
"Sepertinya tidak ada," jawab Pegawai itu mengeleng.
"Bagaimana jika paspor bapak yang saya pakai dan dari luar negeri akaun saya kirimkan kembali ke sini," ucap pria itu menyeringai.
"Itukan data saya mana bisa di pakai sembarang orang, bagaimana jika kamu mengunakan yang tidak-tidak nantinya" ucap pegawai itu menolaknya.
"Bagamana jika saya tambah 60 juta," ucap pria itu lagi.
Pegawai itu terdiam lagi, Ini sama dengan gajinya setahun.
"Baiklah, tapi ingat setelah kamu memakainya kamu segera mengembalikannya," ucap pegawai itu setuju. "Tunggu di sini sebentar saya akan mengambilnya," ucap pegawai itu hendak keluar dan dengan cepat Syafiq bersembunyi dan mematikan rekaman suaranya dan pegawai itu pun keluar.
"Kemana sih Glinda, kok lama sekali," ucap Syafiq mengerutu.
Wiwiwiwi...
Wiwiwiwi...
Terdengar suara mobil polisi mendekat. Penjahat itu kalang kabut.
Ia pun berlari lewat jendela, dan Syafiq juga mengejarnya dan lewat jendela.
"Hey apa-apaan kalian masuk sembarangan!" teriak pegawai itu tak senang.
Syafiq tak peduli dan ia juga melompat lewag jendela juga dan mengejar penjahat itu.
Dengan kecepatan lari Syafiq, Syafiq bisa menyaingi lari buuron itu dan menendang bokongnya hingga ia terjatuh terjembab di tanah.
__ADS_1
Buronan itu bangun dan ingin lari lagi namun di hadang oleh Glinda dengan senjata apinya.
"Mau lari kemana kamu! serahkan dirimu sekarang!" perintah Glinda menodongkan senjata apinya.
Buronan itu mengangkat tangannya ketika Glinda mendekat, pria itu menendang Glinda hingga Glinda terjatuh dan ia pun berlari.
Syafiq menhambil senjata api dari tangan Glinda dan segera menembak buronan itu.
Dor!
Tembakan itu mengenai tumit pria buronan itu dan ia kembali terjatuh.
Dengan cepatnya Syafiq menangkap pria itu dan memutarkan tangannya kebelakang dan menahannya.
Brima juga datang membantu Syafiq membekuk buronan itu.
Glinda langsung memborgol tangan buronan itu.
"Siapa?" tanya Glinda penasaran.
"Salah satu pegawai yang menerima suap darinya dalam pembuatan paspor, dan buktinya ada di sini," ucap Syafiq.
"Ya udah kamu kirim saja lewat wa," ucap Glinda.
"Nih, aku serahkan dia padamu, jangan sampai lolos," ucap Glinda kepada Brima dan temannya yang ikut bersama.
"Baiklah," ucap Brima manyun namun ia tetap membawanya masuk ke dalam mobil dan di jaga ketat oleh beberapa polisi.
__ADS_1
Glinda masuk ke ruangan dan menangkap pegawai yang di tunjuk oleh Syafiq tadi.
"Kamu ikut saya ke kantor polisi," ucap Glinda dengan tatapan tajam mencengkam erat tangan pegawai itu.
"Tunggu dulu! Apa salah saya," ujarnya tak terima.
"Kamu di duga menerima suap dari buronan itu dan paspor di tanganmu adalah bukti," ucap Glinda tegas.
"Tapi inikan paspor saya," ucap pegawai itu berdalih.
"Justru itu, itu adalah bukti dan juga ada bukti rekaman saat kamu berbicara dengan buronan itu, jika ingin tahu lebih jelas lagi kamu ikut kami ke kantor polisi," ucap Glinda.
"Saya tidak mau, saya tidak bersalah!" teriaknya memberontak.
"Ikut atau hukumanmu lebih berat dari penjara, jika kamu merasa tak bersalah, maka kamu akan kami pulangkan dengan baik-baik," ucap Glinda.
Mau tak mau pegawai itu pun mengikutinya dan ia masuk ke dalam mobil polisi.
"Apa! Haikal menerim suap?" Tanya temannya merasa tak percaya.
"Itu tadi kata polisi begitu, astaga dia kerja di sini sudah lama dan gajinya naik drastis dan sekarang dia malah terima uang suap, apa gaji segitu nggak cukup?" tanya temannya yang lain.
"Ya nggak cukuplah, diakan punya mobil dan harus bayar cicilan juga," jawab temannya yang lain.
"Tapi nggak gitu juga kali caranya," sahut yang lain.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih