
"Astaga! Ini banyak sekali," ucap komandan itu terbelalak.
"Masukkan dia dalam penjara, kita akan mengintrogasinya," ucap Komandannya.
"Tapi komandan, pangkal pahanya tertembak saat ia berusaha untuk kabur," ucap Syafiq.
"Oh, panggilkan dokter untuk mengobatinya," ucap komandan itu.
Para polisi membawa pelaku kejahatan itu masuk ke dalam penjara.
"Komandan, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepada Komandan," ucap Syafiq.
"Apa itu?" tanya komandannya.
Syafiq melihat sekeliling.
"Bisakah kita masuk ke dalam ruang komandan?" tanya Syafiq.
"Oh baiklah, sepertinya sangat penting?" ucap Komandan.
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruang kerja komanda.
Syafiq mengeluatkan ponselnya lalu memutar video dan menyerahkan kepada komandan tersebut.
Di sana terlihat 2 orang pria yang tak di kenal dan Brigpol Yuda sedang duduk bersama menyusun barang haram itu ke dalam kotak kayu yang di bawa Syafiq tadi.
__ADS_1
"Brigpol Yuda, di benar-benar ingin cari masalah, Kirimkan videonya kepadaku, aku akan mengadilinya," ucap komandannya geram.
"Baik Komandan," angguk Syafiq yang langsung mengirim videonya.
Video pun berhasil terkirim.
"Komandan, ini sudah jam 17:45, saya harus kembali ke rumah, malam ini ada.sedikit acara di restoran saya, saya pamit undur diri dulu," ucap Syafiq.
"Syafiq, pelakunya sudah kita ketahui, sisanya serahkan saja pada kami dan juga terima kasih atas bantuanmu sekali lagi, kamu lagi dan lagi terus membantu pekerjaan polisi, saya harap kamu jangan pernah bosan ya membantu kami terus, negara ini butuh pemuda sepertimu untuk menumpas kejahatan, kapan pun jika kamu ingin bergabung dengan kami, pintu kami selalu terbuka untukmu," ucap komandan itu.
"Baik komandan, terima kasih tawarannya, jika begitu saya pamit," ucap Syafiq.
"Silakan," ucap komandan itu mempersilakan.
Syafiq pun keluar dari ruangan komanda tersebut.
"Kenapa kamu menjadi pengedar! Apa kamu ingin merusak anak bangsa negara ini! Aku harap setelah kamu keluar dari penjara kamu akan tobat!" bentaknya.
Syafiq tersenyum sinis. "Keluar dari penjara, ya kalau nggak di tembak mati. Sudah ku duga akan jadi seperti ini, dia pasti akan berdalih untuk menutupi kejahatannya," gumam Syafiq.
Brima mendekati Syafiq. "Lihatlah si bodoh itu, dia sengaja teriak-teriak menghabiskan suaranya agar sakit tenggorokan, pas di introgasi suaranya hilang dan ia tak perlu menjawabnya," bisik Brima.
Syafiq kembali tersenyum sinis, dia nggak sadar jika waktunya tak lama lagi," uca Syafiq.
"Konyol, biarkan saja dia marah sepuasnya, besok dia kembali di marah," ucap Brima.
__ADS_1
"Oh ya bang, nanti malam jam 19:00 datang ya ke restoranku, restoranku gampang di cari di tepi jalan besar, alamatnya aku kirim lewat pesan aja ya biar nggak kelupaan," ucap Syafiq.
"Siap, aku akan datang," ucap Brima memberi hormat.
Syafiq tersenyum lalu meninggalkan kantor polisi tersebut dan ia pun menuju mobilnya.
Ding Ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 100.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.960.213.800.000
Selamat Anda mendapatkan 30 poin.
Poin Anda menjadi 400 poin.
Syafiq menginjak pedal gas mobilnnya melaju kencang dan tak lupa ia mengirim alamatnya kepada Brima.
Sesampainya di rumah Ke 4 gadis itu sudh bersiap-siap dengan gaun cantik dan modelis.
"Ternyata kalian sudah bersiap-siap ya," ucap Syafiq tersenyum.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vite komen dan hadiah
Terima kasih