlihatkan uang dari ibu Roni di tangannya.


"Udah nggak apa-apa, Tante juga butuh makan di sini, ambil saja," ucap Syafiq mengambil tangan ibu Yedi dan meletakkan uangnya.


"Haish... anak ini, ya sudah Tanter terima ya, terima kasih juga," ucap ibu Yedi.


"Iya sama-sama Tante, semoga Yedi cepat sembuh, kamu nurut saja apa yang katakan dokter," ucap Syafiq memberi nasehat.


"Iya, kamu juga sana pulang, kamu pasti belum istitahat 'kan?" tanya Yedi.


"Iya, ya udah aku pulang dulu, kalo ada apa-apa kabari aku ya," pesan Syafiq.


"Iya, sana kamu pulang," usir Yedi.


"Hey! Kau mengusirku," ucap Syafiq.


"Aku tidak mengusirmu, hanya kasiahan saja kau dari tadi nggak ada istirahat, hari juga sudah hampir larut malam," ucap Yedi.


"Oke!" ucap Syafiq. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang tersebut dan menuju mobilnya.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 10.000.000


Sisa hadiah Anda 1.860.218.800.000.


Mobil Syafiq meluncur di jalanan. Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah.


"Sepertinya mereka sudah tidur," ucap Syafiq masuk ke dalam rumah yang tampak sepi.


"Astaga!!!" ucap Syafiq kaget. Para gadis-gadis itu malah tidur di kamarnya.


"Haish... mereka ini, padahalkan mereka sudah di beri kamar masing-masing, masih saja tidur di tempat tidurku," keluh Syafiq.


Ia pun kembali keluar dan masuk ke salah satu kamar gadis itu.


"Astaga!! Tempat macam apa ini?" tanya Syafiq terperanggah melihat pakaian dalam wanita bergantungan.


"Ruang tamu memang tempat yang aman," ucap Syafiq menutup kembali pintu kamar. "Oh iya, ambil selimut," ucap Syafiq membuka pintu kembali dan mengambil selimut dan menutup kembali pintu lalu menuju ruang tamu.

__ADS_1


xxxx


Ke esokkan paginya.


"Lho? Syafiq kok tidur di sini?" tanya Sahara setelah keluar dari kamar Syafiq.


"Mungkin dia nggak mau menganggu kita tidur," ucap Grizelda.


"Ya udah kita siapi makan dulu, nanti baru bangunin Syafiq," ucap Jelita.


"Ya udah kak Glinda istirahat ya," ucap Grizelda.


"Aku nemani kalian saja di dapur," ucap Glinda.


"Ya udah," ucap Jelita.


Mereka pun bersama-sama menuju dapur dan memasak.


"Sahara ceplok telur, aku yang potong-potong bumbu dan Grizelda yang masak, hehehe... secara masakan kamu enak," ucap Jelita merangkul tangan Grizelda.


"Oke!" jawab Grizelda setuju.


Mereka pun memasak.


"Tinggal di rumah sendiri tapi seperti bukan di rumah sendiri," gerutu Syafiq duduk di sofa.


"Masakannya sudah siap, cepat panggil Syafiq," ucap Jelita.


"Biar aku yang panggil Syafiq," ucap Glinda.


Glinda pun menuju ruang tamu. "Syafiq, ayo sarapan," ajak Glinda.


Syafiq mengikuti Glinda dari belakang. "Astaga bokongnya gemoy sekali meski dengan tubuh langsingnya itu," ucap Syafiq dalam hati.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Sahara ketika melihat arah pandangan Syafiq.


"Eh bukan apa-apa," jawab Syafiq kaget.


"Astaga!! apa yang aku pikirkan?" ucap Syafiq dalam hati.


"Jangan bohong kamu! Kamu melihat bokong gemoy kak Glinda 'kan?" tebak Sahara senyam senyum.


"Kamu lihat bokong aku ya!" ucap Glinda dengan nada tinggi.


"Eh bukan, aku lihat saku celanamu saja, aku berpikir mungkin di dalamnya ada uang," ucap Syafiq melambaikan tangannya.

__ADS_1


Glinda merogoh saku celana belakangnya dan mengambil sesuatu. "Eh iya ada uangnya, kok bisa ada uangnya ya," ucap Glinda heran namun ia tersenyum.


"Ah selamat," ucap Syafiq lega.


"Apanya yang selamat?" tanya Glinda.


"Eh... anu... maksudnya selamat karena udah menemukan uang di saku celanamu," ucap Syafiq menyengir.


"Ya udah ayo kita makan," ajak Jelita meletakkan makanan di masing-masing piring.


Mereka pun menyantapnya.


Triring


Triring


Tririring


"Halo," jawab Syafiq.


"Halo Tuan," jawab Pak koki.


"Ada apa?" tanya Syafiq sambil mengunyah makanannya.


"Tempat restorannya sudah jadi dan vilanya juga sudah di renovasi, semuanya tampak memukau," ucap Pak Koki.


"Oh benarkah? Coba kita telokn lewat Video Call," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," ucap pak koki dan ia mengalih panggilan menjadi panggilan Video.


Pak koki memperlihatkan gedung restoran dengan kursi tersusun rapi dan vila menjadi warna biru laut, semuanya tampat sangat cantik


"Wah... pekerjaanya sangat bagus, terima kasih ya pak sudah bekerja keras dan untuk pekerja lainnya, aku merasa sangat puas," ucap Syafiq.


"Terima kasih kembali, tapi saya akan kembali merapikan tempat ini lagi, Tuan kapan akan datang?" tanya pak koki.


"Kemungkinan saya datang setelah kuliah, kira-kira jam 11 atau jam 12," jawab Syafiq.


"Baiklah Tuan, saya akan membersihkan tempat ini dulu," ucap pak koki.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2