SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 184


__ADS_3

"Hm kamu tinggal pilih yang mana aja, di dalam mobil udah ada kuncinya masing-masing," ucap Syafiq.


"Oke! Terima kasih," ucap Glinda berlari ke arah mobil tersebut.


"Wah... yang mana aku pilih nih?" tanya Glinda mengerak-gerakkan jarinya ingin memilih yang cocok untuknya.


"Wah yang ini aja deh, eh nggak! Yang di sana saja, hm... coba yang di sana dulu deh. Hm... yang tadi aja, tapi... lebih enak yang di sana, tapi yang itu lebih keren, yang ini aja kali ya? Apa yang di sana itu, aaaaarrrgggghhhh... yang mana nih, semuanya kerennnn.... aku mau semuanyaaa, hmmm... tapi aku harus pilih satu saja, ya sudah, aku pilih yang ini aja deh," ucap Glinda kembali ke mobil di awal setelah 1 jam memilih.


"Apa yang gadis itu lakukan?" tanya Syafiq melihat dari jendela.


Tak lama Glinda pun masuk mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.


"Aaaahhh... lebih baik aku tidur, ini sudah jam 14:20 menit," ucap Syafiq masuk dalam kamar dan tidur.


Saat bangun terdengar suara para gadis-gadis itu sedang berebut.


"Aku yang ini!" teriak Grizelda memeluk mobilnya.


"Nggak, aku mau yang ini!" teriak Sahara berebut dengan Grizelda.


"Tidak mau! Tidak mau!" teriak Grizelda memeluk erat mobilnya.


"Aku mau yang ini pokoknya," ucap Sahara juga memeluk mobilnya.


"Astaga mereka berisik sekali," ucap Syafiq mengucek-ucek matanya.


"Kak Glinda berikan mobil kakak kepadaku," ucap Grizelda yang masih memeluk mobilnya.


"Hehehe... ambil saja, tapi di sampingnya sudah penyok sedikit karena aku ngebut, semoga kamu suka ya," ucap Glinda mengayunkan kunci mobilnya.


"Apa! Penyok! Siapa yang mau mobil rusak, pokoknya aku mau yang ini," ucap Grizelda tetap memeluk mobilnya dan tak mau lepas.


"Enggak, ini mobilku! Aku mau yang ini," ucap Sahara.

__ADS_1


"Haishhh... gadis-gadis itu," ucap Syafiq mengeleng kepala dan ia pun keluar.


"Mobil yang ku belikan dan kalian berebut?" tanya Syafiq.


"Aku mau yang ini," ucap Sahara.


"Enggak ini punyaku," ucap Grizelda.


"Kalian ini seperti anak kecil, apa kalian tahu? Harga mobil yang kalian abaikan itu harganya lebih mahal dari mobil yang kalian rebutkan itu," ucap Syafiq.


"Apa! Aaaaaaa.... ini punyaku," ucap Sahara memeluk mobil itu.


"Nggak ini mobilku," ucap Grizelda memeluk mobil yang harganya mahal itu.


"Haissahhh... terserah kalian saja, rebut saja kalian sampai malam," ucap Syafiq pasrah.


"Ya udah ayo masuk, tinggalkan saja mereka berdua, karena mobil yang 1 lagi yang di abaikan mereka itu harganya juga lebih mahal dari kedua mobil yang mereka rebutkan itu," ucap Syafiq.


Mereka lagi-lagi merebut mobil yang di pilih Jelita.


"Haisshhh... biarkan saja mereka berebut sampai besok pagi, mending kita makan saja, perutku udah lapar banget," ucap Glinda.


Syafiq memesan makanan lewat aplikasi.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 1.000.0000


Sisa hadiah Anda 1.760.456.000.000


"Syafiq, komandan mau menarikmu menjadi detektif kepolisian," ucap Glinda.


"Berapa gajiku?" tanya Syafiq.

__ADS_1


"Hm... tidak tahu," jawab Glinda mengangkat bahunya.


"5 juta, 7 juta, apa 10 juta?" tanya Syafiq.


"Gajiku saja perbulan 7 juta, tidak tahu gaji detektif," ucap Glinda.


"Ah nggak tertarik, aku lebih suka menolong saja," ucap Syafiq meletakkan tangannya di belakang kepala.


"Kan lumayan buat tambahan," ucap Jelita.


"Enggak mau, Karena belum tentu semua kasus bisa ku pecahkan, jika aku ada mood buat mecahinnya baru kasusnya selesai, jika nggak mood ya males," ucap Syafiq.


"Jadi kamu mecahin tunggu moodmu bagus gitu?" tanya Glinda.


"Hm... iya," angguk Syafiq.


"Hm... bisa gitu ya," ucap Jelita.


"Hehehe... bukan nunggu mood, yang bener nunggu misi, jika aku menjadi detektif kepolisian dan menerima gajinya aku merasa bersalah dan menjadi rakus, karena uang yang di dapatkan dari misi lebih besar dan aku udah di gaji," ucap Syafiq dalam hati.


"Kenapa kamu nggak mau? Kan mecahin kasusnya bisa gantian," ucap Glinda.


"Ah... aku sibuk dengan perusahaanku," ucap Syafiq beralasan.


"Sibuk apanya? Di telpon suruh datang karena ada masalah di perusahaan, malah nggak datang-datang, pada akhirnya kami juga menyelesaikan masalahnya," ucap Grizelda dan Sahara tiba-tiba nongol dari depan pintu.


"Itukan memang tugas kalian, jika sudah selesai baguslah, berarti kalian bisa mengatasinya, jika kalian ada masalah dan terus menelponku, kapan kalian bisa menghadapi masalah dan menyelesaikannya? Dari sekarang kalian belajar dan mengasah kepintaran kalian," ucap Syafiq enteng.


"Tau apa yang kami lakukan?" tanya Sahara.


"Apa?" tanya Syafiq mengangkat alisnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2