SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 244


__ADS_3

"Jangan-jangan kamu pembunuhnya?" tebak Alies.


Sahara berdiri dan marah. "Jangan sembarangan ngomong ya, dia sudah jauh-jauh datang ke sini dan sudah berbaik hati menyampaikan pesan terakhirnya kepada pacarnya dan kamu malah menuduhnya," tuding Sahara geram.


Syafiq memegang tangan Sahara dan menyuruhnya duduk kembali. "Ayo duduk, tidak apa-apa," ucap Syafiq.


"Bisa sajakan, dia membunuhnya sebelum mati Hera meminta pesan terakhirnya dan kalian berpura-pura menyampaikan sekalian memberi tahu jika dia suda mati," ucap Ailes.


"Hey! O'on, jika orang sudah membunuhnya ya bunuh saja, apa peduli dengan pesan terakhirnya, itu sama saja mengatakan bahwa dia pelakunya," jawab Sahara kesal.


"Ya sama apa yang kalian lakukan saat ini," ucap Ailes.


"Kamu…" Syafiq menahan Sahara.


"Ailes! Cukup! kamu jangan memprokasikan mereka, benar apa yang mereka katakan, jika sudah membunuhnya mana mungkin mereka akan mengantarkan pesan terakhir orang yang di bunuhnya aku harus mencari pelakunya," ucap Al geram.


"Untuk apa kamu mencarinya?" tanya Syafiq.


"Tentu saja aku membalaskan dendamnya," ucap Al.


"Percuma, karena yang membunuh pacar kamu memang sudah di tangkap, tapi mereka hanya bayaran saja, namun mereka tidak mengenali sang otak pelaku yang sesungguhnya," ucap Syafiq.


"Apa!!! Jadi ada otak pembunuhnya ada juga, berarti sang pelaku tidak adalah orang yang mengenal Hera dengan baik," ucap Al.


"Ternyata kamu berpikir seperti itu juga," ucap Syafiq.


"Aku ingin melihat Hera terlebih dahulu," ucap Al.

__ADS_1


"Ayo, dia di rumah sakit yang sedang di otopsi," ucap Syafiq.


Al mengangguk dan mereka pun masuk mobil.


"Hey! Apa yang kamu tunggu lagi Ailes, ayo masuk," ucap Al melihat Alies mematung.


"Eh, iya," angguk Ailes masuk ke dalam mobil.


Mereka pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Aku aa tanya, apa benar kamu temannya korban itu?" tanya Sahara.


"Hehehe… aku hanya berbohong saja, jika tidak begitu, apa mereka akan memberi tahu alamatnya," jawab Syafiq terkekeh.


"Hm… kirain kamu memang kenal sama dia," ucap Sahara.


Mereka pun turun dari mobil.


Tririrng


Tririring


Tririring


"Halo komandan," jawab Syafiq.


"Halo suadara Syafiq, kami sudah menemukan ketiga orang pelakunya yang sekarang sedang di investigasi, mungkin saudara Syafiq tertarik ikut mengintevigasinya juga," ucap komandan.

__ADS_1


"Benarkah, aku akan ikut ke sana," ucap Syafiq dan memutuskan panggilannya.


Syafiq melihat ke dalam dan melihat Al menagis.


"Kenapa secepat ini kamu pergi Hera, kita sudah berjanji akan menikah, dan kenapa kamu malah meninggalkan aku," ucap Al sesengukan.


"Tante, Hera kenapa jadi seperti ini? Kenapa Hera harus pergi secepat ini," ucap Ailes ikut bersedih.


"Hm… Ailes itu juga temannya Hera," gumam Syafiq.


Syafiq menepuk pundak Al. "Semua pelakunya sudah di tangkap, apa kamu tidak penasaran siapa otak pelakunya? aku akan bantu siapa pelaku sebenarnya," ucap Syafiq.


"Baiklah, jika aku tahu siapa dia, aku sangat ingin tahu alasan apa dia sampai tega membunuhnya," ucap Al geram.


"Tante, aku pergi dulu aku ingin mencari pelakunya, aku ingin dia bertanggung jawab atas kematian Hera," ucap Al menyeka air matanya.


"Tapi bolehkah aku melihat isi ponselmu?" tanya Syafiq.


Al mengangguk dan memberikan kepada Syafiq.


Syafiq mengeceknya dan terlihat pesan terakhir dari Hera yaitu 3 hari yang lalu.


Bersambung


Jangan lupa like komen vote dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2