SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 185


__ADS_3

"Parfumnya kami tukar yang harganya lebih murah dan harganya kami ganti jadi mahal," ucap Sahara dan Grizelda tertawa.


"Terus? Dia bilang apa?" tanya Syafiq.


"No comen! Orang dianya langsung terima kok karena melihat harganya mahal," jawab Sahara.


"Ya sudah, itu juga termasuk menyelesaikan masalah, karena dia nipu ya sudah, kita tipu balik," ucap Syafiq enteng.


"Kamu pas di telpon kemana aja sih?" tanya Grizelda penasaran.


"Itu, mecahin kasus artis bernama Lala yang meninggal dunia di bunuh adik dan pacarnya otak pembunuhannya adalah sutradaranya," ucap Syafiq.


"Apa! Lala artis terkenal itu ya? Dia artis pendatang baru dan ia langsung naik daun lho? Wah... nggak nyangka secepat itu dia mati, mereka benar-benar penjahat ya," ucap Grizelda geram.


"Emang jam berapa pembunuhannya?" tanya Sahara penasaran.


"Emang kalian nggak lihat berita apa?" tanya Syafiq.


"Mana sempat lihat berita, orang asik sibuk ngurusin orang yang menyebalkan itu, untung saja harga parfum yang di tukarkan itu cuma seharga 1 juta," ucap Sahara.


"Syukur deh kalau kalian pinter, terus udah selesai milih mobilnya?" Tanya Syafiq.


"Udah," jawab keduanya kecewa.


"Baguslah, jika kalian lebih lama lagi, akan ku telpon showroom mobil untuk mengambil kembali mobilnya, biar sama-sama nggak punya mobil kalian," ucap Syafiq.


"Jangan donk! Kami 'kan udah selesai milihnya," ucap Grizelda manyun.


"Makanya apa yang ada di pake aja, udah di beli tinggal di pake aja rebutan dulu," ucap Syafiq mengomel.


"Paket makanan Anda sudah sampai," kurir pengantar makanan datang.


"Terima kasih pak, sudah bayar di aplikasi ya," ucap Syafiq menerimanya.


"Iya bang terima kasih juga sudah di bayar lebih," ucap kurir itu tersenyum.


"Iya sama-sama," ucap Syafiq.


"Jika begitu saya permisi dulu," ucap pengantar makanan dan ia pun pergi.

__ADS_1


Syafiq membawa masuk ke dalam dan meletakkan box di depan mereka.


"Punya kami di beli juga nggak?" tanya Sahara.


"Nggaklah, aku pikir kalian nggak mau makan karena rebutan mobil itu, mungkin kalian sudah kenyang," ucap Syafiq berbohong sambil membuka box tersebut.


"Ikhhh... jahat banget sih," sahut Grizelda manyun.


"Oke! Ini pesananku, kalian silakan ambil sendiri," ucap Syafiq mengambil bagiannya.


Jelita dan Glinda juga mengambil bagiannya. Sedangkan Sahara dan Grizelda terdiam karena mereka berpikir makanan mereka tidak di pesankan sambil melihat Syafiq manyun.


"Lho? Kalian nggak makan?" tanya Jelita.


"Mau makan apa!" ucap Grizelda kesal.


"Ya makan makananlah, kalo kalian nggak mau, aku ambil lho bagian kalian," ucap Jelita.


"Biarkan saja jika mereka nggak mau, kita habisi saja mumpung makanannya enak," ucap Syafiq memanas-manasi.


Sahara melihat ke dalam box tersebut dan tersisa 2 makanan lagi, yang tadinya cemberut berubah menjadi senyum Karena ia tak jadi kelaparan.


Grizelda pun melihat ke dalam box tersebut dan mengambilnya.


"Thankz ya Syafiq, kirain kamu beneran tega," ucap Grizelda.


"Mana tega aku membiarkan para gadis-gadisku kelaparan, ntar nggak mau lagi suruh-suruh," ucap Syafiq.


"Jadi kamu ngasih kami makan biar bisa nyuruh-nyuruh kami?" tanya Sahara.


"Eiittt, bukan gitu maksudnya, kalian kan pekerjaku, ya harus mau lah di suruh mengerjakan pekerjaan, aku kemungkinan besok akan masuk kuliah lagi, aku harus menelpon koki itu untuk melihat kesiapan restoran itu," ucap Syafiq.


"Kata mereka restoran kamu di dekat hutan sih, apa nggak seram tuh?" tanya Jelita.


"Eh..." Syafiq melihat ke arah Grizeldan dan Sahara tertawa kecil.


"Anu... ini konsepnya tentang tanaman hijau, nanti juga di bersihkan dan juga di hiasi dengan tanaman hijau agar tempatnya nyaman dan dingin, para pengunjung juga bisa beristirahat dari ramainya kota," ucap Syafiq ngasal karena ikut berbohong juga.


"Hm... gitu ya, bagus juga sih," ucap Jelita mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Hehehe... lanjut makan makanannya," ucap Syafiq mengunyah makanannya.


Setelah makan mereka pun masih bersantai duduk di sofa, Syafiq mengambil ponselnya lalu keluar dari rumahnya.


Tuuuut


Tuuuut


Tuuuut


"Halo," jawab bapak koki.


"Halo pak, bagaimana kabarnya?" tanya Syafiq.


"Baik-baik saja," ucap bapak sambil tersenyum.


"Kemungkinan besar dalam 2 hari lagi restorannya sudah jadi, bagaimana? Apa bapak sudah siap bekerja?" tanya Syafiq.


"Iya Saya siap bekerja," ucap bapak itu semangat.


"Jadi karena besok saya kuliah, jadi tolong lihat-lihat restorannya ya, akan saya transfer uang dan bapak beli mobil untuk kendaraan bapak dan untuk membeli peralatan dapur dan bahan makanan, ingat jangan bapak yang bawa, tapi suruh penjual itu yang mengantarkan barang-barangnya ya, bapak cukup beri alamatnya saja, sekalian bapak pergi ketoko mebel untuk membeli kursi kwalitas terbaik dan besok akan saya tunjukkan tempatnya sebelum berangkat kuliah. Nah, malam ini bapak beli mobilnya, dan langsung saya share lokasi saya agar bapak bisa langsung ke rumah saya dan kita pergi sama-sama," ucap Syafiq.


"Baiklah jika begitu, terima kasih Tuan," ucap Koki itu.


"Iya sama-sama, langsung saya transfer ya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," ucap koki itu.


Syafiq pun memutus panggilannya dan menstransfer uangnya.


Ding ding


Hadiah Anda kurang 50.000.000.000


Sisa hadiah Anda 1.710.456.000.000


Pengiriman berhasil.


Syafiq kembali masuk ke dalam rumahnya dan bergabung dengan mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2