SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 218


__ADS_3

"Tapi aku juga sangat kagum dengan Syafiq, dia bukan hanya baik, dia juga lebih mementingkan kepentinganorang lain, menolong tanpa memandang pangkat seseorang, dia seharusnya yang layak di kagumi, aku berusaha berbuat kebaikan kecil saja jauh jika di bandingkan dengan kebaikan dia," ucap Sahara tersenyum membayangkan wajah Syafiq.


"Benar, kau sangat beruntung mendapatkan dia," ucap Yedi.


Di sisi lain, Syafiq terus mengejar mobil Amara.


Dari kejauhan sebuah mobi tronton besar melaju dari arah berlawanan, sedangankan Amara terus melajukan mobilnya


Syafiq membuka kaca jendela mobilnya dan menonggolkan kepalanya. "Amara! Amara!" teriak Syafiq.


Namun Amara tidak menampiknya dan terus melaju.


"Anak ini benar-benar ya," ucap Syafiq.


"Amara! Pinggirkan mobilmu cepat, di depan ada mobil besar!" teriak Syafiq.


Namun kecepatan kedua mobil itu saling melaju. "Tidak sempat lagi," ucap Syafiq.


Syafiq terpaksa harus mengorbankan mobil dan dirinya, Ia pun melaju menyalip mobil Amara dengan kecepatan tinggi dan melintangkan mobilnya di tengah-tengah jalan.


Duuuuaaaakkkkk!!!!


Hantaman keras, mobil tronton dan mobil Amara saling menabrak mobil Syafiq secara bersamaan. Untungnya karena mobil Amara menabrak mobil Syafiq, ia tidak terluka dan hanya depan mobilnya yang rusak parah.


Sedangkan mobil Syafiq yang di tabrak Mobil tronton itu hancur. Yang di selahnya lagi, yang di tabrak Amara kaca jendelanya pecah.


"Apa yang terjadi?" tanya Amara setelah mendapat guncangan mobilnya menabrakan sesuatu.


Ia menyeka air matanya dan barulah terlihat jelas jika ia menabrak mobil seseorang.


Amara lanngsung membuka pintu mobil dan keluar.


"Syafiq!" teriak Amara panik ketika melihat Syafiq yang terjepit di antara kursi pengemudi dan kepala mobil tronton.


"Syafiq!" teriak Amara sambil menagis dan berusaha membuka pintu mobil Syafiq. Tapi itu sia-sia.


Tak habis pikir, Amara masuk ke dalam mobilnya kembali dan menstaterkan mobilnya. Untung saja mesinnya hidup dan ia memundurkan mobilnya.


Amara kembali turun dan membuka pintu mobil yang ia tabrak tadi dan masuk ke dalam mobil Syafiq.


"Syafiq! Syafiq! Ayo bangun!" panggil Amara menguncangkan tubuh Syafiq.

__ADS_1


Namun tidak ada sahutan.


"Syafiq, ayo donk bangun!" panggil Amara sambil menangis.


Syafiq pun mengangkat kepala dengan mata terpejam.


"Aduh!" keluh Syafiq memegang kepalanya yang pusing.


"Syafiq, kamu nggak apa-apa kan?" yanya Amara khawatir.


"Aku nggak apa-apa," ucap Syafiq.


Syafiq mencoba menarik kakinya tapi kakinya terjepit karena mobilnya penyok.


Semua pengendara yang melintas terpaksa berhenti, seseorang pun segera menelpon polisi dan ambulan.


Mobil Yedi pun sampai di tempat kejadian.


"Astaga! Apa yang terjadi?" tanya Sahara kaget.


"Kecelakaannya parah sekali," ucap Yedi dan mereka berdua pun keluar dari dalam mobil dan mendekati kecelakaan parah itu.


"Syafiq! Syafiq, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Sahara mengetuk-ngetuk kaca depan mobilnya.


Terlihat Amara di dalam mobil Syafiq.


"Keluar kamu!" teriak Sahara marah. Amara menatap Sahara dengan wajah sedih.


"Keluarlah," ucap Syafiq kepada Amara.


"Syafiq," lirih Amara melihat ke arah Syafiq, mau tak mau ia pun keluar.


Sahara menatap Amara dengan mata berapi-api. Dan ia pun segera masuk ke dalam mobil.


"Syafiq, apa kamu terluka?" tanya Sahara.


"Tidak, tapi kakiku terjepit sehingga sulit untuk mengeluarkannya," ucap Syafiq.


"Aku telpon mobil derek ya," ucap Yedi dan ia pun langsung menelpon mobil derek.


Mobil Polisi dan Ambulan datang di tempat kejadian.

__ADS_1


Polisi di beri tugas, yang lain memeriksa mobil Syafiq dan yang lainnya memeriksa mobil tronton.


Mobil tronton itu kosong ternyata Sang supir mobil tronton sudah kabur melarikan diri.


"Apa kalian bisa keluar?" tanya Polisi itu.


"Dia nggak bisa keluar pak, kakinya terjepit," ucap Sahara yang keluar dari mobil.


Gantian polisi yang masuk dan memeriksa kaki Syafiq yang terjepit.


Polisi itu kembali keluar.


"Tolong mundurkan mobil tronton itu!" teriak polisi tersebut.


"Mobilnya tidak bisa di stater," jawab polisi yang memeriksa mobil besar itu.


"Saya akan telpon damkar," ucap polisi itu.


"Saya sudah telpon mobil derek tadi pak," ucap Yedi.


"Oh begitu ya, baiklah kita tunggu saja," ucap polisi itu.


Tak berapa lama mobil derek pun datang dan menderek mobil tronton besar itu sesuai arahan polisi tersebut.


Polisi itu membantu Syafiq keluar dari mobil tersebut dan polisi yang lain membantu merengkan besi yang menjepit kaki Syafiq.


Syafiq pun berhasil di selamatkan dan di bawa keluar.


"Syafiq," lirih Sahara.


Syafiq langsung di bawa masuk ke dalam ambulan.


"Sus saya jangan di bawa ke rumah sakit, cukup cek saja," ucap Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


Mampir juga ke [System Kekayaan super Box]

__ADS_1


__ADS_2