
Saat melewati mobil yang terparkir di pingir jalan, Syafiq melihatnya secara saksama.
"Lho itu bukannya mobil yang aku beli, Tapi ngapain juga ke sini. Ah ya sudahlah, mobil seperti ini 'kan banyak bukan hanya aku sendiri yang beli mobil begitu," ucap Syafiq nggak peduli.
"Hihihihi... aku akan memotret tempatnya," ucap Sahara.
Ckrek!
Ckrek!
Ckrek!
Saat sedang di perjalanan menuju kampus.
Tririring
Tririring
Tririring
Ponsel Syafiq berbunyi.
"Halo," jawab Syafiq.
"Halo Syafiq, mobilku kehabisan bahan bakar," ucap Sahara.
"Lalu?" tanya Syafiq.
"Hehehe... bawakan aku bahan bakar donk," ucap Sahara.
"Memangnya di sana tidak ada jual bahan bakar?" tanya Syafiq.
"Aku tidak tahu di sini di mana jual bahan bakarnya," ucap Sahara.
"Lain kali cek mobilmu, di mana kamu sekarang?" tanya Syafiq.
"Aku... hehehe... aku di vila," ucap Sahara nyengir.
"Apa! Jadi tadi itu mobil kamu ya, kamu bener-bener ya," ucap Syafiq yang terpaksa membeli bahan bakar menggunakan jerigen dan memasukkannya ke dalam bagasinya.
"Gadis itu sungguh bisa membuat orang repot," ucap Syafiq menyetir mobilnya kembali ke vilanya.
__ADS_1
Sesampainya di sana.
"Hehehehe... akhirnya kamu datang juga," ucap Sahara tersenyum.
"Ini bahan bakarnya," ucap Syafiq mengeluarkan jerigen dari dalam bagasi mobilnya.
"Gimana aku mengisi bahan bakarnya," ucap Sahara.
"Tinggal di tuangi aja ke tempat pengisian bahan bakarnya," ucap Syafiq mengambil selang dari bagasinya.
"Mana kuat aku mengangkatnya," ucap Sahara.
"Sudah 20 tahun ini kamu makan, ke mana tenagamu? Sia-sia kau makanan makananya, makanan itu pasti menjerit saat mereka masuk ke dalam mulut kamu," ucap Syafiq.
"Kamu kok menyebalkan sih," ucap Sahara manyun.
"Kamu juga ngapain sih ngikutin aku, nantikan aku juga kasih tau tempatnya," ucap Syafiq.
"Aku hanya penasaran," ucap Sahara merasa bersalah.
"Hanya?"
Sahara mengambil tissu dari dalam mobil Syafiq. "Nih tissunya," ujar Sahara menyerahkan tissu untuk menyeka mulut Syafiq.
"Kamu angkat jerigennya tinggi-tinggi," perintah Syafiq.
"Apa! Mana kuat aku mengangkatnya," ucap Sahara.
"Jika begitu pegang selangnya, biar aku yang angkat jerigennya," ucap Syafiq.
Syafiq mengangkat jerigennya dan tak lama bahan bakar dari dalam jerigen pun habis masuk ke dalam mobil Sahara.
"Ini udah terisi, ayo cepat ke kampus," ajak Syafiq masuk ke dalam mobilnya dan kemudian melajukan mobilnya.
Sesampainya di kampus, dan mereka berdua telat.
"Kita telat setengah pelajaran, apa kita pulang saja?" tanya Sahara.
"Haish... sayang sekali, padahal aku baru mau masuk hari ini," ucap Syafiq.
"Maaf ya Syafiq, gara-gara aku kita telat," ucap Sahara merasa bersalah.
__ADS_1
Ding ding
Misi baru
Seorang wanita yang di buly teman-temannya di SMP Harapan, ia di jaili dan mengakibatkan kecelakaan
Hadiah 70.000.000.000.
"Ya udah nggak apa-apa, kamu balik ke perusahaan sana, aku ada yang mau di urus," ucap Syafiq.
"Hm... baiklah," angguk Sahara menurut. Ia masuk dalam mobilnya dan melajudi jalanan.
Kemudian Syafiq juga masuk dalam mobilnya dan menuju SMP Harapan.
Tak lama ia pun sampai di depan SMP Harapan. Sekolahnya berpagar dan ada penjaganya.
"Di mana ya siswanya?" tanya Syafiq garuk-garuk kepala.
Dari kejauhan terlihat 6 orang siswa di atas gedung, jika terlihat mereka seperti berteman semuanya, namun ada 1 orang yang mereka kelilingi entah apa yang ingin mereka lakukan.
Syafiq mendekati penjaga yang sedang memainkan ponselnya. "Pak penjaga, coba bapak lihat mereka di atas gedung itu, apa yang mereka lakukan?" tanya Syafiq menunjuk kenarah anak-anak yang berdiri di atas gedung.
"Apa yang mereka lakukan di atas sana?" tanya satpam itu.
"Begini pak, bagaimana jika aku yang meleraikan mereka, jika di lihat dari kejauhan mereka sedang bertengkar," ucap Syafiq.
"Mana boleh orang Luar masuk ke dalam, biar saya yang urus mereka," ucap satpam itu.
"Tunggu dulu, bagaimana jika ada siswa yang keluar memanjat pagar, saya nggak tanggung jawab lho? Bapak yang kena hukum lho," ucap Syafiq.
"Memasukkan orang asing ke dalam juga keba hukuman saya," ucap satpam itu serba salah.
"Tenang saja, sepertinya mereka di jam kosong, bilang saja saya orang tua murid yang ingin bertemu dengan muridnya," rayu Syafiq.
"Benar ya kamu tidak melakukan apa pun dan hanya melerai mereka kan?" tanya Satpam itu memastikan.
"Iya pak, aku juga nggak mau jika salah satu anak itu terluka atau cidera, saya cuma niat menolong saja, karena saya juva begitu, saya di buly habis-habisan, jika melihat ada yang di bully hati saya sangat sakit melihatnya," ucap bersedih sambil merayunya.
"Baiklah, silakan masuk," ucap petugas itu setuju.
Bersambung
__ADS_1