
"Iya, nanti bibi kasih, makasih ya Syafiq," ucap bibi.
"Iya Bi, ya udah, aku pamit dulu," ucap Syafiq melangkahkan kakinya menuju keluar.
"Ya hati-hati Syafiq," pesan Rocky.
Syafiq mengangguk dan ia pun masuk dalam mobilnya.
Syafiq pun pulang menuju arah rumahnya.
Ding ding
Misi baru
Menyelamatkan seorang ibu-ibu yang akan di copet.
Hadiah 3.000.000.000
Syafiq memelankan laju mobilnya dan terlihat seorang ibu-ibu di paksa masuk kesebuah gang kecil.
Syafiq memberhentikan mobilnya dan mengikuti arah ibu itu tadi dan tetapi tidak ada di sana.
"Lho? ini gang buntu, tapi kemana orang itu tadi pergi?" tanya Syafiq heran. "Apa aku salah gang ya?" tanya Syafiq lagi.
Saat ia hendak pergi.
"Tolongggggg!" teriak ibu itu. Syafiq pun balik badan dan kembali masuk ke gang buntu itu dan mencari-carinya.
Ternyata di gang itu ada belokan lagi dan mendapati ibu di todong dengan pisau agar ia tak berteriak lagi.
"Heh! Di sini kalian rupanya. Lepaskan dia!" perintah Syafiq.
"Jangan ikut campur urusan kami, jika kamu tak mau ikut di bunuh!" ancamnya menodongkan senjata tajamnya.
"Apa kalian tak punya pekerjaan lain, selain merampok, jika begitu aku akan memberikan kalian pekerjaan," ucap Syafiq.
"Pekerjaan apa?" tanya temannya dengan polosnya.
"Pekerjaan mengobati luka kalian sendiri," ucap Syafiq meninju temannya.
Buuuk!
Tinjuan Syafiq mengenai wajah temannya hingga ia tersudut.
__ADS_1
Datang pria itu mengibaskan senjata tajamnya ke arah Syafiq dan Syafiq menghindari lalu menendang pergelangan tangannya dan pisau itu terlepas dari tangannya.
Syafiq kembali menendang perutnya berkali-kali agar pria itu tak sempat melawan.
Temannya yang satunya lagi bangun dan memeluk Syafiq dari belakang. Syafiq membungkukkan badannya dan membantingnya lalu melempar ke atas tubuh pria itu lalu mengingjak keduanya.
"Aku sudah memberi kalian pekerjaan, kalian seharusnya berterima kasih denganku," ucap Syafiq menancapkan senjata tajamnya kedepan wajah pria itu.
Saking kagetnya, ia pun pingsan di tempat.
"Ibu tidak apa-apa?" tanya Syafiq membantu ibu itu berdiri. Ia tampak ketakutan.
"I-iya, saya tidak apa-apa, terima kasih Nak sudah bantu ibu," ucap ibu itu.
"Iya sama-sama, apa barang-barang ibu ada yang hilang?" tanya Syafiq.
"Sepertinya tidak," geleng ibu itu.
"Ya sudah mari aku antar pulang," ucap Syafiq.
Ibu itu mengangguk dan Syafiq membawa belanja ibu tersebut dan memasukkannya ke dalam bagasi mobilnya.
Mereka pun masuk mobil.
"Di depan sana nanti belok kanan, nggak jauh dari sana ada rumah saya," ucap Ibu itu.
Syafiq mengangguk mengerti dan ia pun menginjak pedal gas mobilnya dan melaju.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 3.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.968.500.400.000
Selamat Anda mendapat 20 poin
Poin Anda menjadi 330 poin.
Sesampainya di rumah ibu itu, Syafiq mengambilkan belanjaan ibu itu dan menyerahkannya kepada ibu itu.
"Terima kasih sekali lagi, kamu sudah mengantar ibu pulang," ucap Ibu itu menerima belanjaannya.
__ADS_1
"Iya sama-sama Bu, ibu hati-hati ya, kalau perlu bawa pisau pemotong daging kalau ibu mau bepergian," saran Syafiq.
"Hehehe iya," ucap ibu tersenyum.
"Baiklah, aku pergi dulu Bu," pamit Syafiq.
"Iya, hati-hati di jalan kamu Nak," pesan ibu itu.
Syafiq mengangguk dan ia pun masuk ke dalam mobilnya dan kembali melaju di jalanan.
Tririring
Tririring
Tiriring
Ponsel Syafiq pun berbunyi dan ia pun segera mengangkatnya.
"Halo," jawab Syafiq.
"Hy Syafiq, kamu kemana aja kok udah lama nggak terlihat batang hidungmu," ucap Yedi.
"Iya, aku kemarenkan di kasih cuti sama dosen," ucap Syafiq.
"Wah... enak bener kamu di kasih cuti," ucap Yedi.
"Hahahaha... enggak, aku di skor selama 1 minggu, makanya aku belum masuk kuliah," ucap Syafiq menyengir
"Tapi kenapa aku tak melihatmu dan juga ku telpon ponselmu juga ngak aktif," ucap Yedi mengerutkan alisnya.
"Hehehehe... Iya, kemaren iti aku ke paris untuk membeli barang-barang untuk mengisi perusahaanku," ucap Syafiq menjelaskan.
"Oh iya, wah parah kamu, kenapa nggak ngajak aku," ucap Yedi menyesalinya.
"Ya aku perginya mendadak, tapi sebagai gantinya aku akan berikan jam tangan kelas atas, karena produkku semuanya bermerek semua, kamu di mana memangnya?" tanya Syafiq kemudian.
"Aku di rumah sekarang, main yuk, atau kamu mau jenguk sahabat yang kau tonjok kemarin," ucap Yedi terkekeh.
"Memangnya dia belum keluar dari rumah sakit?" tanya Syafiq.
"Besok katanya dia akan keluar," ucap Yedi.
"Ayo, aku akan membawakan oleh-oleh untuknya," ucap Syafiq melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Bersambung