
Pengawal itu tetap bungkam.
"Katakan!" teriak Pak Hadi.
"Maafkan saya Tuan, saya terpaksa melalukannya," ucap Pengawal pribadi itu berlutut.
"Apa yang kau lakukan? Dan kau melakukan untuk apa?" tanya pak Hadi.
"Aku melakukannya karena anakku berbisnis dan bangkrut, ia tak punya uang untuk membayarnya, aku berencana untuk menjualya, tapi itu belum aku lakukan karena di saat yang sedang memanas aku akan di curigai," ucap Pengawal pribadinya.
"Jika kau ada masalah kenapa tidak cerita denganku," ucap Pak Hadi.
"Aku tak berani karena Tuan sudah baik denganku," ucap pengawalnya berlutut.
"Jika aku sudah baik denganmu, kenapa kau malah mencuri patungku," ucap pak Hadi menyesalinya.
"Setelah aku menjualnya, maka akan aku ambil kembali dan mengembalikannya," ucap pengawalnya.
"Kau tidak berniat mencurinyakan?" tanya Pak Hadi.
"Tidak Tuan, aku hanya karena terdesak melakukannya Tuan, tolong ampuni aku dan aku akan mengembalikannya," ucap Pengawal itu.
"Haish... ya sudahlah, aku akan memaafkanmu kali ini dan membayar kebangkrutan bisnis anakmu, tapi jika kau melakukannya maka aku tidak akan sungkan-sungkan memenjarakanmu," ucap pak Hadi.
"Terima kasih Tuan, aku akan menjaganya dengan baik, aku janji ini yang terakhir aku lakukan, dan tidak akan mengulanginya lagi, aku akan jaga kepercayaan Tuan," ucap pengawal itu sungguh-sungguh.
"Lalu di mana kau menyimpan patung itu?" tanya pak Hadi.
"Aku menyembunyikannya di rumahku di dalam brangkas agar tidak di ambil oleh siapa pun di rumah itu," ucap Pengawalnya.
"Baiklah jika begitu, terima kasih sudah membantuku, aku akan memberikanmu hadiah," ucap pak Hadi.
"Tidak perlu, aku hanya ingin membantu saja, tidak perlu memberiku hadiah," tolak Syafiq.
"Terima kasih atas bantuannya, jika kau ada perlu apa-apa beri tahu aku, aku pasti akan membantumu," ucap pak Hadi menjabat tangan Syafiq.
__ADS_1
"Iya sama-sama," angguk Syafiq.
"Baiklah, permasalahannya sudah selesai, jika begitu kami permisi dulu," ucap Glinda.
Mereka semua pun keluar dari ruangan tersebut, sedangakam mbah dukun tadi masih duduk di tempatnya tadi.
"Pak Malik, apa sudah menemukannya?" tanya Syafiq mendekati pak Malik.
"Aku Sudah menemukannya, lalu apa yang kalian lakukan di dalam ruangan tadi?" tanya Pak Malik.
"Tidak ada, hanya mengobrol biasa saja, lalu di mana patung itu berada?" tanya Syafiq. Sedangakan Glinda dan Brima tertawa kecil.
"Oh itu, ada di... sebuah gedung, mungkin lebih tepatnya sebuat rumah atau di ruangan," ucap pak Malik ngasal.
"Wah... Anda hebat sekali pak Malik, bisa mengetahui tempatnya," puji Syafiq.
"Maaf ya pak Malik, uang 5 juta itu untuk anda saja, masalah pelaku dan patungnya sudah kami temukan, sekali lagi kami minta maaf," ucap Pa Hadi.
"Bagaimana bisa maklhluk gaib itu bisa di temukan oleh orang biasa dan itu hanya para normal yang bisa menemukanya," ucap pak Malik.
Semua orang melihat ke arah Brima, Brima jadi salah tingkah. "Eh maaf, maaf, aku hanya bercanda," ucap Brima kembali serius.
"Tentu saja hanya para normal yang bisa melihat mahluk gaib, tapi pencurinya bukan mahluk gaib, hanya orang biasa dan kami bisa melihatnya juga," ucap Syafiq tersenyum.
"Jadi pelakunya sudah di temukan?" tanya pak Malik Penasaran.
"Iya," angguk Syafiq.
"Siapa pelakunya?" tanya pak Malik antusias.
"Itu tidak bisa kami beri tahu pada publik, cukup kami saja yang tahu," ucap pak Hadi.
"Oh begitu ya, baiklah jika semuanya sudah selesai kami akan pulang dulu, ayo bereskan semua barang-barang kita," ucapnya seperti tidak terima.
Ia trlbih dahulu berjalan menuju mobilnya, sedangkan anak buahnya membereskan peralatannya dan membawanya ke mobil.
__ADS_1
Mereka semua tertawa melihat kepergian pak Malik bersama anak buahnya.
"Jika begitu kami pamit dulu," ucap Syafiq kepada pak Hadi.
"Baiklah, hati-hati di jalan," pesan pak Hadi.
Syafiq pun menuju mobilnya, begitu juga dengan Glinda, Brima dan polisi yang lain.
Ding Ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 80.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 1.860.229.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 20 poin
Poin Anda menjadi 400 poin.
Tririring
Tririring
Tririring.
Ponsel Syafiw berbunyi dan ia pun mengambil dari saku celananya.
"Halo Yedi," jawab Syafiq.
"Halo, Syafiq," jawab seseorang yang bukan dari suara milik Yedi.
"Siapa kamu?" tanya Syafiq serius.
"Hahahaha... kau tidak mengenali suaraku lagi? Jika kau ingin menyelamatkan sahabat sejatimu ini maka kau bisa datang ke geng auman Harimau di jalan manggis, salah satu anggota geng akan menunggumu di jalan dan mereka akan membawakanmu masuk ke dalam, tapi ingat! Jangan kau beri tahu polisi, jika berani kau melakukannya, maka habislah dia," ancamnya.
__ADS_1
bersambung.