SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 95


__ADS_3

"Ambil aja, ini nggak banyak kok," ucap Syafiq


Ding ding.


Hadiah Anda di kurang 50.000.000


Sisa hadiah Anda 8.746.000.000


"Maaf ya Syafiq aku ambil ya, aku janji akan pergunain uang ini sebaik mungkin," ucap Grizelda terharu.


"Santai aja, kamu nggak perlu merasa terharu gitu donk, ambil aja," ujar Syafiq.


"Terima kasih ya Syafiq," ucap Grizelda menerima uangnya.


"Ya udah aku balik tidur ya, kalo udah pagi bangunkan ya," ujar Syafiq.


"Ya udah, aku juga mau masak," ucap Grzelda.


Syafiq pun melangkahkan kakinya masuk kamar dan kembali tidur.


Grizelda menyimpan uangnya dan ia pun kembali masak, berhubungan cuma ada telur ayam di kulkas, Grizelda membuat omlet telur.


Tok!


Tok!


Tok!


"Syafiiiiiiiiiiiiiiiq, bangun cepat! Rezekimu di patok ayam!" teriak Yedi dari balik pintu.

__ADS_1


"Astaga! Bikin kaget aja," ujar Syafiq membuka selimutnya lalu membukakan pintu.


"Apa sih!" ucap Syafiq dengan mata yang masih sipit.


"Bangun, udah jam berapa ini, nanti kamu telat kuliahya," ujar Yedi.


"Oh kamu, ngapain kamu ke sini?" Tanya Syafiq keluar dari kamar dengan jalan yang masih sempoyongan, Syafiq jalan menuju meja makan.


"Lho? Kenapa aku nggak boleh ke sini? Wanita-wanita kau perbolehkan tinggal di sini, masa aku nggak," ujar Yedi iri.


"Masalahnya kamarnya udah di boking semua, kalau kau mau nginap di sini ya di ruang tamu aja sana," ujar Syafiq.


"Aku ya bareng tidur samamu lah," ucap Yedi menyenggol Syafiq.


"Enggak! Itu kamar cuma muat buat aku doank, kalo kamu mau, sana bawa ke sini kamarmu," jawab Syafiq.


"Kamu tega bener sih Syafiq, kok aku di bedain sama mereka, mereka di spesialkan olehmu, aku malah di campakkan," ucap Yedi.


Ding ding


Menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir jatuh di sebelah rumah


Hadiah 800.000.000.


Syafiq langsung lari menghilang dari pandangan.


"Eh, kemana Syafiq pergi?" tanya Yedi beranjak dari tempat duduknya.


"Coba lihat apa yang dia lakukan, apa terjadi sesuatu," saran Grizelda sambil menyediakan makanan di meja.

__ADS_1


Dari jauh terlihat anak kecil yang bajunya nyangkut di balkon tingkat 2 sedangkan tubuhnya bergelantungan.


Sayangnya, orang tuanya malah enggak sadar atau mungkin belum bangun tidur.


Orang-orang dari bawa melihat anak itu sambil menjerit-jerit ketakutan.


"Ya ampun sedikit lagi tuh, cepat-cepat ambil apalah buat nyelamati anak itu!" teriak warga di sana.


"Astaga, semoga anaknya baik-baik saja," ujar mereka.


Tak lama sangkutan baju anak itu lepas, mereka yang ingin mencari alat bantuan pun belym sempat dan Syafiq dengan cepat menunggu di bawahnya.


Semua orang menjerit takut jika anak tersebut takut nggak selamat.


Akhirnya Syafiq pun bisa menangkapnya dan semua yang berada di sana bersorak gembira.


Terdengar suara sorakan, orang tua anak itu bangun dan melihat dari balkon anaknya berada di pelukan orang asing dan ia dengan segera turun.


Dengan cepat ia mengambil anaknya dari tangan Syafiq. "Hey kamu, kembalikan anak saya!" ucapnya marah.


"Kan itu udah Ibu ambil," jawab Syafiq.


"Kalian juga ya, kaliankan tahu jika ini anak saya, kenapa malah membiarkan anak saya dengan orang asing ini dan tidak mengambilnya," ujar Ibu itu merasa sakita hati.


"Ya udahlah, lain kali jika anaknya mau jatuh lagi jangan di tolongin, biarkan saja dia jatuh, paling ya mati," ucap warga di situ sambil berlalu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2