
Namun darah itu sudah di hapus hanya tinggal bekas-bekasnya saja. "Ini pasti darah korban itu," ucap Syafiq. Ia melihat sekeliling ada bekas tusukkan senjata tajam.
Gunakan poin untuk melihat masa lalu kejadian
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 30 poin
Poin Anda menjadi 320 poin.
Kisah di dalam kamar itu pun bercerita, seorang gadis yang hamili oleh pacarnya, dan pacarnya adalah orang kaya yang mempunyai vila tersebut. Pacarnya tak mau bertanggung jawab karena ia di jodohkan dengan anak rekan kerja ayahnya dan anak itu sangat cantik dan modis, sedangkan pacarnya hanya anak kuliahan yang miskin dan gadis itu pun ia buang di lautan.
Beberapa hari kemudian vila itu bergentayangan dan tak lama vila itu di jual dengan harga yang sangat murah sehingga banyak yang merebutnya dan akhirnya vila itu terjual dengan seorang pengusaha yang sudah beristeri namun vila itu tempat ia membawa simpanan dan akhirnya ia terus di takuti dan ia pun menjual dengan harga yang lebih murah lagi, dan vila itu berhenti di tangan yang 5 terakhir kepada bapak yang di telponnya tadi.
__ADS_1
"Ternyata cukup panjang juga, yang kelima berarti aku harus menelpon bapak yang tadi nih, hari ini harus kelar pokoknya," ucap Syafiq keluar dari gedung tersebut dan menelpon bapak tadi.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda, silahkan beberapa saat lagi.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab bapak tadi.
"Halo, maaf menganggu, tapi apa boleh saya meminta nomor hp pemilik sebelumnya?" tanya Syafiq tanpa basa basi.
"Hm baiklah, tapi saya tidak yakin nomornya masih aktiv, tapi coba saja telpon, semoga saja masih aktiv," ucap Bapak itu mencari nomornya di kontak ponselnya.
Tin! Tin!
Sebuah pesan masuk dan nomornya sudah di kirim.
Syafiq pun segera menelpon nomor bapak pemilik sebelumnya lagi.
Tuuut
"Syukurlah masuk," jawab Syafiq.
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab bapak tersebut.
"Maaf sebelumnya menganggu waktu Anda, tapi apa boleh saya minta bantuan?" tanya Syafiq.
__ADS_1
"Ini siapa?" tanyanya.
"Saya pembeli vila yang berada di tepi pantai yang pernah bapak jual kepada seseorang," ucap Syafiq.
"Kamu ingin bantuan apa?" tanyanya lagi.
"Apa Anda punya nomor hp pemilik sebelum Anda?" tanya Syafiq.
"Hm... saya tidak punya, tapi saya punya alamat tinggalnya sekarang," ucapnya bapak itu.
"Oh baiklah, jika begitu bisakah Anda kirim alamatnya, saya akan langsung datang ke sana sekarang," ucap Syafiq.
"Oh baiklah, saya kirim lewat pesan," ujar bapak itu.
"Terima kasih pak," ucap Syafiq.
"Ya sama-sama," jawab bapak tersebut dan memutuskan panggilannya.
Tin! Tin!
Pesan pun masuk dan Syafiq membaca pesan tersebut.
"Jalan bunga ros blok B nomor 24," ucap Syafiq segera masuk mobil dan ia pun langsung tancap gas.
Sesampainya di sana, Syafiq pun langsung memencet bel rumahnya.
Ding dong!
Ding dong!
Pintu pun terbuka.
"Ada apa?" tanya pemilik rumah tersebut.
"Maaf menganggu, apa bapak pemilik rumah ini ada di rumah?" tanya Syafiq.
"Hm... ada, tunggu sebentar," ucap istri pemilik rumah tersebut.
Syafiq pun menunggu di depan pintu.
__ADS_1
Bersambung