SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 277


__ADS_3

"Baik Tuan, akan segera kami siapkan," ucap kepala koki mengangguk.


Syafiq dan yang lain duduk di tempat khusus mereka, sambil menatap laut.


Yedi membuka ponselnya dan mencari berita tentang negara M.


"Ke negara M apa hanya untuk menyelesaikan tugasmu saja?" tanya Brima.


"Hm… tidak juga, aku mencoba untuk membangun bisnis di sana kalau bisa dan sekalian jalan-jalan," ucap Syafiq.


"Wah mantap tuh, kalau gitu aku akan memberi tahu komandan dulu nih," ucap Brima.


"Wah… tak lama lagi negara M bakalan musim salju nih, aku harus siapkan mantel tebal, kita akan cari tempat main ski," ucap Yedi bersemangat.


"Hm... terserah kamu saja," ucap Syafiq.


"Halo," jawab komandan.


"Halo, komandan saya minta izin 2 hari lagi ke luar negeri," ucap Brima.


"Mendadak sekali, ada keperluan apa?" tanya komandan.


"Syafiq ingin pergi ke negara M untuk mengerjakan tugas kampusnya, jadi saya harus ikut dengannya," ucap Brima.


"Hm… begitu ya, ya sudah tidak apa-apa, tapi ingat, meskipun kamu polisi di negara kita, kalian tetap hati-hati, negara M tidak sama dengan negara kita. Tapi berapa lama di sana?" tanya Komandan.


"Belum di tentukan, karena Syafiq sekalian mencari rekan bisnis," jawab Brima.


"Baiklah, jika begitu kalian tetap waspada ya, jangan keasikan main di negeri tetangga nanti lupa pulang," ucap Komandan.


"Baik komandan, tidak lupa jalan pulang kok," ucap Brima sambil tertawa.


Panggilan pun di putuskan.


Para gadis-gadis itu berdatangan duduk di kursi mereka.


"Silakan Tuan," ucap pelayan itu meletakkan makanan di atas meja. "Nona, Anda pesan apa?" tanya Pelayan itu.


"Hm…" sahara melihat makanan yang di pesan Syafiq.


"Aku pesan yang sama saja," ucap Sahara.


"Aku juga sama," jawab Glinda.


"Berarti semuanya sama?" tanya Dita.

__ADS_1


"Iya, sama 'kan saja semuanya," jawab Jelita.


"Hey kalian tahu nggak?" ucap Yedi membuat kehebohan.


"Apa'an?" tanya Sahara nggak peduli.


"2 hari lagi Syafiq mau ajak kita ke negera M, siapa mau ikut," ucap Yedi.


"Eh… serius kamu?" tanya Jelita kepada Syafiq.


"Iya," jawab Syafiq mengangguk.


"Ngapain? Liburan?" tanya Sahara.


"Nggak, mau ngerjain tugas dari kampus," jawab Syafiq.


"Wih… mantap tuh," ucap Grizelda.


"Kenapa harus jauh-jauh ke luar negeri, dalam negeri aja banyak kok," ucap Jelita.


"Mau ikut apa nggak?" tanya Syafiq.


"Mau donk," ucap mereka.


"Aku sudah punya kok," ucap Glinda.


"Aku juga," jawab Sahara.


"Berarti, Bang Brima sendiri yang belum punya ya," ucap Yedi.


"Apalah dayaku cuma bisa liburan dalam negeri aja," ucap Brima.


"Yang pentingkan pernah liburan," ucap Sahara.


"Iya 'kan, yang penting pernah jalan-jalan," angguk Brima membela diri.


Mereka pun melahap makanannya.


"Hm… kira-kira besok aku bawa apa ya?" tanya Sahara.


Ding ding


Misi baru


Seorang nelayan jatuh ke laut.

__ADS_1


Hadiah 400.000.000.000


Syafiq bediri.


"Aku pergi sebentar," ucap Syafiq.


"Kemana?" tanya Yedi.


"Ke laut," jawab Syafiq.


"Ngapain ke laut, nggak mungkin mau bunuh diri 'kan?" tanya Yedi bercanda.


"Nggak, ayo ikut, yang perempuan tinggal di sini aja," ucap Syafiq.


"Ada masalah?" tanya Glinda.


"Sedikit aja, kalian bersantailah," ucap Syafiq.


Brima dan Yedi mengikuti Syafiq pergi, mereka hanya jalan kaki.


"Lho? Nggak pake mobil?" tanya Yedi.


"Nggak, justru akan sulit mencarinya," ucap Syafiq menuju di bibir pantai.


"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Brima.


"Ada orang jatuh ke laut," ucap Syafiq.


"Eh… benarkah?" tanya Yedi mencari-cari seseorang yang ada di laut.


"Yedi kamu tunggu di sini aja," ucap Syafiq yang langsung menceburkan dirinya ke laut yang di ikuti Brima.


"Kalian kalau ada apa-apa lambaikan tangan!" teriak Yedi.


Syafiq dan Brima berenang terus.


"Bang, ayo ke sana, itu seperti sampan nelayan," ucap Syafiq.


Brima mengangguk dan mereka pun berenang mendekati sampan ya terbalik.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2