SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 91


__ADS_3

"Sepertinya dia memang tidak tahu, tapi tanyakan kepada salah satu pria yang ingin membunuh Grizelda," ucap Syafiq.


Salah satu pria di bawa oleh polisi ke hadapan mereka, karena yang lain masuk ke rumah sakit di hajar Syafiq waktu di karaokean.


"Ini orang yang kamu suruh tangkap tadi," ucap polisi itu, karena Syafiq melihat pria itu yang pernah ia hajar waktu di karaoke dan tadi ia pun datang secara bersembunyi-sembun


"Tadinya aku nggak punya bukti, sekarang aku punya," ucap Syafiq meronggoh kantong pria itu lalu ia menemukan 1 botol seperti serbuk.


"Benda apa ini?" tanya Syafiq.


"I-itu..." ucapnya terputus.


"Katakan benda apa ini?" tanya Syafiq lagi.


"Itu semua karenanya, Ayah masih menyayangi Ibu, tapi Ibu meninggalkan kami dan memilih pergi bersama pria itu, saat ini Ayah stres ibu, karena memikirkan ibu, kenapa ibu harus pergi, meskipun ayah seperti itu seharusnya terimalah ayah apa adanya,jadi aku tidak perlu membunuh orang demi ayah dan ibu balikan, dan jika dia mati Ibu pasti balikan lagi dengan Ayah, meskipun aku tidak bisa melihat kalian bahagia," ucap anak pria itu menangis.


"Tapi kira-kira benda apa ini?" tanya Brima penasaran.


"Apa ini hewan pemakan jantung?" tanya Syafiq kepada pria itu.


Pria itu mengangguk pelan dengan mata bekaca-kaca.

__ADS_1


"Rendi, maafkan Ibu, tapi ibu dan ayahmu sudah tak bisa bersama lagi, itu sudah kesepakatan kami berdua," ujar ibunya menjelaskan.


"Aku tahu itu karena ayah dalam keadaan marah, Tapi lihatlah sekarang, dia selalu memanggil nama ibu, dia mengatakan itu karena ia khilaf, sekarang dia menyesal, dia hanya ingin ibu," ucap pria itu dengan deraian air mata.


Ibu itu pun menangis, kini ia sudah hilang segalanya, suaminya meninggal dan anaknya masuk penjara sedangkan dia tak menginginkan mantan suaminya lagi, sekarang di mana ia bersandar lagi sedangkan ia dan Grizelda tidak pernah dekat.


Grizelda yang sangat hancur hatinya, satu-satunya ayah orang yang termasuk dekat dengannya kini malah pergi untuk selama-lamanya.


Grizelda membaringkan kepalanya di pundak Glinda sambil menangis.


"Kamu yang sabar ya, kamu tinggal saja di rumah Syafiq untuk sementara waktu dan aku akan menemanimu di sana," ucap Glinda.


"Iya, aku juga akan menemani kamu juga," jawab Sahara.


"Kamu kenapa pelit banget sih, itu rumah gede banget mubazir jika nggak di tempati," ucap Glinda.


"Terserah," ucap Syafiq.


"Setelah pemakaman ini kakak bantuin kamu beres-beres barangnya, kita pindah," ucap Glinda.


"Iya kak," ucap Grizelda.

__ADS_1


"Syafiq, kamu dari mana tahu jika itu hewan pemakan jantung?" tanya Brima penasaran.


"Oh itu... hm... oh iya, aku pernah belajar sedikit," jawab Syafiq.


"Belajar dari mana?" tanya Brima lagi membuat Syafiq binggung mencari alasannya.


"Hm... dari... dari kakek buyutku," jawab Syafiq mulai ngelantur.


"Oooo..." jawab Brima mengangguk dan Brima tidak bertanya lagi.


"Syukurlah jika dia tidak bertanya lagi," ucap Syafiq lega.


"Kira-kira apa lagi yang kamu pelajari, hewan pemakan usus, pemakan paru-paru, hewan pemakan lambung?" tanya Brima lagi.


"Aku tidak tahu, aku hanya tahu itu saja," jawab Syafiq langsung galau.


"Ya sudah, mari kita persiapkan pemakamannya, karena hari sudah mulai gelap," ucap ketua RT di sana.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2