SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 175


__ADS_3

"Aku tidak mencurigai kalian semua, tapi salah satunya saja," ucap Syafiq.


"Apa! Kenapa kau mencurigai salah satu dari kami?" tanya Fizan.


"Jelaskan di mana kalian saat sebelum kalian ke sini bersama-sama, jika kalian tak punya alibi yang kuat maka kalian akan aku curigai," ucap Syafiq.


"Aku sedang di rumah menyantap sarapan, berhubungan kami semua dari awal sudah sepakat dengan jam yang sudah di janjikan untuk ke rumah Rendi makanya aku berangkat," ucap Fizan.


"Aku juga sama, setelah sarapan aku juga berangkat mengunakan mobilku," jawab Lisa.


"Aku juga dari rumah dan sebelumnya datang dulu ke rumah Keiza dan kami berangkat bersama dan kami mampir dulu ke toko kue untuk membelinya," ucap Lia menujuk beberapa kotak kue di bagasi mobilnya..


"Aku juga langsung berangkat dan bertemu Lisa beberapa meter dari jarak rumah Rendi dan kami sepakat menunggu yang lain," jawab Dahlia.


"Aku juga langsung berangkat menggunakan mobilku," jawab Messi


"Aku juga sama, aku juga berangkat mengunakan mobil membawa hadiah untuk pertunangan Rendi dan Lia," jawab Kemal.


"Baiklah, ada seseorang yang takut di curigai jadi ia sengaja membuat alibi agar tidak di curigai," ucap Syafiq.


"Siapa?" tanya mereka binggung dan saling berpandangan.

__ADS_1


"Kau melihat Jerry masuk ke rumah Rendi dan mereka bertengkar hebat dan kau punya ide untuk untuk menjatuhkan kesalahannya pada Jerry karena mereka punya masalah, jika kau melakukan sesuatu maka kau tidak akan di curigai dan kau bukan menghapus sidik jarimu tapi kau mengunakan sarung tangan dan bukan pula kau memegang pisaunya melainkan pisau itu di pegang sendiri oleh korban dan kau hanya meminjam tangannya untuk menusuknya sendiri di saat itu ia sedang lemah karena setelah betengkar dengan Jerry," ucap Syafiq.


"Bukannya jika orang bertengkar itu emosi dan semakin kuat?" tanya Lisa.


"Benar, biasanya orang yang akan marah pasti sangat kuat, namun ia tah kenyataan yang sebenarnya yang di katakan oleh Jerry maksud dan tujuannya yang sebenarnya, ia menjadi tak percaya dan menjadi sangat sedih di tambah lagi saat itu seseorang datang menemuinya, saat di tanya ia mengakuinya dan membenarkan apa yang di katakan oleh Jerry dan saat itulah ia menjadi sangat sedih dan tak berdaya, dan pelaku punya kesempatan untuk melakukannya pembunuhan, apa alasan dia membunuhnya aku juga tidak tahu, mungkin kau bisa menjelaskan yang sebenarnyanya pacar Rendi, benarkan Lia," ucap Syafiq tersenyum ke arah Lia.


Semua melihat ke arah Lia yang hanya terpaku terdiam sesaat.


"Tidak mungkin kau 'kan Lia, bukannya kalian saling mencintai?" tanya Keiza tak percaya melihat ke arah sahabatnya itu.


"Sudahku duga, kau membawa pisau lipat itu ternyata memang untuk membunuhnya," ucap Messi.


"Terserah kau mengatakan aku palsu atau bukan, jika aku bisa mengungkapkan peristiwa ini di katakan detektif palsu, lalu mereka apa? Detektif yang tidak bisa mengungkapkan kebebarannya," ucap Syafiq melipat tangannya ke arah 2 orang pria itu.


"Sialan! Kau malah membawa-bawa kami, tapi kebenarannya belum terungkap, kau jangan membawa kami sembarangan," ucap pria itu marah.


"Sebentar lagi kebenarannya akan terungkap, hanya saja menunggu dia untuk jujur," ucap Syafiq.


Glinda, Brima dan polisi lain berjaga-jaga takutnya pelaku yang di sebutkan akan kabur.


"Lebih kau mengaku sebelum terungkap atas kejadian ini, jika tidak maka hukumanmu akan bertambah berat," ucap Syafiq.

__ADS_1


"Aku benar mencintainya, tidak mungkin membunuhnya, apa lagi kami akan segera bertunangan, tidak mungkin aku bertunangan dengan orang meninggal," ucap Lia membela diri.


"Apa kau sangat yakin jika kau mencintainya?" tanya Syafiq.


"Benar, aku memang mncintainya, lalu untuk apa aku serius denganya," ucap Lia bersikeras.


"Baiklah jika begitu, kalau begitu kaulah pelaku sebenarnya," ucap Syafiq menangkap tangan Keiza.


"Apa!" mereka sangat kaget saat Syafiq memegang tanya Keiza, Glinda dan Brima tadi memasang waspada kepada Lia.


Ternyata inilah trik yang di gunakan Syafiq agar pelaku sebenarnya mengurangi tingkat kewaspadaan sehingga ia tidak lagi membataskan dinding pertahanan yang dari awal ia bangun.


"Kenapa kau menuduhku, kau tak punya bukti apa pun untuk mengatakan jika aku pelakunya," ucap Keiza.


"Kau masih saja tidak mengaku, kau dan Lia pergi ke toko kue sebelumnya pasti kau yang menelpon Lia dengan alasan untuk menyambut pertunangan Lia dan Rendi sebenarnya kau sedang membuat alibi agar tidak di curigaikan, benarkan Kemal?" tanya Syafiq kembali tersenyum.


Mereka kembali kaget dan melihat ke arah Kemal.


"Kenapa harus Kemal, bukannya selama ini dia hanya diam dan tidak mungkin rasanya melaukan kejahatan," ucap Lisa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2