
Mereka mendatangi tempat tersebut.
"Syafiq fotoin aku donk," pinta Grizelda.
"Mana ponselmu, sini aku fotoin," ucap Syafiq.
"Tingal di hotel, mana mungkin aku bawa nggak bisa di gunakan juga," ucap Grizelda manyun.
"Ya udah sebentar," ucap Syafiq mengambil ponsel di sakunya.
"Ponseku belum daftar internasional, aku daftarin dulu deh," ucap Syafiq
Gunakan poin untuk daftar internasional super canggih.
Memuat...
Loading....
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 20 poin
Sisa poin Anda 220 poin.
"Sini aku fotokan dari ponselku," ucap Syafiq.
Cekrek!
Cekrek!
"Aku masuk ke medsos ya, aku tandai ke media sosialmu," ucap Syafiq.
"Iya, iya," angguk Grizelda senang.
"Syafiq, ponsel kamu bisa internasional, kok punya aku nggak?" tanya Grizelda sedih.
"Udah, kamu nggak usah sedih, kamu mau foto atau mau vc mereka pake ponselku aja," ucap Syafiq.
"Ya udah aku pinjam ya," ucap Grizelda mengambil ponsel Syafi dan segera menghubungi teman-temannya yang berada di indonesia.
Tuuuut
Tuuut
Tuuut
"Hay," sapa Grizelda melambaikan tangan.
"Hay Grizelda, udah sampai kamu di sana?" tanya Sahara.
"Udah, dari tadi siang, cuma ponselku nggak bisa daftar internasional nih, jadi aku nggak bisa hubungi kalian," jelas Grizelda.
__ADS_1
"Oh gitu, sekarang kamu di mana?" tanya Jelita.
"Nggak tau, cuma... lihat nih di belakangku ada air pancuran warna warni, cantik banget," ucap Grizelda pamer.
"Aku juga pengen," ucap Sahara.
"Terus di mana Syafiq?" tanya Glinda.
"Cie... baru 1 hari aja nggak ketemu udah kangen aja, tuh dia di sana sama Emerson," ucap Grizelda memperlihatkan Syafiq dan Emerson duduk di kursi santai.
"Siapa di sampingnya itu?" tanya Jelita.
"Dia Emerson, teman baru Syafiq dan juga aku dapat teman baru di sini namanya Evelin, besok aku kasih tau kalian, coba aja kalian ada di sini, pasti seru banget," ucap Grizelda.
"Nanti aku akan ambil cuti biar kita bareng-bareng ke sana," ucap Glinda.
"Aku juga, aku bolos aja deh," sahut Sahara.
"Aku juga akan minta sama sekretarisku untuk menjaga perusahaannya," ucap Jelita.
"Terus bagaimana sudah di beli bahan yang kalian cari?" tanya Glinda.
"Besok perginya, temannya Syafiq itu ternyata pejual parfum bermerk jadi kami akan ke sana besok dan Evelin juga punya teman yang kerja di tempat penjualan tas dan jam tangan bermerek, jadi kami tidak perlu pusing mencarinya lagi," ucap Grizelda.
Ding ding
Misi baru
Seorang wanita gendut kehilangan tasnya
Hadiah 10.000.000.000
"Wanita gendut? Di mana dia?" tanya Syafiq melihat kiri dan kanan.
Dari kejauhan terlihat wanita gendut berpakaian gaun mahal, sepertinya dia orang kaya. Sedang mencari-cari tasnya yang hilang.
"Sepertinya dia," ucap Syafiq.
"Emerson, tolong jaga Grizelda sebentar, aku akan kembali," ucap Syafiq berdiri.
Syafiq pun pergi mendekati wanita itu.
"Ada yang bisa saya bantu Nyonya?" tanya Syafiq setelah ia mendekat.
"Oh tentu, tas saya hilang barusan di kursi ini," ucap wanita itu.
"Anda meletakkannya di mana tadi?" tanya Syafiq.
"Ya di atas kursi ini," jawab wanita itu.
"Apa Anda ada meninggalkannya di sini?" tanya Syafiq.
"Tidak ada, ketika saya meletakkannya saat melihat kembali tidak ada lagi," jelas wanita itu.
