
Tuut
Tuut
Tuut
"Halo," jawab Bara.
"Halo. Hm… kamu sibuk?" tanya Jelita
"Untuk sekarang sih tidak, ada apa?" Bara balik bertanya.
"Hm… besok kami akan ke luar negeri, jika kamu tidak sibuk dan tidak ada meeting maukah kamu ikut?" tanya Jelita.
"Lha? Ngomong gitu aja sambil malu-malu," celetuk Glinda.
"Benarkah? Baiklah, aku akan membatalkan semua pertemuanku beberapa hari ke depan," ucap Bara.
"Jika kamu sibuk kamu tidak perlu ikut," ucap Jelita cepat.
"Kau melarangku pergi?" tanya Bara.
"Eh… bukan begitu, takutnya mengangguk pekerjaanmu," ucap Jelita.
"Tidak apa-apa, aku juga sudah lama tidak keluar negeri, aku juga butuh berlibur sebentar," ucap Bara.
"Baiklah jika begitu, sampai ketemu besok," ucap Jelita dan ia pun langsung memutuskan panggilannya.
Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Bara sampai di vila.
"Permisi," ucap Bara.
"Masuk Bang Bara," ucap Syafiq mempersipakan.
"Terima kasih," angguk Bara.
"Eh... kok kamu ke sini? Apa nggak lagi sibuk?" Tanya Jelita.
"Aku ke sini karena kamu tidaka mengatakan ke negara mana kalian pergi," ucap Bara.
"Oh, iya aku lupa mengatakannya," ucap Jelita.
__ADS_1
"Cie... kak Jelita sengaja tuh lupa ngasih tau, biar Bang Bara dateng," goda Sahara.
"Apa'an sih kamu," ucap Jelita malu-malu.
"Kami mau ke negara M," jawab Syafiq.
"Berapa lama?" Tanya Bara.
"Belum pasti, sekalian liburan," ucap Syafiq.
"Oh begitu ya, mungkin aku jika 1 minggu aku bisa pulang bersama kalian, jika lebih dari 1 minggu mungkin aku akan pulang duluan," ucap Bara.
"Baiklah, mungkin satu minggu cukup," jawab Syafiq.
XXXXX
Ke esokan harinya.
Hari keberangkatan mereka sudah tiba.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Syafiq.
"Ya udah, ayo kita berangkat," ucap Syafiq.
"Let's go," ucap mereka semua senang.
Mereka pun masuk mobil dan menuju bandara.
"Mobil kita letakkan di tempat penitipan kendaraan saja," ucap Syafiq.
Para gadis-gadis turun sedangkan yang pria meletakkan mobil mereka di penitipan.
"Bang, kami ingin menitipkan kendaraan kami di sini selama 1 minggu," ucap Syafiq.m
"Berapa mobil?" tanya pria yang bekerja di sana.
"4 buah mobil," jawab Syafiq.
"Baiklah, untuk satu buah mobil 100 ribu perhari, jika 4 buah mobil selama 7 hari berarti 7x4\= 2.800.000," ucap pegawai itu.
"Baiklah, biar aku yang bayar," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Tidak usah, biar aku saja yang bayar. Pembayarannya menggunakan apa?" tanya Bara.
"Bisa Transfer pak," ucap pria itu.
"Baiklah, berikan aku nomor rekeningnya," ucap Bara.
"Baik pak," angguk Pria itu memperlihatkan nomor rekening di ponselnya.
Bara mencatatnya dan mengirimnya.
"Sudah masuk, terima kasih pak," ucap pria itu.
"Udah, ayo kita pergi," ajak Bara menenteng koper milik Jelita dan miliknya.
Mereka semua menuju arah kursi tunggu menjelang Pesawat berangkat.
Terdengar suara dari pengeras suara jika jika pesawat akan segera berangkat.
"Perhatian! Bagi penumpang dengan tujuan ke negara M, peswat akan segera berangkat, silakan agar bersiap-siap masuk ke dalam."
"Ayo kita masuk," ajak Syafiq.
Mereka semua menenteng barang bawaannya untuk di periksa di pintu masuk.
Setelah di periksa mereka pun masuk ke dalam.
"Harap mematikan ponsel Anda segera, karena pesawat akan lepas landas."
1…
2…
3…
Berangkat.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1