
Mereka pun masuk ke dalam hotel mencari tahu pelakunya, meskipun terasa sulit, Syafiq yakin jika ia bisa menangkapnya.
Mereka pun masuk ke dalam hotel dan masuk ke dalam kamar tempat pria itu chek in.
"Tunggu, itu apa yang ada di atas kasurku?" tanya Emerson heran. Ia mengambilnya dan lagi bertulisan seperti di kertas di batu tadi.
"Sepertinya dia sangat mengikuti perkembanganmu, kamu yakin jika tidak di ikuti oleh seseorang kesini?" tanya Syafiq.
"Aku yakin itu, aku tidak melihat seseorang yang mengikutiku," jawab Emerson merasa khawatir.
Syafiq punya ide. "Kamu mau tahu siapa pelakunya?" bisik Syafiq.
"Tentu saja," jawab Emerson yakin.
"Baiklah, turuti saja apa yang aku lakukan," ucap Syafiq melihat ke arah pintu.
Syafiq membaringkan tubuh Emerson di atas kasur dan Emerson menurut saja. "Astagaaaaa! Emerson kau jangan bunuh diri karena hal sepele seperti ini, Emerson bangun emerson, kau harus kuat dengan kenyataan hidupmu, ayo bangun Emerson!" teriak Syafiq.
"Kau ngomonglah seperti orang mau mati," bisik Syafiq.
Emerson mengangguk. "Biarkan saja aku mati, hanya dengan begitu dia akan tenang bla bla bla bla bla bla bla,"
Syafiq mendekati pintu kamar tersebut dan di luar seperti ada pergerakan.
Syafiq membuka pintunya ternyata di depan ada seorang wanita dan Syafiq langsung mengejarnya.
Melihat Syafiq keluar, Emerson juga keluar terlihat Syafiq mengejar seseorang.
Syafiq mengunakan kecepatannya dan berhenti di depan wanita itu.
"Mau lari kemana kamu?" tanya Syafiq menyengir.
Wanita itu ketakutan dan ia balik badan hendak lari tapi di sana sudah ada Emerson.
Ia bingung mau lari kemana lagi, Syafiq menangkap tangannya.
"Ayo, kita bawa ke kamarmu," ucap Syafiq membawa wanita itu masuk ke kamar Emerson.
Syafiq mendudukkan wanita itu di atas Sofa dan Syafiq duduk di sampingnya.
"Aku tidak mengenalnya," ucap Emerson.
"Bisa jadi dia suruhan," ucap Syafiq.
"Katakan kenapa kau melakukannya?" tanya Syafiq.
Wanita itu hanya terdiam.
"Jawab kenapa!" bentak Emerson.
Wanita itu memberi kode, ternyata dia bisu.
"Aku tidak mengerti bahasa kode seperti ini, kamu sendiri bicara dengannya," ucap Syafiq.
"Aku juga tak paham," ucap Emerson.
"Ya sudahlah, terpaksa aku juga yang mengalah," ucap Syafiq.
"Gunakan poin untuk mengerti bahasa bisu"
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
__ADS_1
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai
Poin Anda di potong 10 poin
Poin Anda menjadi 180 poin.
Syafiq menggunakan kode seperti wanita itu. Wanita terdiam dan tidak membalasnya.
"Kenapa kau tidak membalasnya? Apa kau suruhan orang yang ingin membunuh Emerson?" tanya Syafiq dengan bahasanya kodenya kepada Wanita itu.
Wanita itu tetap tidak menjawabnya.
"Itu alasan kenapa yang menyuruhmu bisu, agar kau tetap tutup mulut dan ia tahu jika Emerson tidak bisa bahasa kode," ucap Syafiq.
"Kau bisa berada di sini berarti kau juga menginap di sini, tidak mungkin orang asing bisa berkeliaran di sinikan?" tanya Syafiq.
Wanita itu mengangguk pelan.
Wanita itu pun merespon. "Karena Aku membutuhkan uang untuk pengobatan adikku yang sakit, aku terpaksa menerimanya karena aku butuh uang," ucap Wanita itu.
"Berapa kau di bayar?" tanya Syafiq.
"25.000.000," jawabnya.
"Aku akan memberimu 200.000.000, tapi kamu jawab siapa dia," ucap Syafiq.
"Apa kau yakin memberiku uang sebanyak itu?" tanyanya ragu-ragu.
