SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 210


__ADS_3

"Kamu dari tadi di tungguin lho," ucap Sahara. "Sana pergi mandi dulu, bajumu sudah di siapkan di dalam kamarmu," sambungnya.


"Oke! Terima kasih," ucap syafiq yang langsung menuju kamarnya. Ia mandi dan segera berganti pakaian.


"Astaga! Baju ini memang sangat pas, celananya sampai tegantung begini," ucap Syafiq membolak-balik kakinya.


Syafiq pun keluar dengan stel jas lengkap namun dengan wajah manyun.


"Kenapa wajahnya di tekuk begitu?" tanya Jelita.


"Lihatlah kakiku," ucap Syafiq.


Ke 4 gadis itu melihat ke arah kaki Syafiq.


Mereka tertawa kecil. "Udahlah cuma pendek dikit aja kok, itu tidak akan menghilangkan ketampananmu bahkan tanpa baju pun kamu tambah tampan kok," goda Jelita.


"Boleh ku coba nggak?" tanya Syafiq menyengir membuka jasnya.


"Udah ah, ini udah jam berapa coba, nanti telat," ucap Sahara membuyarkan suasananya.


Mereka pun masuk mobil, tak terkecuali Glinda, namun ia bersama Jelita.

__ADS_1


Mereka pun tancap gas dan melaju di jalanan menuju restorannya.


Sesampainya di sana, ternyata sudah ramai yang duduk-duduk di kursi restoran.


Syafiq pun keluar.


"Itu orangnya sudah datang, kalian siap-siap," ucap salah satu ketua stasiun tv berdiri dan memberi intruksi kepada pegawai yang lain.


Mereka berdiri dan memberi hormat kepada Syafiq.


"Selamat malam Tuan Syafiq," ucap Kepala Stasiun mengukurkan tangannya.


"Ini restoran Anda Tuan?" tanya kepala stasiun tv tersebut.


"Iya, dan ini akan segera di buka," ucap Syafiq mengangguk sambil memasukkan tangan di saku celannya biar tampak keren.


"Wah Anda pemuda yang sukses ya, tapi maaf ya Tuan bukannya tempat ini sudah terkenal angkernya?" tanya kepala stasiun tv.


"Apa saat kalian datang ada terasa seram?" Syafiq bertanya balik.


"Hm... tidak sih, terasa nyama," jawab kepala itu mengangguk.

__ADS_1


"Nah itu dia, itu hanya rumor palsu saja, itu karena tempat ini di tinggalkan begitu saja makanya orang-orang bilang ini seram dan itu hanya cerita dari mulut ke mulut saja," ucap Syafiq.


"Oh begitu ya, baiklah Tuan, apa sudah siap kami wawancarai?" tanya kepala stasun tv.


"Oh tentu saja, mari kita mulai," angguk Syafiq.


Kamera pun di hidupkan mengarah ke arah Syafiq dan pewawancara tak lupa tempat itu bagaikan seperti tempat Syuting.


"Selamat malam pemirsa, kami dari tv SBTV sekarang sudah ada di restoran Tuan Syafiq, dia adalah pemuda yang menjanjikan, selain punya usaha dia juga sering membantu kepolisian dalam mengungkapkan kasus dan memberantas kejahatan sehingga ia langsung di beri penghargaan oleh komanda kepolisian atas partisipasinya dalam membantu pekerjaan kepolisian, baiklah di samping saya ada Tuan Syafiq. Baik Tuan Syafiq, sejak kapan Anda membantu kepolisian untuk menangkap dan mengungkap kejahatan?" tanya pewawancara.


"Hm... terima kasih untuk Nona Arumi, Itu berawal sejak saya masuk kuliah, awalnyanya saya hanya menolong orang kejahatan kecil saja, seperti membantu orang menangkap pencuri uang, sendal jepit dan lain-lainnya, tapi semakin lama semakin banyak permasalahannya dan teman saya juga ada polisi jadi dari sana saya sering di kabari jika ada kasus yang harus saya pecahkan dan di sanalah saya sedikit demi sedikit belajar menjadi detektif," jelas Syafiq.


"Wah Anda bahkan tidak perlu sekolah detektif lagi ya, bisa di katakan Anda belajarnya dadakan ya," ucap Pewawancara.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


1.960.213.800.000

__ADS_1


__ADS_2