SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 200


__ADS_3

"Terima kasih komandan atas penghargaannya," ucap Syafiq menerimanya.


"Terima kasih kembali," ucap komandan itu.


Semuanya bertepuk tangan dengan meriah saat Syafiq menerimanya penghargaanya.


Para polisi membuat videonya dan membagikan ke media sosialnya sehingga membuat Syafiq menjadi Viral.


"Kamu juga jangan sungkan untuk meminta pertolongan dari kami, kami akan berusaha untuk menolongmu, tapi pastinyabdalam hal kebaikan," ucap Komandannya.


"Baik pak, tapi saya ingin permisi melihat teman kampus saya yangbsedang di penjara," ucap Syafiq.


"Mari saya temani," ajak Komandannya.


"Tidak perlulah pak, Anda masih banyak yang harus di kerjakan, saya nggak mau jadi menghambat pekerjaan bapak, Saya cukup pergi bersama Pak Brima saja," ucap Syafiq.


"Baiklah, kamu memang sangat pengertian sekali, jika begitu saya permisi ya," ucap komandan itu.


Komandan polisi kembali masuk ke ruangannya.


"Ayo bang temani aku sebentar," ajak Syafiq.


"Ayo," angguk Brima.


Brima membawa Syafiq ke sel tahanan yang berisi para kriminal.


Sesampainya di sana, terlihat ibu dan ayah Roni yang sedang mengunjungi anaknya.

__ADS_1


Mereka semua melihat saat Syafiq datang.


"Sialan kau! Gara-gara kau, aku di penjara, mati saja kau sana!" teriak Roni histeris.


"Kau bukannya temannya Roni, apa yang telah kau lakukan padanya, keluarkan dia dari penjara!" teriak ibu Roni sambil menangis di hadapan Syafiq.


"Aku tidak dendam dengannya dan juga tidak pernah ingin berbuat jahat padanya, dia masuk di geng buronan polisi itu adalah keinginannya sendiri, dia telah membully, meminta uangnya dan telah melukai temanku hingga massuk rumah sakit demi ingin memotong tanganku dan membuatku cacat seumur hidup, lalu ingin merusak acara pernikahan Bibiku, dan membuliku karena seorang wanita, bagaimana kalian membayar kejahatannya padaku?" tanya Syafiq kesal.


"Itu semua karena kamu! Kamu yang sudah membuat aku jadi begini! Kamu yang udah memaksaku masuk ke geng ini! Itu semua karena kamu! Kamulah penjahat yang sebenarnya!" teriak Roni dengan mata berair.


"Waktu pertama aku masuk kuliah, kau terus menghinaku miskin dan semacamnya, apa pernah aku balas? Kau bahkan mencegatku di jalanan dan memukul aku dan temanku, tapi aku tidak melaporkannya kepada polisi, ini adalah hasil yang kau tuai setelah kejahatan yang kau semai, aku tidak perlu menelpon polisi tapi polisi sendiri yang datang untuk menangkap kalian, dan asal kalian tahu salah satu polwan terluka karena kalian, dan kalian harus mempertanggung jawabkan atas perbuatan kalian," ucap Syafiq.


"Hahahah... kenapa dia tidak mati saja," ucap Roni membulatkan matanya.


"Roni!" bentak ayahnya.


"Apa yang sudah kau lakukan! Begitu banyak kejahatan yang kau buat, sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya ayahnya geram namun sangat sedih.


"Papa nggak bisa memberi apa yang aku mau, padahal uang kalian banyak, tapi kenapa kalian sangat pelit denganku," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah jelas dia kalian manjakan tapi dalam bentuk material, bukan bentuk bathin atau kasih sayang, di saat kalian tidak memberikan sesuatu maka ia merasa tak di pedulikan," ucap Syafiq.


"Diam kamu! Jangan ikut campur masalah keluargaku!" teriak Roni marah.


Ibu Roni mendekati anaknya di sel tahanan "Roni, maafkan ibu Roni, ibu sudah berbuat salah padamu sehingga membentuk kamu jadi sepeeti ini, ibu sangat menyesal Nak," ucap Ibu Roni menangis.


"Mama tidak salah, aku yang minta maaf," ucap Roni memegang tangan ibunya.

__ADS_1


"Saya juga minta maaf atas perbuatan anak saya kepadamu yang selama ini dia lakukan," ucap ibu Roni kepada Syafiq.


"Aku tidak apa-apa Tante, aku harap kalian meminta maaf secara pribadi kepada teman saya atau dia tidak akan memaafkan Roni, orang tuanya belum saya beri tahu masalah ini tapi saya rasa ia akan tahu segera dari anaknya meskipun ia tutup-tutupi," ucap Syafiq.


"Iya, kami akan pergi sekarang, tunjukan jalannya," ucap ibu Roni pasrah.


"Tidak mama, jangan minta maaf padanya! Mereka itu komplotan untuk memasukkanku dalam penjara!" teriak Roni tak terima.


"Cukup Roni! Setelah apa yang kamu perbuat Papa tidak akan memaafkan kamu sebelum kamu berubah," ucap ayah Roni.


Roni terdiam karena bentakkan orang tuanya.


Tak lama kemudian Sahabat Roni datang menjenguk.


"Roni, kok kamu masuk penjara?" tanya temannya.


"Bro, tolongi aku, kamu punya polisi kan? Bantu aku keluar dari sini," ucap Roni memohon.


Temannya itu terdiam sesaat. "Maaf ya Bro, aku nggak bisa bantu, jika pamanku bantu kriminal, maka ia akan di pecat menjadi polisi, itu akan membuat ia hilang pekerjaannya, lagian kamu ngapain masuk geng buronan karena hanya untuk mengalahhkan," ucap temannya itu menunjuk ke arah Syafiq.


"Apa maksudmu kriminal, aku tidak melakukan hal jahat apa pun, kalau iya pun kenapa hanya aku yang di penjara!" teriak Roni geram.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2