SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 179


__ADS_3

"Tolong kirimkan ke 4 mobil ini ke alamatku," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, silakan tinggalkan alamatnya," ucap Pegawai itu menyodorkan selembar kertas dan Syafiq pun menulis alamatnya.


"Baik Tuan, kami akan segera mengirimkan mobil Anda, terima kasih atas berlengganan Anda," ucap pegawai itu.


Syafiq mengangguk dan dan ia pun masuk dalam mobil dan segera menuju ke vilanya.


Sesampainya di sana.


"Eh Tuan," sapa pemborong itu.


"Wah, kerja kalian cepat juga ya, berarti 3 hari lagi selesai ya," ucap Syafiq mengangguk-angguk.


"Kira-kira begitulah," ucap pemborong itu.


"Sekalian tolong renovasi kembali vilanya ya, saya ingin warna biru laut, berikan cat yang terbaik," ucap Syafiq.


"Baik Tuan, akan kami lakukan," ucap pemborong itu.


Triring


Triring


Triring


"Halo," jawab Syafiq.


"Syafiq gimana? udah selesai urusan di sana?" tanya Grizeda.


"Ada apa?" tanya Syafiq.


"Kamu ke perusahaan sebentar," ucap Grizeda.


"Ada apa?" tanya Syafiq mengulang pertanyaannya.


"Ini ada sedikit masalah, ada pelanggan yang ingin mengembalikan parfumnya, katanya dia nggak suka warna itu dan ingin menukarkan yang lain," ucap Sahara.


"Di mau tukar ya tukar saja," ucap Syafiq.


"Masalahnya itu bukan parfum dari perusahaan kita, dan dia ingin mengembalikannya," ucap Sahara lagi.


"Baiklah, baiklah, aku akan kesana sekarang," ucap Syafiq.


Syafiq pun masuk ke dalam mobilnya melaju pergi menuju perusahaan.


Saat perjalanan ke perusahaannya, Syafiq melewati semak-semak, yang mengherankan saat di lewati para lalat itu berterbangan seperti ada bangkai.


Syafiq penasaran dan ia pun memundurkan mobilnya dan memberhentikannya.

__ADS_1


Syafiq pun turun dari mobil.


"Apa'an itu ya, apa cuma bangkai hewan ya?" tanya Syafiq penasaran dan melihat ke arah lalat itu.


"Astaga!" teriak Syafiq kaget.


Ada manusia yang tubuhnya mengulung dengan bersimbah darah, karena terlalu lama makannya lalat berdatangan.


"Aku harus telpon Glinda nih," ucap Syafiq menelpin Glinda.


Tuuuut


Tuuuut


Tuuuut


"Halo," jawab Glinda.


"Glinda, kamu sibuk nggak?" tanya Syafiq.


"Iya, ini ada kasus pelecehan di sini, ada apa?" tanya Glinda.


"Apa sudah selesai kasusnya?" tanya Syafiq lagi.


"Sedikit lagi, tapi sepertinya aku sudah tak di butuhkan lagi di sini, memang ada apa?" tanya Glinda mengulang pertanyaannya.


"Oh ya! Di mana?" tanya Glinda dengan suara hampir berteriak.


"Hm... di jalan sekuntum," jawab Syafiq.


"Sedang apa kamu di sana?" tanya Glinda.


"Ada yang ingin ku urus, jika kamu tidak sibuk cepatlah di sini, aku tidak mau malah jadi pelaku," ucap Syafiq.


"Baiklah, aku ke sana sekarang," ucap Glinda memutuskan panggilannya.


"Brima, ayo ikut aku," ajak Glinda menarik baju Brima.


"Kemana?" tanya Brima yang terpaksa mengikutinya karena bajunya di tarik.


"Bawa yang lain juga, kita akan menemui Syafiq di sana," ucap Glinda masuk mobil polisi.


"Ha? Bertemu Syafiq kenapa harus bawa banyak pasukan, apa terjadi sesuatu?" tanya Brima penasaran namun ia tetap menuruti Glinda masuk dalam mobil dan melaju pergi.


Mereka pun bersama-sama pergi dan tak berapa lama mobil polisi sampai di jalan sekuntum.


"Lho? Itu mobil siapa yang behenti di pinggir jalan?" tanya Glinda heran dan ia memberhentikan mobilnya takutnya mobil itu ada melakukan hal mencurigakan.


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


Glinda mengetuk pintu mobil tersebut.


"Hey Glinda, aku di sini," panggil Syafiq melambaikan tangannya karena ia sedang pipis di semak yang jauh dari sana.


"Eh kamu, ini mobil siapa?" tanya Glinda.


"Ini mobilku, baru beli tadi," jawab Syafiq.


"Kamu ngapain di sana?" tanya Glinda curiga.


"Buang air kecil," jawab Syafiq jujur.


"Ih... buang air d dalam semak, apa nggak gatal tuh?" tanya Glinda merasa jijik.


"Yeee... aku 'kan bawa tissu," ucap Syafiq memperlihatkan sebal tissu dan membukakan pingu mobinya lalu melemparkan tissu ke dalam mobilnya.


"Mana mayatnya?" tanya Glinda.


"Tuh di sana orangnya," ucap Syafiq menunjuk ke dalam semak-semak.


Para polisi itu melihat mayat tersebut dan segera menelpon ambulan untuk membawa mayatnya agar segera di otopsi.


"Kenapa bisa menemukan mayat itu?" tanya Glinda.


"Iya, tadi saat aku lewat ada lalat berterbangan, aku penasaran dan melihat ternyata ada mayat di sana.


"Oh begitu, ya udah kalau gitu kami balik lagi ke kantor polisi," jawab Glinda.


"Oke!" jawab Syafiq mengangguk.


Ding ding


Misi baru


Temukan pelaku dari pembunuhan mayat tersebut.


Hadiah 60.000.000.000


"Apa!!!!!!! Astagaaaaa!!! Di mana aku cari pelakunya, kenal aja nggak," keluah Syafiq berteriak.


"Kamu kenapa Syafiq?" tanya Glinda heran melihat Syafiq prustasi.


"Eh bukan apa-apa, ayo aku akan memecahkan kasus dari jenazah itu," ucap Syafiq rela tak rela.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2