"Apa ada seseorang lewat?" tanya Syafiq lagi.
"Tidak, lebih tepatnya tidak tahu karena saya melihat ponsel," jawab wanita itu lagi.
"Sepertinya ini pencurian," ucap Syafiq dalam hati. Syafiq melihat ada seorang pria mengoper tas mungil berwarna coklat kepada temannya, dan pria itu duduk santai di atas kursi sambil memainkan ponsel pura-pura tidak terjadi apa pun.
"Tas Nyonya warna apa?" tanya Syafiq.
"Warna coklat," jawabnya.
"Baiklah jika begitu," ucap Syafiq berlari mengejar pria tadi.
"Apa-apaan dia, setelah bertanya panjang lebar sekarang dia malah lari, bukannya membantu," sungut wanita gendut itu. "Aduuuh... jatuh di mana tasnya ya," ucapnya bingung.
Syafiq menangkap pria itu dan pria itu melepaskan dirinya.
Syafiq menendang bokongnya hingga ia terjatuh. Syafiq pun menindih tubuh pria itu dan menjepit tangannya.
"Kembalikan tasnya," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Tas apa?" tanyanya dengan kepala yang Syafiq tahankan di aspal.
"Jangan bohong, aku melihat temanmu memberikanmu tas warna coklat, berikan sekarang atau aku akan menghantammu di sini," gertak Syafiq.
"Tidak ada, jawabnya berkeras.
"Oh... baiklah jika begitu, aku akan menemukannya sendiri, tapi kau tidak akan ku lepaskan," ucap Syafiq memeriksa tubuh pria itu, dan dapatlah ia tas yan pria itu simpan di saku baju dalamnya.
"Aku menemukannya, kau berbohong padakukan," ucap Syafiq mengambil tas itu dan ia meninjunya.
Kemudian ia pun pergi ke arah wanita itu dan menyerahkannya.
"Apa ini tasnya?" tanya Syafiq memperlihatkan tas tersebut.
"Oh iya ini tas saya, terima kasih banyak ya," ucap wanita gendut itu menerimanya dengan suka cita.
"Iya sama-sama," angguk Syafiq.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 10.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 43.460.600.000
Selamat Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 250 poin
Pria yang di tinju Syafiq tadi datang bersama satpam.
"Itu dia yang memukul saya pak," ucap pria itu.
"Iya, dia juga memuku saya pak," jawab temannya.
"Ha?? perasaan yang aku pukul 1 orang, kenapa yang datang malah dua orang?" tanya Syafiq dalam hati.
"Hey apa alasan kamu memukulnya?" tanya satpam itu menodongkan pistolnya.
"Alamak, hanya satpam tapi punya senjata api, apa lagi polisinya," ucap Syafiq dalam hati. "Dia sudah mencuri tas Nyonya ini," jawab Syafiq.
"Saya tidak ada mencurinya, tiba-tiba saja dia memukul kami," ucap 2 orang Pria itu mengeluh kesakitan.
"Saya akan membawa kamu ke kantor polisi," ucap satpam itu.
"Tidak perlu pak, kami minta ganti rugi saja untuk biaya berobat," ucap pria itu.
"Iya pak kami minta biaya ganti rugi sebesar 100.000.000," jawab temannya.
"Pantesan aku dapat hadiah sebanyak itu, ternyata ini jawabannya," ucap Syafiq dalam hati.
"Baiklah, hanya 100.000.000 sajakan," ucap Syafiq.
"Biar saya saja yang bayar, kamu sudah menemukan dompet saya," ucap Wanita itu.
"Ia membuka tasnya ternyata dompetnya kosong.
"Di mana uang saya," ucap wanita itu kaget.
Kedua pria itu saling berpandangan, Syafiq langsung menangkap pria yang ia tinju tadi.
"Kembalikan uangnya!" bentak Syafiq.
"Hey kamu apa-apaan?" tanya Satpam itu memegang Syafiq.
"Tunjukkan di mana uangnya?" tanya Syafiq.
"Uang apa?" tanya pura-pura tidak tahu.
"Awas saja jika aku menemukannya," ucap Syafiq melepaskan pegangan satpam itu dan berlari ke arah tempat pria yang ia tinju tadi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih