
"Bukannya begitu?" tanya Syafiq melihat temannya tersebut.
Pimpinan itu menundukkan kepalanya tanpa menjawab.
"Itu tidak mungkin kau kan?" tanya Yeni.
"Mana mungkin dia yang melakukannya," ucap mereka tak percaya.
"Coba kau jelaskan sakit hati apa kau padanya?" tanya Syafiq lagi.
"Dia... dia sudah berkhianat!" bentaknya geram.
"Apa maksud mu?" tanya mereka tak mengerti.
"Aku melihat ia bersama pria asing itu dan ia akan meninggalkan kita, dia tidak tahu terima kasih! Jika aku tau seperti ini aku sudah membuangnya dari dulu!" ucap pimpinan itu geram.
"Apa yang Yuki lakukan?" tanya mereka lagi.
"Aku bertemu dengannya dan mengatakan kenapa diaeninggalkan kita yang sama-sama berjuang, namun di berbicara dengan keji, dia tidak ingin lagi bersama band payah kita ini, dia ingin memanjat ke atas dan meninggalkan band payah ini, dia ingin menjadi bintang sendirian tanpa bersama kita, dia benar-benar membuatku kesal, dia sangat kejam dan menelantarkan kita, aku tidak bisa memaafkan dia, wanita seperti itu seharusnya tidak di tolong, ternyata dia mencekik kita dari belakang dan membuat kita batu lompatan," ucap pria itu geram.
"Setelah itu karena aku geram aku tanpa sadar mencekiknya dan ternyata dia mati seketika aku panik lalu memasukkannya ke dalam tas bekas baju ganti dan meletakkannya di tepi pintu," ucap Pimpinan itu meneteskan air mata.
"Ya sudah jika begitu, pelakukanya sudah di ketahui, aku pulang dulu," ucap Syafiq.
"Terima kasih ya sudah menemukan pelakunya," ucap polisi itu lagi.
__ADS_1
"Ya sama-sama pak," angguk Syafiq.
"Pimpinan apa yang telah kau lakukan? jika dia tidak mau di sini lagi biarkan dia pergi," ucap Yeni.
"Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, dia tidak tahu terima kasih dan ingin pergi begitu saja tanpa melihat jasa kita yang sudah bersusah payah selama ini dan ia pun pergi begitu saja," ucap pimpinan itu yang masih sakit hati.
Polisi itu pun memborgol tangan pimpinan itu, lalu membawanya ke kantor polisi.
Syafiq dan Yedi masuk mobilnya dan malam pun sudah larut.
Ding ding
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan 1.000.000.000
Selamat Anda mendapatkan 30 poin
Poin Anda menjadi 90 poin.
"Kamu di antar pulang apa tidur di rumahku?" tanya Syafiq.
"Tidur di rumahmu aja dan besok langsung ke kampuas aja," ucap Yedi.
"Sepertinya kua tidak khawatir lagi dengan pamanmu itu?" tanya Syafiq mencibir.
__ADS_1
"Khawatir pun aku nggak juga bisa ngobatin dia," ucap Yedi manyun.
"Heh! Ternyata kau sadar juga, ya sudah kalau gitu kita ke rumahku aja," ucap Syafiq melajukan mobilnya di jalanan menuju rumahnya.
Sesampai di rumah Syafiq segera memarkirkan mobilnya.
"Bi, Bibi aku pulang!" teriak Syafiq dari luar pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu.
"Ya sebentar," ucap Bibi yang masih mengantuk terpaksa bangun untuk membukankan pintu untuk Syafiq.
"Kalian baru pulang," ucap Bibi yang kembali masuk kamarnya.
"Ya," jawab Syafiq singkat dan menutup pintu pelan-pelan.
"Yuk masuk kamatku," ajak Syafiq dan Yedi mengikuti Syafiq.
Mereka pun tidur.
xxx
Ke esokan harinya.
"Sana kamu mandi dulu, aku mau menyiapkan buku dulu," ucap Syafiq.
"Tapi aku nggak bawa tas gimana mau belajar?" tanya Yedi.
__ADS_1
"Maksudmu kau ingin bolos gitu?" Syafiq balik bertanya.
BERSAMBUNG