
"Pak, ada yang nyariin kamu tuh," ucap istrinya.
"Siapa?" tanya bapak itu.
"Mana aku kenal," jawab istrinya menghempaskan tubuhnya di sofa.
Bapak itu pun menuju pintu utama dan melihat pria asing berdiri di depan rumahnya.
"Kamu mencari saya?" tanya bapak itu.
"Ah bener banget, saya hanya ingin tahu siapa pemilik vila di tepi pantai itu sebelum bapak," ucap Syafiq tanpa basa basi.
"Kamu pembeli vila selanjutnya?" tanya bapak itu kaget.
"Ya benar, jadi saya ingin mencari tahu pemilik vila terdahulu, barang kali bapak bisa menunjukkan siapa orangnya," ucap Syafiq penuh harap.
Bapak itu terdiam sesaat. "Pemilik vila itu sudah meninggal," ucap bapak tersebut.
"Apa! Meninggal? Apa yang terjadi padanya?" tanya Syafiq kaget namun sangat penasaran.
"Ia meninggal jatuh dari vila tersebut dari lantai atas, tidak tahu apa penyebabnya, tapi katanya ia meninggal akibat bunuh diri tapi saya yakin bukan bunuh diri penyebabnya," ucap Bapak itu.
"Karena tempat itu berhantu," ucap Syafiq.
"Ternyata kau sudah tahu penyebab vila itu di jual murah, sudah berapa lama kamu membelinya?" tanya bapak itu.
"Barusan tadi," ucap Syafiq.
"Kamu sangat hebat,, baru beli saja kamu sudah menyadarinya, saya butuh waktu 1 bulan baru menyadari ada yang ganjal, 6 bulan menghuni tempat itu karena sudah tak tahan lagi akhirnya saya jual dengan harga yang saya beli agar cepat laku, dan sekarang kamu sudah tau jika vila itu ada sesuatu kenapa tidak langsung menjualnya?" tanya bapak itu penasaran.
"Saya butuh tempat itu untuk membangun usaha, tempatnya yang sangat cantik dan tempat yang strategis juga untuk menarik para wisata luar negeri," ucapn Syafiq.
__ADS_1
"Wah kamu memang pemuda pemberani, saya sangat terkesan, tapi bagaimana kamu mengatasinya?" tanya bapak itu penasaran.
"Akan saya temukan pemilik aslinya dan menyuruhnya meminta maaf atas ke salahan yang ia buat di masa lalu, dengan begitu, penghuni itu akan pergi dengan sendirinya," ucap Syafiq.
"Wah jika begitu mari saya bantu untuk mencarinya, saya tau anaknya, hari ini saya tidak bekerja, bagaimana jika saya akan ikut denganmu," ucap bapak itu.
"Apa itu tidak menganggu waktu istirahat bapak?" tanya Syafiq.
"Nggak, ngak apa-apa. Sebentar ya," ucap bapak itu kembali keruang keluarga. "Buk aku pamit sebentar," ucap bapak itu berpamitan dengan istrinya.
"Mau kemana?" tanya istrinya.
"Mau nemenin teman ini sebentar," ucap bapak tersebut mengambil jaketnya.
"Ya udah pergilah," ucap ibu itu.
"Ya udah ayo kita pergi," ajak bapak itu.
"Di mana alamatnya?" tanya Syafiq menstaterkan mobilnya.
"Di jalan maharani," ucap bapak itu dan Syafiq pun menginjak pedal gas mobilnya.
"Memangnya apa yang kamu lihat dari vila itu? saya rasa jika kamu membuat usaha di sana penduduk lokal sudah tau jika tempat itu menyeramkan, mereka tidak akan datang dan usahamu malah akan sepi," ucap Bapak tersebut.
"Tapi orang dari luar negerikan tidak tahu jika tempat itu meneramkan, nanti jika sudah ramai yang berkunjung, lama-kelamaan penduduk lokal akan berpikir sendiri. Jika tempat itu seram kenapa ada pengunjungnya dan mereka penasaran dan ikut mampir, setelah mereka merasakan jika tidak ada apa-apa di sana mereka pasti akan terus berkunjung," ucap Syafiq.
"wah... kamu benar-benar jenius, kenapa saya tidak berpikiran begitu ya, haish... jika tidak vila itu sudah milik saya dan sudah bisa saya buka usahanya, ini memang rezekimu, saya juga sangat penasaran apa yang di inginkan hantu itu," ucap bapak itu.
30 menit perjalanan dan akhirnya mereka sampai di rumah anaknya.
"Di sini rumah anaknya, semoga mereka ada di tempat," ucap bapak itu berharap.
__ADS_1
Mereka pun keluar mobil dan menghampiri rumah tersebut.
Tok!
Tok!
Tok!
"Permisi," panggil bapak itu.
"Sebentar," ucap suara seseorang dari dalam rumah.
Ckrek!
Pintu terbuka.
"Eh bapak? Mari masuk, sudah lama tak bertemu. Mari duduk dulu," ajak anak bapak yang meninggal itu.
"Iya terima kasih, kami hanya sebentar saja Nak. Bolehlah bapak tau pemilik vila sebelum kalian beli waktu itu?" tanya bapak itu.
"Hm... dia sekarang berada di rumahnya sekarang di jalan sekumbang, bilang saja di mana rumah pak jamal mereka pasti tau," ucap anak itu.
"Baiklah jika begitu, terima kasih ya sudah memberi tahu, kalau begitu bapak permisi," ucap Bapak itu.
"Baik pak, semoga bapak ketemu dengan bapak itu," ucap anak tersebut.
Mereka kembali ke mobil dan kembali menuju mobilnya dan menuju alamat yang di tunjukkan.
Perjalanan sekitar 45 menit mereka pun sampai di tempat tujuannya.
Bersambung
__ADS_1