SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 283


__ADS_3

Akhirnya Syafiq pun sampai di dekat mobilnya dan Brima duduk di atas mobil sambil menunggunya.


Syafiq turun dari motor tukang ojek itu lalu menuju mobilnya dan membuka bagasi. Ia mengambil beberapa lembar uang dan memberikan kepada tukang ojek.


"Maaf sudah membuat motor Anda lecet," ucap Syafiq menyerahkan kepada bapak tersebut.


"Tuan, ini sangat banyak, motor saya hanya lecet sedikit saja, meskipun Anda kaya, uanga Anda tidak turun dari langit," ucap tukang ojek tersebut.


Syafiq teesenyum.


Syafiq mendekati bapak tersebut. "Sebenarnya uang saya memang turun dari langit, jangan bipang-bilang ya," bisik Syafiq tersenyum.


Bapak itu terdiam sesaat.


"Terima kasih Tuan, terima kasih, trima kaaih banyak," ucap tukang ojek tersebut membungkukan badannya.


"Iya sama-sama, kami permisi dulu," ucap Syafiq.


"Silakan Tuan," angguk tukan ojek tersebut.


Syafiq dan Brima masuk mobil dan meninggalkan tempat terserbut.


Ding ding


Hadiah Anda di kurang 3.000.000


Sisa hadiah Anda 6.220.850.000.000.


Mobil pun melju kencang di jalanan. Tak lama kemudian mereka pun sampai di vila.


Syafiq menuju tempat pembangunan tersebut.


"Eh Tuan," ucap pemilik toko bangunan mendekati Syafiq.

__ADS_1


"Iya, bagaimana pembangunanya? Apa ada kendala?" tanya Syafiq.


"Untuk saat ini tidak Tuan," jawab pemilik toko bangunan.


"Saya harap pembangunan ini cepat selesai," ucap Syafiq.


"Akan kami usahakan, apa lagi kami menggunakan alat kontruksi agar memudahkan pekerjaan," ucap pemilik toko bangunan tersebut.


"Baiklah jika begitu. Oh ya, besok saya pergi keluar negeri, tolong di handel ya pak, masalah uang tidak usah masalah, yqngpenting bangunannya kuat," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, akan saya handlekan semuanya, Tuan tenang-tenang liburannya," ucap pemilik toko bangunan itu tersenyum.


"Eh… hm… iya," angguk Syafiq.


"Baiklah pak, aku ke sana dulu ya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan," angguk pemilik toko bangunan.


Syafiq pun kembali ke vilanya dan masuk ke dalam.


"Kalian sepertinya punya persiapan," ucap Syafiq duduk di samping Sahara.


Sahara bergelantungan di tangan Syafiq.


"Iya donk, biar kulit halus dan tidak terlihat tua," ucap Jelita.


"Udah selesai masalah perusahaannya?" tanya Syafiq.


"Udah, hanya sebentar saja kok," jawab Jelita.


"Ambil laptopku donk sayang," ucap Syafiq kepada Sahara.


"Di mana?" tanya Sahara.

__ADS_1


"Di kamarku di dalam tas di atas meja," jawab Syafiq.


Sahara berdiri dan masuk ke kamar Syafiq.


"Di mana Yedi?" tanya Syafiq.


"Oh, sama Grizelda di restoran," jawab Glinda.


"Sepertinya mereka makin dekat aja," ucap Syafiq.


"Setelah hatinya kecewa olehmu, dia berusaha membuka hati untuk orang yang bener-benar menyukainya, mungkin dia nggak mau membuang waktunya untuk orang yang tidak menyukainya," ucap Jelita.


"Bener itu, baguslah jika dia move on," sahut Glinda.


"Oh iya, kamu nggak bawa Bang Bara?" tanya Syafiq.


"Apa dia harus di bawa juga?" tanya Jelita.


"Kalau dia punya waktu boleh di bawa juga," ucap Syafiq.


"Baiklah, aku akan telpon dia kalau dia nggak sibuk," ucap Jelita.


Sahara keluar dari kamar membawa laptop.


"Nih," ucap Sahara meletakkan di atas paha Syafiq.


"Terima kasih Sayang," ucap Syafiq mengacak rambut Sahara.


"Ih, berantakkan rambutku tau," ucap Sahara bergelantungan manja di tangan Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2