SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 222


__ADS_3

"Oh ngapain kamu di sini?" tanya salah satu pria itu mendekati Yedi.


"Eh nggak ada apa-apa, aku hanya mau pipis saja," ucap Yedi membuka celananya yang malah kencing di sana


"Hey! Siapa yang membolehkan kamu kencing di sini," ucap pria itu memegang pundak Yedi.


Yedi menyemprot pria itu dengan air kencingnya.


"Hey! Apa-apa'an ini!" teriak pria itu mengibas-kibaskan tangannya karena Yedi menyemprotkan ke wajahnya.


"Kurang ajar!" teriak pria itu marah. Yedi pun ambil langkah seribu, tapi untungnya Syafiq datang.


"Ah! Untung kamu datangnya cepat," ucap Yedi kembali menutup kancing celananya.


"Ikh… Bau apa'an ini?" tanya Syafiq mengibas-kibaskan tangannya di dekat hidungnya.


"Hahahaha… bau air kencingku, dia mandi air kencingku," ucap Yedi tertawa sambil menunjuk pria yang bajunya basah.


"Kau kencingi dia?" tanya Syafiq.


"Iya," angguk Yedi membenarkan.


"Parah kamu, tapi itu salah satu agar kamu lolos saat terjepit," jawab Syafiq dan mereka terkekeh.


"Kurang ajar kalian," ucap Pria itu geram.


"Hey! kita punya santapan baru," ucap pria itu memanggil para teman-temannya.


Mereka pun meninggalkan 2 orang pria itu yang sedang terluka.


"Ada apa Jemi?" tanya para pria itu.


"Ayo kita Habisi mereka berdua," ucap pria itu.


Mereka pun menyerang Syafiq dan Yedi.


"Kamu ke belakangku saja," ucap Syafiq. Yedi mengangguk dan menjauh.


Ke empat orang itu menyerang Syafiq, sedangkan pria yang satunya mendekati Yedi untuk membalakan dendamnya karena ia di kencingi Yedi. Syafiq melompat dan menendang ke empat pria itu, lalu ia pun salto depan dan mengejar pria yang ingin memukul Yedi.


Syafiq menendang bokong pria itu dan ia pin terjatuh.


Syafiq menarik bajunya dan meninjunya beberapa kali lalu memeparnya ke arah Yedi. "Lalukan sesukamu," ucap Yedi.

__ADS_1


"Hehehe... dengan senang hati," ucap Yedi menyeringai.


Ke empat pria tadi kembali bergabung dan menyerang ke arah Syafiq dan memukulnya.


Syafiq dengan sigap menangkap tangan mereka lalu melemparkan ke arah temanny dan mereka pun tumbang bersamaan.


Kedua orang pria yang lain juga menyerang Syafiq dan Syafiq pun memukul perutnya dan menendang kepala temannya. Lalu Syafiq mengambil tubuhnya dan menghempasnya ke tanah.


Dan yang satunya lagi, Syafiq melemparnya hingga nyangkut di pohon.


Tak habis di situ Pria yang lainnya Syafiq menghempaskannya ke tanah lalu menendangnya dan mereka semuapun mengerang kesakitan.


"Jika kalian berani memukul orang lagi, dan terlihat olehku, ku habisi nyawa kalian," ancam Syafiq.


"Sekarang kalian pergi!" teriak Syafiq.


Mereka tak bergerak sama sekali, bukan mereka tak mendengar ucapan Syafiq, tapi mereka memang tak sanggup untuk berdiri, apa lagi berlari.


"Hais ya sudahlah," Syafiq mendekati kedua orang yang di pukuli itu.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Syafiq.


"Tidak apa-apa bang, terima kasih atas bantuannya," ucap pria itu.


"Terima kasih banyak ya bang," ucap mereka menerima uangnya.


"Baiklah, jika begitu aku pergi dulu," ucap Syafiq.


"Ya Bang," angguk mereka.


"Hey! Yedi, Sudah belum?" tanya Syafiq kepada Yedi yang masih menghajar pria yang ia gunakan sebagai samsak tinjunya.


"Ayo," ucap Yedi terakhir kali menendang pria yang sudah pingsan itu.


Mereka kembali masuk mobil.


"Sudah?" tanya Sahara.


"Sudah," jawab Syafiq.


"Kalau sudah ayo cari makanan," ajak Sahara.


"Baiklah, bagaimana ke caffeku saja," ajak Syafiq.

__ADS_1


"Ya udah, sekalian lihat-lihat tempatnya," ucap Sahara.


Syafiq menginjak pedal gas mobilnya dan melaju


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 3.800.000


Sisa hadiah Anda 2.520.130.000.000.


Sesampainya di sana, Syafiq mengajak Sahara untuk masuk ke dalam cafe.


"Ayo masuk," ajak Syafiq.


Mereka pun masuk ke dalam, Yedi juga mengikuti mereka dari belakang.


"Selamat datang Tuan," ucap pelayan cafe tersebut.


Syafiq mengangguk.


"Anda mau pesan apa Tuan?" tanya salah satu pelayan itu.


"Eh… itu…" kasir itu mencoba untuk menjelaskan tapi Syafiq sudah memesan makanannya.


"Pesankan makanan yang paling di rekomendasikan cafe ini," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pelayan Cafe itu.


"Tu-tuan, maafkan dia, dia tidak tau jika Tuan pemiliknya," ucap kasir itu.


"Tidak apa-apa. Nanti kumpulkan semua pegawai ya, ada yang ingin aku beri tahu," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu.


Tak lama kemudian makanan mereka pun sampai.


"Silakan Tuan, Nona," ucap pegawai itu.


"Terima kasih," ucap Sahara, karena lapar, mereka pun langsung memakannya dengan lahap.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2