
"Jalan-jalan naik mobil sama papa," jawab Alviso yang kini menginjak umur 3 tahun 7 bulan.
"Ha Papa?" Syafiq melihat ke arah Rocky dan Rocky tersenyum.
"Mana Papa, tunjuk mana orangnya, kasih tau sama kakak," ucap Syafiq.
"Itu," tunjuk Alviso ke arah Rocky.
"Pintar banget sih adek kakak yang manis ini. Makasih ya Om, meskipun kalian baru bertemu, tapi kelihatannya Alviso bahagia banget," ucap Syafiq terharu.
"Sama-sama, aku juga bahagia banget bisa bertemu dengan kalian," ucap Rocky melihatke arah Bibi sambil tersenyum.
"Mumpung kalian di sini, hari jum'at sama sabtu bantu-bantu dekorasi rumah dan untuk Bibi dan Om kalian cukup mengurus surat-surat saja, masalah semua yang ada di rumah ini dan segala sesuatunya biar kami yang handle," ujar Syafiq.
"Makasih ya Syafiq, kamu pengertian banget," ucap Bibi tersenyum bangga.
"Nggak apa-apa Bibi, kapan lagi kita bisa sesenang ini, aku takut jika nanti aku nggak bisa bikin kalian bahagia lagi karena ada Om Rocky yang bahagiain kalian," ucap Syafiq.
"Kamu ini bisa aja," ucap Bibi dan mereka pun tertawa.
Bude Rania pun menyediakan makanan di atas meja dan mereka pun menyantapnya bersama-sama.
"Oh ya, Grizelda dan Sahara mau satu kamar apa terpisah?" tanya Syafiq.
"Beda kamar," ucap mereka bersamaan.
"Bude, siapkan 2 kamar untuk mereka ya," pinta Syafiq.
"Siap Tuan," ucap Bude menuju kamar tamu lalu membereskannya.
__ADS_1
xxx
Ke esokkan harinya.
Syafiq sudah bersiap-siap dengan pakaian rapi, dan menenteng jaket berwarna oren campur hitam.
Bude Rania juga sudah menyiapkan makanan di atas meja.
Sedangkan Sahara dan Grizelda sudah ada di meja makan, tapi wajah mereka tidak ada senyum-senyumnya, apa mungkin karena mereka belum saling kenal dan dekat.
"Ayo Syafiq makan," ajak Bibi.
"Iya, Om Rocky mana?" tanya Syafiq.
"Hari ini Om pergi segera mengurus surat-suratnya, katanya Bibi nggak perlu ikut takutnya nanti lama, kasian sama Alviso nanti," ucap Bibi.
"Wah the best itu Om Rocky, semoga dia akan terus baik dengan kalian," ucap Syafiq berharap.
"Oh ya, Grizelda di rumah aja ya temani Bibi, aku sama Sahara pergi kekampus dulu, semoga kamu nyaman ya di rumah ini," ucap Syafiq.
"Iya, makasih ya udah di bolehin numpang di sini dan maaf ya Bibi, jika aku merepotkan," ucap Grizelda.
"Udah nggak masalah kok, temannya Syafiq ya keponakan bibi juga," ucap Bibi tersenyum.
Setelah makan, Syafiq dan Sahara pun berpamitan untuk segera ke kampus.
"Kamu sekarang udah poluler ya," ucap Sahara tiba-tiba sambil melihat keluar jendela.
"Populer apa maksudmu? Mereka semua hanya orang yang pernah aku bantu kok," ucap Syafiq.
__ADS_1
"Tapi kelihatanya mereka menyukaimu," ucap Sahara manyun.
"Masalah suka itu ya urusan mereka, aku kan cuma niat nolongin mereka aja," jawab Syafiq.
Ding ding
Misi baru
Seorang wanita ingin bunuh diri di jembatan panjang karena putus cinta
Hadiah 1.000.000.000
Syafiq membelokkan jalannya yang bercabang dan segera menuju jembatan.
"Lho ini bukan jalan kekampuskan?" tanya Sahara heran.
"Iya, aku punya firasat jika ada seseorang ingin bunuh diri," jawab Syafiq.
"Ha? Bunuh diri?" tanya Sahara mengangkat alisnya.
Sampailah di jembatan, ada seorang wanita menagis sambil menatap air yang jauhnya ribuan kaki dari jembatan.
Syafiq dan Sahara turun dari mobil. "Syafiq jangan-jangan dia kan?" tanya Sahara menunjuk ke arah wanita yang menagis itu.
"Sepertinya iya, ayo kita samperin," ajak Syafiq.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih