SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 204


__ADS_3

Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo pak rektor," jawab pegawai stasiun tv.


"Halo, ini ada orangnya, Anda bicara sendiri dengan orangnya," ucap rektor tersebut.


"Baik pak," jawab pegawai stasiun televisi itu. Rektor itu memberikan ponselnya kepada Syafiq.


Syafiq menerimanya. "Halo," jawab Syafiq.


"Halo, apa ini dengan saudara Syafiq?" tanya pegawai itu.


"Iya saya sendiri," ucap Syafiq.


"Bolehkah kami mewawancarai Anda setelah usai kuliah?" tanya pegawai itu.


"Sepertinya tidak bisa," ucap Syafiq.


"Yah... kami hanya meminta sedikit waktu Anda saja, hanya sedikit saja," pinta pegawai itu memohon.


"Jika kalian tidak keberatan, kalian boleh mewawancariku nanti malam di restoranku, jika di sana kalian bisa menanyaiku sepuasnya, jika sepulang kuliah aku sibuk untuk mengurus restoranku karena hari ini mau di buka," ucap Syafiq.


"Oh begitu ya, baiklah kami akan mewawancarai saudara nanti malam, kira-kira pukul berapa mulainya?" tanya pegawai itu lagi.

__ADS_1


"Jam 19:00, saya sudah ada di tempat," jawab Syafiq.


"Baiklah, jika begitu kirim alamatnya, akan akan ke sana nanti malam," ucap pegawai itu.


"Baiklah," ucap Syafiq, ia memutuskan panggilannya dan kemudian mengirim alamat lewat pesan.


"Ini ponselnya, terima kasih banyak pak," ucap Syafiq menyerahkan ponselnya membali.


"Iya sama-sama, kapan restoranmu akan di buka?" tanya rektor itu.


"Tergantung kesiapan kokinya, jika restoran saya udah resmi di buka nanti akan saya undang satu kampus buat acara di sana sebagai peresmianya," ucap Syafiq.


"Oh benarkah? Wah kamu memang pemuda yang sukses," puji buk Rika.


"Terima kasih pujiannya, dan jangan lupa mampir juga perusahaan saya di "SYAFIQ COLLECTION" di sana ada jual parfum, jam tangan dan tas branded pengiriman langsung dari paris," ucap Syafiq mempromosikan.


"Akan saya usahankan dari berbagai dunia ada di perusahaan saya," ucap Syafiq tersenyum.


"Wah... kamu sangat keren ya, masih muda tapi sudah punya usaha, kamu adalah pemuda yang sukses," puji dekan itu mengacungkan 2 jempolnya.


"Terima kasih dekan," ucap Syafiq.


"Ya sudah jika begitu, kamu kembalilah ke ruanganmu," ucap dekan.


"Baiklah, pak rektor, pak dekan, buk Rika dan dosen yang lain, saya permisi dulu," ucap Syafiq pamit.


"Baiklah," angguk rektor dan yang Lain.

__ADS_1


Syafiq pun kembali ke ruangannya. Ia kembali di sambut oleh anak-anak yang lain karena mereka masih penasaran.


"Syafiq boleh lihat nggak penghargaan kamu?" tanya Mahasiswa itu duduk di samping Syafiq.


"Ketinggalan di rumah," ucap Syafiq beralasan, sebenarnya penghargaan itu ada di dalam mobilnya karena ia lupa membawa masuk tadin malam.


"Yah, besok boleh nggak di bawa, kami ingin melihat langsung penghargaannya," ucap yang lain.


"Kalo tidak lupa aku bawakan," jawab Syafiq.


Amara mendekat ke arah Syafiq sambil menyelipkan rambut di telinganya.


"Syafiq, selamat ya atas keberhasilanmu," ucap Amara tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


Syafiq hanya menatapnya saja tanpa menyalaminya.


"Lho Syafiq, Amara memberimu selamat lho? Kenapa kamu tidak membalasnya?" tanya mahasiswa yang lain.


Dengan malas Syafiq menyalaminya juga, jika tidak ada orang ramai di sana, ia sangat ingin pergi dari hadapan Amara.


"Wah... tidak menyangka, primadona kampus tiba-tiba memberi selamat kepada orang yang dulu ia hina," ucap Sahara yang tiba-tiba nongol.


"Sahara," ucap Syafiq melepaskan tangannya dengan cepat.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2