SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 298


__ADS_3

"Bolehkah kami tahu kenapa saham di tangan Anda bisa menjadi naik harganya di pasaran?" tanya wartawan itu.


"Itu tentu saja rahasia bisnis saya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, berhubungan Anda baru membangun perusahaan hari ini, jadi apa Anda belum sempat membangun gedung ini menjadi tempat yang layaknya seperti perusahaan yang lain?" tanya wartawan itu.


"Tempat bukanlah suatu halangan untuk menjadi perusahaan yang berpengaruh, yang penting adalah otak bekerja," ucap Syafiq.


"Anda benar sekali, karena kami tadi memang sempat meragukan tempat seperti ini rasanya tidak mungkin adalah perusahaan SFQ, setelah kami melihat wajah Anda, kami menjadi yakin, jika tempat bukan suatu halangan untuk menjadi sukses. Tapi apa Anda tetap ingin membangun tempat ini dengan layak?"


"Tentu daja demi kenyamanan pekerja saya," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, apa yang ingin Anda sampaikan kepada perusahaan yang lain, mungkin suatu motivasi agar mereka lebih bekerja keras lagi," ucap wartawan itu.


"Hay buat salah satu perusahaan yang tadi secara tak langsung menolak saya barusan, saya hanya ingin mengatakan good Bye. Dan untuk perusahaan yang sekarang masih merangak ingim memanjat, kalian jangan berkecil hati, karena hasil tidak akan mengkhianati usaha, terua berusaha semampu kalian, jika sudah mencapai batasnya, berhentilah sejenak untuk mengambil langkah yang lebih lebar lagi, selamat berjuang," ucap Syafiq.


"Itulah tadi motivasi yang sangat berharga dari pemilik perusahaan SFQ, hm… jika boleh tau, SFQ itu kepanjangan dari apa?" tanya wartawan itu.


"SFQ adalah Syafiq," jawab Syafiq dengan bangga.


"Baik Tuan Syafiq, terima kasih atas waktu Anda, ini sangat membantu pekerjaan kami, jika begitu, kami permisi dulu," ucap wartawan tersebut.

__ADS_1


"Iya sama-sama," angguk Syafiq.


Mereka pun pergi dari perusahaan Syafiq.


"Sekarang untuk merayakan atas jadinya perusahaan ini, mari kita makan besar," ucap Yedi.


"Bekerja nggak, dia yang paling heboh," celetuk Glinda.


"Hehehe, kegembiraan Syafiq adalah kegembiraanku juga, dia sukses adalah hal yang sangat hal yang kita inginkan, hari ini aku yang traktir," ucap Yedi.


"Tidak perlu, biar aku yang traktir," ucap Bara.


"Asiiikkk, dengan senang hati," sahut Sahara.


"Kalian jangan begitu donk, Bang Bara tadi bilang yang mau traktir 'kan, bantu separoh donk, mereka tega bangat ingin buat aku bangkrut," ucap Yedi memegang tangan Bara.


"Jangan, biarkan saja dia yang bayar," ucap Jelita.


"Iya, tadi kamu yang mau traktirkan, jadi kamu yang harus traktir," ucap Glinda.


"Haish... baiklah-baiklah," angguk Yedi pasrah.

__ADS_1


"Kalian tolong pesankan makanannya," ucap Yedi.


"Baik Tuan," angguk pegawai tersebut.


"Pesan yang banyak, namanya juga makan besar," ucap Sahara.


"Siap Nona," pegawai itu pun pergi mencari restoran untuk memesan makanannya.


"Sial! Benar-benar sial! Aku pikir dia datang hanya tangan kosong. Sekarang jangankan ingin mengajak kerja sama, membeli sahampun dia tidak menjualnya, aku benar-benar menyesal," ucap pemilik perusahaan QR.


"Ada apa Syafiq?" tanya Yedi.


"Perusahaan QR ingin bergabung namun aku tolak, dia ingin membeli saham juga aku tolak, hehehe, dia pasti tidak menyangka jika komputer hasil desainnya malah untuk menjatuhkan perusahaannya," ucap Syafiq menyengir.


"Kamu memang hebat ya," ucap Yedi menepuk bahu Syafiq.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2