SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 81


__ADS_3

"Mau lari ke mana kalian?" tanya Syafiq menarik rambut kuntilanak itu dan rambutnya copot.


Lalu Syafiq menangkap bajunya dan mengeretnya dan sebelum itu Syafiq menghidupakan amper listrinya dan kembali mengeret hantu itu ke tempat semula.


"Sialan! Ternyata cuma hantu palsu," ucap Glinda geram.


"Jangan bergerak, Aku polisi!" ucap Glinda menunjukkan kartu identitasnya.


"Ampuni kami buk polisi, kami hanya ngeprank saja," ucap hantu paslu itu.


"Kalian sudah menakuti kami dan setelah itu kalian minta ampun, aku tidak akan melepaskan kalian," ucap Glinda marah.


"Buk polisi kami tidak buat lagi, kami kapok, ampuni kami," ucap Hantu itu sambil bersujud.


"Kapok apanya? Kalian belum juga di bawa ke kantor polisi, ayo ikut aku sekarang, atau hukuman kalian lebih parah dari ini dan juga bawa teman-teman kalian, kalian tidak mau kan hanya kalian yang di penjara," ucap Glinda.


"Buk polisi jangan penjara kami, kami mohon," ucap hantu itu lagi sambil menangis.


"Aku tidak peduli, seharuanya kalian sebelum melakukan ini kalian sudah tau akibatnya, jadi kalian harus mempertanggungkan akibatnya," ucap Glinda.


"Bawa saja hantu ini buk polisi, sebelum dia meresahkan para warga yang lain," ujar Sahara memprovokasi.


"Iya Buk polisi, hukum dia seberat-beratnya kasih mereka hukuman 5 tahun penjara," sahut Grizelda.


Bertambahlah para hantu itu menangis sejadi-jadinya.


"Aku akan menelpon Brima dulu," ucap Glinda mengambil ponsel di sakunya.


Tuuut


Tuuuut


Tuuut


"Halo," jawab Brima.

__ADS_1


"Kamu ke jalan putri mayang sari dulu kesini, ada penjahat yang harus di tangkap," ucap Glinda.


"Baiklah, kami ke sana sekarang," jawab Brima.


Para hantu itu pun di borgol agar mereka tidak lari dan Syafiq menunggunya di belakang.


"Jangan berpikir untuk lari, kalian tidak akan bisa lolos," ucap Glinda.


Hantu itu pun hanya bisa pasrah saja.


Ding ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah 2.000.000.000.


Hadiah Anda menjadi 6.096.500.000.


Selamat Anda mendapatkan 10 poin


Mobil polisi pun datang.


"Lah? Kamu lagi di sini Syafiq?" tanya Brima.


"Iya pak polisi," jawab Syafiq.


"Dan... Glinda kenapa bisa di sini?" tanya Brima.


"Tentu saja aku di sini, jika tidak siapa yang menelponmu tadi," jawab Glinda ketus.


"Jadi kenapa Syafiq juga di sini?" tanya Brima penasaran.


"Karena ini rumahku," jawab Syafiq.


"Apa ini hanya kebetulan atau ada unsur kesengajaan?" tanya Brima curiga.

__ADS_1


"Ah banyak cerita, cepat bawa mereka atau mereka akan kabur!" perintah Glinda dengan tatapan tajam.


"Baiklah, baiklah, baiklah," jawab Brima mengalah.


Brima mengeret para hantu itu dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Seketika canggung.


"Hm... kalian tidur aja di sini, pilih saja kamar yang kalian suka," ucap Syafiq.


"Tapi aku nggak punya baju ganti," jawab Sahara.


"Kalian pesan saja online, biar aku yang bayar," ujar Syafiq.


"Terima kasih Syafiq," ucap Sahara.


"Kalau aku dan kak Glinda biar aku saja yang bayar," ucap Jelita.


"Udah nggak apa-apa, aku saja yang bayar," ucap Syafiq.


Mereka pun memegang ponsel masing-masing dan mulai memesan pakaian dan termasuk pakaian dalam beserta sizenya.


"Eh, kamu ukuran apa?" tanya Sahara kepada Grizelda.


"C cap, kalo kamu?" Grizelda balik nanya.


" sama," jawab Sahara. Mereka pun bicara sambil cekikikan.


"Kalo kakak ukuran apa?" tanya Jelita kepada Glinda.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2