
"Ini adalah sebuah pesan 1 hari sebelumnya di mana saat aku menemukan pacarmu," ucap Syafiq.
"Jadi kau menemukan tubuh mayat pacarku?" tanya Al.
"Iya, aku nggak sengaja menemukannya tubuhnya di sebuah gubuk, waktu itu aku memperkirakan 1-2 hari kamtian pacarmu," ucap Syafiq.
"Iya, dia mengirim pesan padaku jika dia ingin bertemu denganku, dia bilang dia kangen denganku padahal 1 hari sebelumnya kami sudah bertemu, jadi aku meunggunya tempat biasa kami bertemu, tapi sayangnya aku menunggu cukup lama dan dia tidak datang, aku mencoba menghubunginya tapi ponsepnya tidak aktiv, dan akhirnya aku meninggalkan pesan suara berharap jika dia menghubungiku jika ponselnya aktiv kembali, tapi tetap saja tidak ada kabarnya," ucap Al.
"Tentu saja, karena para polisi tidak menemukan ponselnya, aku rasa ada bukti di sana sehingga ponsel itu di hilangkan atau di hancurkan," ucap Syafiq.
"Begitu ya, tapi kamu bilang kalau pelakunya sudah di temukan," ucap Al.
"Iya, tapi mereka bukanlah pelaku yang sebenarnya, mereka hanya di bayar dan tidak tahu siapa yang membayarnya," ucap Syafiq.
"Mereka saja tidak tahu siapa yang menyuruhnya, Bagaimana kita akan mencarinya?" tanya Al.
"Ailes itu temanmu apa temannya pacaramu?" Tanya Syafiq.
"Temanku dan teman pacarku," jawab Al.
"Boleh pinjam ponselnya?" Tanya Syafiq.
"Untuk apa?" Tanya Al.
"Kau tahu, semua orang bisa jadi adalah pelakunya, tak terkecuali kamu juga di curigai, kita termasuk semua orang terdekat pacarmu bahkan orang tuanya juga perlu di curigai," ucap Syafiq.
"Baiklah," Angguk Al
"Tapi kamu jangan bilang apa-apa, cari alasan agar ia bisa meminjamkan ponselnya," ucap Syafiq.
Al mengangguk mengerti dan pergi ke arah Ailes.
"Ailes, bolehkah aku pinjam ponselmu?" Tanya Al.
"Untuk apa?" Tanya Ailes.
"Ponselku aku lupa meletakkannya di mana, jadi aku ingin mencoba menelpon lewat ponselmu," ucap Al beralasan.
"Kamu 'kan bisa meminjam ponsel mereka," ucap Ailes kepada Syafiq.
"Kau tahu mereka adalah orang asing, bagaimana aku memberikan nomorku kepada mereka," ucap Al.
"Biar aku yang telpon nomormu," ucap Ailes memencet nomor telpon Al.
"Tidak usah, biar aku sendiri yang menelponnya," ucap Al merebut ponsel dari tangan Ailes dan pura-pura menelpon mencari ponselnya lalu pergi ke belakang mobilnya, Syafiq dan Sahara juga mengikutinya.
Karena penasaran Ailes mengikuti Al, secepatnya Al menyalin data yang ada di ponsel Ailes mengirimnya ke ponselnya melalui kabel data USB.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ailes melihat ponselnya di sadap.
"Tidak apa-apa, aku cuma mau ngecas ponselmu, karena tadi terjatuh dan tiba-tiba mati, aku pikir ponselmu habis batre," jawab Al beralasan.
"Kamu bohong, kembalikan ponselku," ucap Ailes merampas ponselnya dari tangan Al dan mengecek ponselnya.
Ailes menatap tajam Al, ia tidak menemukan apa pun di ponselnya dan kembali ke ruangan.
__ADS_1
Al melihat ponselnya dan melihat dan semua data beserta pesan yang Ailes kirim ke Hera.
"Hm… Sepertinya ada pesan yang terhapus, apa kamu bisa mengembalikan pesannya?" tanya Al.
"Sini biarku bantu," ucap Syafiq mengambil ponsel Al.
Syafiq melihat ponsel tersebut.
Gunakan poin untuk mengembalikan data yang terhapus.
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
90%…
100%…
Selesai
Poin Anda di potong 50 poin
Sisa poin Anda 900 poin.
Pengembalian data…
Liading…
Selesai.
"Udah nih, ayo kita cek," ucap Syafiq.
Al dan Saraha berdiri di samping Syafiq penasaran isi datanya.
Syafiq mengecek pesannya terlebih dahulu.
"Hera kamu di mana?"
"Aku sedang di rumah, aku ingin menemui Al."
__ADS_1
"Aku tadi bertemu dengan Al, dia sedang menuju suatu tempat, namun aku tidak tahu dia ke mana, apa kau yakin dia ingin menemuimu?"
"Aku sudah mengirimkan pesan kemaren, jadi kami udah janjian bertemu hari ini,"
"Jadi di mana kamu ingin bertemu dengannya?"
"Di tempat biasa kami bertemu."
"Boleh aku ikut?"
"Hm… maaf ya, hari ini aku ingin berdua aja dengan Al, tapi aku janji lain kali aku pasti akan membawamu."
"Bilang saja jika aku penganggu."
"Tidak, aku tidak menganggap kamu begitu, kau adalah temanku mana mungkin aku berkata begitu."
Tidak ada balasan lagi.
Tapi Ailes mengirim pesan ke nomor yang tidak di kenal.
Dan juga bukti pengiriman uang.
Al merasa geram dan naik darah. "Ternya dia yang melakukannya, aku akan menghabisinya," ucap Al melangkah kaki dengan cepat.
Syafiq menarik tangan Al dan meredamnya. "Kamu tahan emosi donk, jika bukti ini saja apa menurut kamu cukup untuk menuntutnya, kita juga harus cari tau penyembabnya," ucap Syafiq.
"Lalu aku harus apa, sudah jelas dia pelakunya, cepat kita tangkap sebelum dia pergi," ucap Al.
"Ayo kita ke kantor polisi saja dulu, menanyakan pelaku yang sudah di tangkap saja dulu," ajak Syafiq.
"Tapi kita harus membawa dia ke kantor polisi juga, bukti segitu sudah cukup untuk menangkapnya," ucap Al.
"Terserah kamu saja jika ingin membawanya," ucap Syafiq.
Dengan marahnya Al menarik tangan Ailes dan melemparnya ke dalam mobil.
"Hey! Apa-apa'an kamu!" teriak Ailes kaget tubuhnya terasa sakit karena di masukkan ke dalam mobil secara paksa.
"Ayo ikut aku ke kantor polisi," ucap Al.
Syafiq masuk ke dalam mobil Al dan membuka kaca jendela.
"Sahara, kamu bawa mobilku ya," ucap Syafiq.
"Kamu kenapa masuk ke dalam mobilku?" tanya Al.
"Berjaga-jaga takutnya dia lari," ucap Syafiq.
Al menganguk-angguk dan kemudian melajukan mobilnya menuju kantor polisi.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1