
"Eh! Apa yang terjadi?" tanya Roni kaget saat ia ingin memotong tangan Syafiq dengan senjata yang amat tajam namun itu tidak mempan.
Syafiq menyeringai lalu mengambil senjata tajam dari tangan Roni lalu mematahkan menjadi 5 bagian.
Roni tercengang terpaku bediri tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Namun ia ambil lagi senjata tajam yang terpajang di dinding lalu mengibasnya ke arah Syafiq.
Syafiq menghindarnya lalu menangkap senjata tajam itu dan mematahkan kembali.
"Apa!! Kenapa... kenapa kau menjadi kuat sekali?" tanyanya dengan membelakkan matanya sambil menunjuk ke arah Syafiq dengan tangan gemetaran.
"Tangkap dia!" perintah bos geng Auman harimau itu.
Mereka semua menangkap Syafiq.
"Karena senjata tajam tidak bisa melukaimu, maka bagaimana dengan senjata api," ucap bos itu menodongkan ke arah Syafiq.
Door!
Dooo!
Peluru saling beradu dan membuat kedua peluru itu terjatuh.
"Jangan bergerak!" teriak Glinda yang tiba-tiba datang.
Mereka kalang kabut berlari melarikan diri. Syafiq berlari mendekati Yedi dan membuka ikatannya.
"Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Syafiq.
"Aku melihatnu aneh tadi lalu mengikutimu," ucap Glinda sambil menodongkan senjatanya ke segala penjuru.
Dor!
Sebuah tembakan mengarah ke Glinda, Syafiq memeluk Glinda dan menghadang peluru itu.
Glinda kaget membelalakan matanya. "Syafiq," lirihnya sambil melihat wajah Syafiq.
"Bagaimana kau tau tempat ini?" tanya Syafiq membawa Glinda ke arah Yedi dan kembali membuka ikatan talinya.
"Eh... kau baik-baik saja? Aku pikir kau bakalan mati," ucap Glinda khawatir.
Dor!
Sebuah tembakan mengarah ke mereka, Syafiq mengambil senjata api dari tangan Glinda dan mengarah ke peluru tersebut dan kedua peluru itu meledak di udara.
Dor!
Syafiq kembali menembak ke arah kepala geng itu dan Kepala geng itu bersembunyi di balik tembok.
__ADS_1
Syafiq mengendong Yedi yang lemas tak berdaya itu. "Kamu ambil senjata tajam untuk jaga-jaga ada yang menyerangmu," ucap Syafiq.
Glinda pun mengambil 2 bilah samurai lalu kembali ke belakang Syafiq dan memantau di belakangnya.
"Ada berapa senjata api yang kau bawa?" tanya Syafiq.
"Hanya satu itu saja," jawab Glinda.
"Kita harus bisa keluar sebelum peluru ini habis," ucap Syafiq.
Glinda mengangguk.
Dor!
Dor!
Dor!
Dor!
Tembakan yang bertubi-tubi mengarah ke arah mereka dan mengenai lengan Syafiq.
Dor!
Dor!
Dor!
Dor!
"Syafiq, kamu tidak apa-apakan?" tanya Gkibda khawatir sambil berbisik
"Tidak apa-apa," angguk Syafiq.
"Sial! Pelurunya malah habis," umpat Syafiq. Ia menyimpan senjata api di pinggangnya.
"Kalian semua cepat bunuh mereka termasuk polisi itu, dia hanya sendirian sebelum bantuannya datang," ucap Bos geng itu.
Para anak buahnya pun keluar dan mengambil senjata tajam dan mengelilingi Syafiq.
"Cepat telpon bantuan," ucap Syafiq.
"I-iya," angguk Glinda gugup dan ia pun mengambil ponselnya di kantong celananya lalu menelpon Brima.
Ponsel yang di tangan Glinda di tendang salah satu pria itu hingga terpelanting jauh.
"Halo, halo Glinda," jawab Brima.
"Hey Glinda! Kenapa kau tidak menjawabku setelah menelponku," panggil Brima.
__ADS_1
"Kenapa sih dengan dia," ucap Brima lalu mematikan panggilannya.
"Hahaha... sudah tidak ada bantuan kalian lagi," ucap Bos itu menginjak ponsel Glinda hingga hancur.
"Ponselku," ucap Glinda.
"Sudah tidak apa-apa, kita fokus atas keselamatan kita dulu, sepertinya hanya ketuanya saja mengunakan senjata api, setidaknya ini menguntungkan kita, gunakan pedang di tanganmu untuk melindungi dirimu, aku akan melindungi dirimu dan Yedi, ingat! Aku tak bisa melindungi terus-terusan, kau berjuanglah, jika aku tidak sibuk aku akan membantumu," ucap Syafiq.
"Jika tidak sibuk? Baiklah, meskipun aku biasanya hanya mengunakan senjata api, tapi aku juga pernah latihan pedang, ternyata latihan itu berguna juga saat aku dalam keadaan sesak," ucap Glinda.
"Baiklah, serang," teriak Syafiq.
Glinda maju dengan dengan samurai di tangannya melawan beberapa orang di hadapannya.
Syafiq juga maju dengan Yedi di punggungnya.
Glinda berputar dan mengibaskan pedangnya, ia menyerang dengan membabi buta.
Ketua itu menembak ke arah Syafiq, berhubungan Syafiq tak bisa tertembus oleh peluru ia kabur melarikan diri.
Syafiq menebas mereka yang berada di dekatnya.
"Aaaaaaah...!!" teriak Glinda yang terluka, terkena lengannya dan lukannya cukup dalam.
Syafiq berbalik badan dan melihat Glinda terluka Ia pun pergi ke arah Glinda.
"Jaga Yedi," ucap Syafiq menurunkan Yedi di dekat Glinda dan Syafiq ia mengambil pedang yang terjatuh di lantai lalu maju dan menyerang mereka dengan samurai di kedua tangannya.
Mereka beramai-ramai menyerang Syafiq, salah satunya ada yang menyerang dari atas dan juga menyerang dari bawah di kakinya.
Seseorang diam-diam mengangkat tinggi-tinggi pedangnya yang ingin menyerang Glinda yang terduduk di lantai, sedangkan Syafiq masih sibuk dengan orang-orang di depannya.
Dor!
Tubuh pria itu terjatuh ke lantai tumbang dengan bersimbah darah.
"Brima," ucap Glinda.
"Syafiq kamu minggir," panggil Brima.
"Jangan bergerak!" teriak Brima.
Dooor!
Tembakan itu mengarah ke atas tanda peringatan, namun yang lain ada yang mencoba kabur dan Brima terpaksa mengarahkan senjata apinya ke arah para anak buah geng itu dan Brima juga membawa pasukan.
"Kakak Glinda tidak apa-apa?" tanya polisi itu mendekati Glinda.
"Iya, hanya luka saja," ucap Glinda memegang lengannya yang berdarah.
__ADS_1
polisi pun membekuk sisa anak buah geng yang masih tersisa karena mereka mengangkat tangannya.
Bersambung