SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 199


__ADS_3

Sesampainya di sana, Syafiq memberhentikan mobilnya.


Brima keluar dari mobil Syafiq.


"Ya udah, kami pulang dulu ya bang," ucap Syafiq dari kaca jendelanya.


"Iya, jangan lupa rawat nyonyanya ya," ucap Brima terkekeh dan masuk ke dalam mobil Glinda.


"Kamu makin lama makin nyebelin ya," ucap Glinda kesal.


Wussshhhhh!


Brima langsung laju meninggalkan mereka, dari pada mobilnya di ambil kembali sama Glinda.


"Ya udah, kita pulang juga, kamu butuh istirahat," ucap Syafiq yang juga menginjak pedal gas mobilnya.


Mereka pun melaju di jalanan.


Sesampainya di rumah, mereka turun mobil dan masuk ke dalam rumah


"Lho? Kalian berdua kenapa?" tanya Sahara heran dengan perubahan Syafia dan Glinda.


"Ini perbuatan Roni, dia membuat Yedi masuk rumah sakit dan malah ingin memotong tanganku," jawab Syafiq.


"Lalu kamu nggak kalian nggak kenapa-napa 'kan?" tanya Sahara mendekati mereka yang di ikuti Jelita dan Grizelda.


"Glinda yang terluka lengannya, jadi untuk sementara waktu dia libur saja dulu," ucap Syafiq.


"Lalu kenapa dengan bajumu?" tanya Jelita.


"Oh ini karena aku merobek baju untuk menutup luka Glinda," jawab Syafiq.


"Ya udah, kalian udah makan belum? Kalo belum biar aku pesankan," ucap Jelita.


"Aku udah makan burger, nggak tau kalo Syafiq kalo makan lagi," ucap Glinda.


"Nggak usah, Hamburgerku ada di dalam, aku mau ambil dulu," ucap Syafiq yang kemudian menuju mobilnya kembali.

__ADS_1


"Kak Glinda tidak apa-apa? Mari aku gantikan bajunya," ucap Grizelda.


"Makasih ya, Aku tidak apa-apa," ucapbGlinda tersenyum.


Syafiq masuk ke dalam kamarnya dan memakan hamburgernya.


"Malam ini aku harus ke kantor polisi untuk melihat Roni," ucap Syafiq.


Ia menyambar handuk dan kemudian mandi.


"Syafiq, mau kemana?" tanya Sahara melihat pakaian Syafiq yang sudah rapi.


"Hm... aku mau ke kantor polisi," ucap Syafiq.


"Kau ikut," ucap Sahara.


"Ngapain ikut, di rumah aja jagain Glinda?" tanya Syafiq.


"Aku penasaran sama Roni sekarang," ucap Sahara.


"Besok saja, besok aku akan pergi bersama Glinda ke kantor polisi dan kamu boleh ikut, soalnya aku juga mau ke tempat lain," ucap Syafiq.


Syafiq masuk ke dalam mobilnya dan kemudian melaju di jalanan.


Sesampainya di kantor polisi, Syafiq masuk ke dalam kantor polisi.


"Syafiq," sapa Brima.


"Bang polisi, di mana geng tadi di kurung?" tanya Syafiq.


"Kamu ingin melihat mereka?" tanya Brima.


"Iya," angguk Syafiq.


"Tapi bertemu dulu yuk sama komandanku, dia ingin bertemu denganmu, karena kau yang lebih sering membantu kepolisian ketimbang polisi itu sendiri, dan dia juga ingin berterima kasih denganmu, karenamu geng itu terbongkar juga namun bosnya masih dalam pengejaran," ucap Brima.


"Oh Baiklah, bawakan aku padanya," ucap Syafiq.

__ADS_1


Brima berjalan terlebih dahulu dan kemudian masuk di salah satu ruangan.


Tok!


tok!


Tok!


"Perrmisi," ucap Brima dari balik pintu.


Seorang Komandan keluar dari ruangan tersebut.


"Komandan, dialah Syafiq," ucap Brima.


"Oh kamu lagi ya," ucap Komandan itu mengulurkan tangannya dan Syafiq membalasnya.


"Iya pak," angguk Syafiq.


"Saya komandan kepolisian ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu, karena sudah banyak membantu atas pekerjaan kami, sayangnya kamu tidak mau masuk di kepolisian menjadi detektif kepolisian, dan untuk kali ini saya juga sangat berterima kasih juga karena sudah membongkar pekerja yang membuat senjata tajam itu karena sebenarnya itu adalah markas geng auman kucing yang sudah lama kami cari, saya ingin sekali memberi kamu penghergaan, berharap kamu menerimanya, tunggu sebentar ya," ucap komandan itu masuk kembali dalam ruangannya dan mengambil sesuatu.


Ia keluar dengan membawa penghargaan berupa sartifikat dan tropi berbentuk kotak.


"Saya harap kamu menerimanya, jangan di tolak seperti yang sudah-sudah ya, baiklah kiya ke halaman depan untuk memberi penghargaan," ucap komandan itu.


Mereka pun menuju halaman depan dan mengumpulkan para polisi yang lain yang sedang tidak bertugas untuk menyaksikan pemberian penghargaan kepada Syafiq.


Setelah semua berkumpul di lapangan malam itu.


"Selamat malam semua," ucap komandan itu.


"Selamat malam," jawab polisi yang lain.


"Saya sengaja mengumpulkan kalian malam ini adalah untuk menyaksi pemberian penghargaan kepada saudara Syafiq, karena ia sering membantu pekerjaan polisi dan saya berinisiatif untuk memberi penghargaan padanya, semoga untuk saudara Syafiq dan para kepolisian yang lain bisa selalu bekerja sama, malam ini Atas nama saudara Syafiq menerima penghargaan dari saya dan polisi lain," ucap Komanda menyerahkan surat sartifikat dan penghargaannya. Dan polisi yang lain bertepuk tangan dan di potret.


Nama Syafiq pun masul berita dan masuk di surat kabar.


Berambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2