"Apa kau tidak mempercayaiku? Atau kau akan percaya setelah aku melwtakkan uang di hadapanmu?" tanya Syafiq.
"Apa kau akan melapor ke polisi?" tanyanya takut.
"Di sini hanya ada kita bertiga, asal kami tahu siapa di balik ini semua, itu sudah cukup, kami tidak akan melaporkan kamu ke polisi, kau melakukannya itu karena adikmu," ucap Syafiq menyakinkan.
"Baiklah jika begitu, tapi aku ingin melihat uangnyan dulu," ucap wanita itu.
"Ternyata mulutmu saja yang bisu, otakmu bekerja sangat baik, baiklah aku akan mengambilnya, kau tetap di sini, jika kau berani kabur, bukan hanya kesempatan uang 200.000.000 yang hilang, kau juga akan berakhir di penjara," ucap Syafiq.
"Aku akan menepati janjiku," ucapnya.
"Baiklah, Emerson jaga dia sebentar," ucap Syafiq dan langsung menuju kamarnya yang tidak jauh dari sana.
Emerson bingung dengan percakapan mereka sedari tadi, tapi ia memilih percaya kepada Syafiq, ia yakin jika Syafiq bisa menyelesaikan permasalahannya.
Syafiq masuk kamarnya sambil melewati kamar Grizelda.
"Apa Grizelda masih tidur?" tanya Syafiq. "Ya sudahlah, biarkan dia beristirahat sejenak," ucap Syafiq melewati kamarnya dan masuk ke kamarnya.
SYAFIQ
__ADS_1
(Gantikan ke mata uang paris)
SISTEM
(Baik Tuan)
Uang tersebut menjadi mata uang
Syafiq pun membawannya ke kamar Emerson.
"Banyak sekali uangmu, untuk apa?" tanya Emerson.
"Untuk dia," jawab Syafiq meletakkan uangnya di atas meja.
"Ini uang yang aku janjikan, sekarang kau juga berjanji untuk memberi tahu siapa orangnya," ucap Syafiq.
"Dia Emele dan Jack," jawab wanita itu mengeja hurufnya satu persatu agar Syafiq mengerti.
"Emele dan Jack," ucap Syafiq.
"Emele dan Jack," ucap Emerson mengulangnya.
"Kau mengenalnya?" tanya Syafiq.
"Mereka adalah orang yang paling dekat denganku yang tahu pergerakanku, pantas saja dia tahu aku di sini," ucap Emerson sedih.
"Siapa mereka?" tanya Syafiq.
"Pacar dan sahabatku, bodohnya aku sudah mempercayai mereka," ucap Emerson menyesal.
"Kau tidak salah mempercayai mereka, tapi mereka yang bodoh sudah menyiakan kepercayaanmu," ucap Syafiq.
"Aku percaya padamu," ucap Emerson melihat ke arah Syafiq.
"Kau percaya padaku?" tanya Syafiq mnunjuk ke arah dirinya.
"Ya aku percaya karena kau dari tadi sudah berusaha menemukan pelakunya," ucap Emerson.
"Sudah aku katakan aku adalah detektif," ucap Syafiq.
"Bolehkah aku pergi dari sini secepatnya, jika mereka tahu jika aku yang memberi tahu mereka pelakunya, makan adik dan aku tidak akan selamat," ucap wanita itu.
"Dia ingin pergi dan ia tak mau jika ia ketahuan sudah membocorkan mereka pelakunya, ia dan adiknya akan dalam bahaya," ucap syafiq menterjemaahkan kepada Emerson.
"Baiklah, tapi uangmu ini nanti akan aku ganti," ucap Emerson.
"Tidak perlu sudah ada yang gantikan," ucap Syafiq.
"Siapa yang gantikan?" tanya Emerson.
"Sistem," jawab Syafiq kecepelosan.
"Siapa sistem itu?" tanya Emerson penasaran.
"Oh itu... dia temanku, ya sudah biarkan dia pergi, kamu ada tas nggak? untuk dia membawa uangnya," pinta Syafiq.
"Iya ini ambillah," ucap Emerson memberikan tasnya kepada wanita itu.
Setelah selesai memasukkan uang lalu wanita itu pergi.
"Kenapa kau tidak mengikuti wanita itu, bisa jadi dia pergi ke tempat persembunyian kedua orang itu," ucap Syafiq.
"Benar juga apa katamu," ucap Emerson yang langsung berganti pakaian, memakai baju serba hitam, berkaca mata, topi dan mengunakan masker.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih