SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 227


__ADS_3

Ding ding


Misi baru


Membantu Seorang nenek


Hadiah 500.000.000.000


"Ha? Membantu Nenek? Apa mau yang mau ku bantu?" tanya Syafiq dalam hati.


Makanan pun selesai, koki itu menyajikan makanannya di atas meja.


"Hm… makan dulu ya Nek, nanti aku akan mengantar nenek," ucap Syafiq.


Nenek itu menangis di hadapan makanannya.


"Nenek jangan menangis lagi, nenek pasti lapar, ayo di makan," ucap Jelita mengelus pundak nenek tersebut.


"Terima kasih ya Nak, kalian bahkan lebih baik dari anak kandungku sendiri," ucap Nenek itu memegang tangan Jelita.


"Nenek tenang saja, saya dan yang lainnya akan bantu Nenek memberantaskan anak durhaka itu," ucap Glinda.


"Tidak usah Nak, Biarkan saja dia hidup bahagia bersama istrinya," ucap nenek itu.


"Hm… benar juga, sepertinya aku akan membawa nenek itu ke rumah anaknya untuk meminta penjelasan, kenapa sampai anak itu tega mengusir ibunya sendiri," ucap Syafiq dalam hati.


"Nenek makan saja yang banyak ya, biar punya tenaga buat melakukan sesuatu," ucap Syafiq.


Nenek itu pelan-pelan melahap makanannya dan sesekali ia menyeka air matanya.


Selesai makan mereka duduk-duduk sebentar.

__ADS_1


"Nenek apa mau jika aku mengantar nenek kembali ke rumah anak nenek?" tanya Syafiq.


"Tidak usah Nak, biarkan mereka hidup bahagia," ucap Nenek itu.


"Nek, justru mereka seperti itu, mereka tidak akan hidup bahagia, maka dari itu biarkan mereka meminta maaf kepada nenek agar hidup mereka bahagia," ucap Syafiq.


Nenek itu terdiam. "Tapi bagaimana jika mereka menyakiti hatiku lagi?" tanya nenek pelan.


"Jika mereka ingin hidup bahagia, mereka harus meminta maaf kepada nenek dan minta keridhoan Nenek, jika mereka tidak ingin hidup bahagia mereka akan hidup kucar kacir. Satu-satunya agar nenek ingin mereka bahagia ya mereka harus meminta maaf pada nenek," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk Nenek itu.


Sahara, Glinda dan Grizelda 1 mobil, sedangkan nenek 1 mobil dengan Syafiq dan mereka masuk mobil.


"Di mana rumah anak Nenek?" tanya Syafiq.


"Di jalan sekumbang," jawab nenek.


"Nenek dari rumah anak nenek ke sini jalan kaki?" tanya Syafiq.


"Iya, nenek tak punya uang untuk naik bus karena kecopetan," jawab Nenek.


"Sebenarnya bukan aku nggak bisa ngasih nenek uang untuk pulang, namun ini juga demi kebaikan hubungan nenek dan anak nenek harus ada orang yang sebagai penengahnyanya untuk menyelesaikan masalahnya, jika anak nenek masih sayang dengan nenek, dia pasti akan menyesali perbuatannya tadi, jadi kita lihat nanti gimana reaksinya," ucap Syafiq.


"Baiklah," angguk Nenek itu.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah anak nenek tersebut atas arahan sang Nenek.


"Lho? Ada apa ini ramai-ramai ke sini, ibu bukannya ibuk?" tanya pria anak nenek itu.


"Lho? Ibuk," ucap sang istri.

__ADS_1


Syafiq pun berdiri si hadapan pria itu bersama nenek tersebut yang di kawal oleh Glinda memakai seragam polisinya.


"Ada apa ini?" tanya pria itu.


"Ada apa kamu bilang! Kenapa kamu mengusir ibu Anda?" tanya Syafiq yang langsung ke poinnya.


"Ya dia memang pantas di usir," ucap pria itu.


Nenek itu kembali berlinang air matanya dan Sahara pun memeluknya.


"Apa kau tau, jika ibumu di jalan sendirian uangnya di rampok, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya, dia ibu yang sudah melahir dan membesarkanmu hingga seperti sekarang, kenapa kau sangat tega sekali," ucap Syafiq.


"Itu dia sudah membuat kesalahan yang fatal yang tidak bisa aku maafkan," jawabnya kasar.


"Selama waktu kau kecil, 1000 kesalahan fatal yang kau buat, apa dia membuangmu dan mengusirmu dari rumah dan membiarkanmu hidup di jalanan? Dia terus memaaf dan memaafkanmu tanpa memikirkan kesalahanmu, dan sekarang saat kau mengusirnya dia tetap memaafkanmu, di mana hati nuranimu," ucap Syafiq pelan tapi menusuk.


"Apa hubungan kalian! Ini adalah masalah keluargaku kenapa kalian ikut campur!" bentaknya.


"Ini atas dasar kemanusiaan, karena kami sesama manusia, jadi kami menolong nenek ini, dan juga dia sudah tua renta yang seharus dia yang gantian di asuh oleh anaknya setelah waktu kecil dia mengurus Anda," ucap Glinda.


"Jika begitu kalian urus dia saja," ucap pria itu.


"Jika kau ingin membuang ibumu kau bayar sakitnya dia melahirkanmu, bayar itu selama 9 bulan dia mengandungmu, kau bayar setiap air susu yang kau minum, kau bayar kasih sayang yang ia berikan padamu, uang yang selama ini yang mau habiskan untuk makanmu dan uang jajanmu kau bayar semua kesalahan yang sudah kau perbuat padanya, kau bayar semua baju yang mereka belikan untukmu, kau bayar barang yang sudah kau rusak di waktu kecil, kau bayar setiap tetesan air mata yang kau buat selama hidupmu, kau bayar setiap keringat yang lelah mengasuh dan memberimu makan, kau bayar semua itu baru kau mengusirnya," ucap Syafiq kesal.


Pria itu terdiam.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2