
Mobil mahal itu kini menjadi milik Syafiq.
"Wah... mobilmu tambah keren aja nih, aku tambah iri," ucap Yedi.
"Iya, setelah beli mobil ini aku mau bikin usaha," jawab Syafiq.
"Wah jangan lupa aku jadi menejernya," ucap Yedi menepuk pundak Syafiq.
"Aman tuh, tapi siapa sekretarisnya?" ucap Syafiq dan mereka tertawa bersama.
"Sahara, Grizelda, atau wanita tadi," ucap Yedi memberi saran.
"Mereka ya? Hahaha aku jadikan saja mereka OG," ucap Syafiq tertawa.
Yedi langsung manyun.
"Ya udah, ya udah, kamu pulang ke rumah apa ikut aku?" tanya Syafiq.
"Ikut kamu aja, kalau kamu tiba-tiba pusing bagaimana?" ucap Yedi khawatir.
"Kamu emang setia kawan ya," ucap Syafiq bangga.
Syafiq pun kembali dengan mobil barunya.
"Gunakan poin untuk penyembuhan"
Penyembuhan.
Memuat...
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
__ADS_1
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
Poin Anda di potong 30 poin.
Sisa poin Anda 190 poin.
Perlahan-lahan luka Syafiq sembuh.
Sesampainya di rumah Grizelda duduk di sofa sambil menonton tv.
"Syafiq, kamu sudah pulang," sapa Grizelda menghampiri Syafiq.
"Iya, di mana Bibi?" tanya Syafiq.
"Bibi pergi sama calonnya itu, katanya ada yang di perlu di urus lagi," ucap Grizelda.
"Oh baiklah jika begitu," angguk Syafiq menuju dapur. Kemudian ia balik lagi.
"Sudah, kamu mau makan? Aku temani," ujar Grizelda tersenyum mengembang.
"Hm... ya udah," ucap Syafiq mengangguk dan Grizelda mengekor dari belakang.
"Apalah dayaku, aku malah jadi obat nyamuk," ucap Yedi manyun, ia juga lapar jadi ia mengikuti mereka dari belakang.
Syafiq duduk di meja makan bersama Yedi dan Grizelda.
"Bude masakkan ini, nggak tau kamu suka apa nggak," ucap Bude Rania.
"Pasti suka Bude," ucap Syafiq tersenyum dan melahap makanannya.
"Nona nggak sekalian makan," ucap bude kepada Grizelda.
"Nggak Bi, tadi kan udah makan, ini cuma nemani Syafiq aja," ucap Grizelda.
Bude Rania melihat ke arah Yedi.
"Kamu nggak ada yang nemenin?" tanya Bude tersenyum.
__ADS_1
"Ah, Bibi meledek aku ya," ujar Yedi manyun.
"Bukan, hanya tanya saja," ujar Bude Rania.
"Oh iya, Bibi kamu tadi pesan sama Bude katanya mungkin pulang agak telat atau mungkin pulangnya besok, soalnya habis ngurus surat mereka mau bawa Alviso jalan-jalan," ucap Bude menyampikan pesan.
"Oh begitu, ya sudahlah, besok kita mulai mendekorasi rumah dan aku akan pesan undangannya," ujar Syafiq.
"Iya Bude juga akan ikut bantu," ucap bude dan ia balik belakang dan kembali membersihkan meja kompor.
Tririring
Tririring
Tririring
Ponsel Syafiq berbunyi dan ia mengangkatnya.
"Halo Sahara," jawab Syafiq.
Seketika Grizelda manyun.
"Kamu di mana? Main pergi aja tadi," ucap Sahara.
"Eum... anu... aku tadi pergi beli rumah," ucap Syafiq.
"Oh, jadi kamu di mana sekarang?" tanya Sahara.
"Di rumah Bibi, nanti kita ke rumah baru ku," ucap Syafiq.
"Oke aku ke sana sekarang," ucap Sahara mematikan panggilannya.
Kini ia menggunakan mobil sendiri berangakt ke rumah Syafiq.
Setelah makan mereka mengobrol sebentar di ruang tamu.
"Oh ya, aku mandi dulu, kamu mandi nggak?" tanya Syafiq kepada Yedi.
"Jelas donk," ucap Yedi berdiri mengikuti Syafiq masuk kamarnya dan mereka berdua pun mandi.
"Syafiq, aku pinjam bajumu ya," ucap Yedi membuka lemari dan langsung mengambil baju Syafiq lalu memakainya tanpa menunggu jawaban Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih