
Mereka masih saja berusaha untuk membukakan pintu.
"Telpon petugas," ucap temannya.
Mereka mengambil ponsel dan herannya ponselnya tidak ada sinyal.
Mereka menjadi panik dan suhu ruangan menjadi sangat panas, karena Syafiq sudah tak tahan lagi, ia pun bergerak.
Syafiq membuka pintu lift dengan sekuat tenaganya, beransur-ansur pintu itu pun terbuka.
"Astaga! Dia sangat kuat," ucap temanya.
Sayang pintu tidak di pas ruangan hingga mereka terkepung oleh 2 ruangan antara ruang atas dan ruang bawah.
Syafiq menundukkan kepala dan terjun ke ruang bawah.
"Hey tolong kami!" teriak pria itu.
"Terjun saja, tidak akan mati paling hanya patah tulang," ucap Syafiq menakuti mereka.
"Tolongi aku donk!" teriak wanita itu ketakutan.
"Terjun saja, biar ku sambut," jawab Syafiq.
"Serius nih mau tangkap aku?" tanya wanita itu.
"Cepatlah, atau lift itu akan bergerak lagi dan kalian dalam bahaya," ucap Syafiq.
Mau tak mau wanita itu memberanikan diri untuk terjun dan memejamkan matanya.
Syafiq menyambutnya dari bawah dan wanita itu mendarat dengan selamat.
"Terima kasih sudah menyelamatkanku," ucap wanita itu terharu.
"Sama-sama," angguk Syafiq menurunkan wanita itu.
"Hey tolong kami juga!" teriak pria itu.
"Minta tolong saja sama kartu khususmu," jawab Syafiq.
"Aku mohon tolongi juga mereka ya," ucap wanita itu berharap.
"Ya udahlah, demi kamu, aku menolong mereka," ucap Syafiq.
"Ayo terjunlah, dia akan menolong kalian!" teriak wanita itu.
Mereka pun terjun secara bersamaan tepat Syafiq berdiri.
__ADS_1
"Hey kalian jangan terjun bersama!" teriak Syafiq.
Namun nasi sudah menjadi bubur, keduanya sudah terjun dan mendarat manis di tubuh Syafiq.
"Aduuuuh!" teriak Syafiq karena ia yang paling bawah.
Syafiq berusaha bangun dan menyingkirkan tubuh kedua pria itu dari badannya.
"Kalian ini sangat berat," keluh Syafiq. Mereka berdua pun berusaha bangun.
"Kamu baik-baik saja?" tanya wanita itu kepada Syafiq yang memegang pinggangnya.
"Aku baik-baik," jawab Syafiq.
"Aku akan protes sama petugas lift untuk membayar kembali uangmu," ucap wanita itu.
"Terima kasih," jawab Syafiq.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 22.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 55.954.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 30 poin.
Mereka pun turun kebawah dan wanita terpaksa membuka heelsnya karena ia akan turun kelantai dasar, saat ini mereka ada di lantai 6.
Wanita itu langsung menghampiri petugas tersebut.
"Liftnya kenapa rusak, dan kami hampir mati di dalamnya, apa kalian tidak mengecek terlebih dahulu liftnya rusak atau tidak, dan juga kenapa tombol daruratnya tidak berfungsi? Jika kami kenapa-napa di dalam, akan saya tuntut kalian!" ucap wanita itu protes.
"Kami mohon Maaf atas ketidak nyamanan Anda, kami akan mengecek ulang liftnya," ucap pegawai itu.
"Kembalikan uangnya terlebih dahulu, dia yang sudah menyelamatkan kami, jika tidak kami sudah mati di dalam lift itu, kembalikan uangnya 2x lipat," ucap wanita itu.
"Mohon maaf Nona, mungkin jika 2x lipat kami tidak bisa, kami hanya mengembalikan uangnya dengan utuh," ucap pegawai itu.
"Aku nggak mau tahu, bayar uangnya 2x lipat atau aku akan menelpon polisi dan mall ini akan tutup," ancam wanita itu.
"Baik Nona," angguk pegawai itu terpaksa melakukannya, karena wanita itu sahamnya yang terbesar dari penginves yang lain.
"Tolong sebutkan angka rekening Anda Tuan," ucap pegawai itu.
Syafiq pun menyebutkannya.
__ADS_1
Ding ding
Anda mendapatkan hadiah 2.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 57.954.000.000.
"Terima kasih Nona," ucap Syafiq.
"Sama-sama, uang ini tak seberapa jika di banding dengan nyawa kita, aku juga sangat berterima kasih denganmu sudah menyelamatkan kami," ucap wanita itu tersenyum.
"Jika begitu aku permisi dulu," ucap Syafiq.
"Baiklah," angguk wanita itu.
Syafiq pun pergi mencari teman-temannya. "Pada kemana mereka ya, apa mereka sudah di parkiran?" tanya Syafiq.
Syafiq pun menghubungi Emerson.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab Emerson.
"Kalian di mana?" tanya Syafiq.
"Kami sudah di parkiran," jawab Emerson.
"Ya sudah, aku belum mencari sesuatu nih, aku pergi cari dulu," ucap Syafiq.
"Oke!" jawab Emerson.
"Syafiq kok lama banget sih?" tanya Grizelda.
"Dia nyari sesuatu dulu," jawab Evelin yang mengerti bahasa inggris dan sempat mendengar percakapan Syafiq dan Emerson tadi.
"Ya udah kita turun lagi yuk, kali ini minta di belikan sama Syafiq," ucap Grizelda.
"Ya terserah kamu," ucap Evelin.
"Emerson, Grizelda dia mau turun lagi," ucap Evelin.
"Ya sudah, Ayo kita cari Syafiq," ucap Emerson setuju. Dan mereka pun kembali turun dari mobil lalu masuk kembali ke dalam mall.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kassih