
"Ah malu," jawab Glinda.
"Astaga! Mereka bicara terang-terangan, mereka pikir aku apa," ucap Syafiq dalam hati sambil manyun.
Mereka pun memesan baju kesukaan masing-masing.
Syafiq juga memesan baju untuknya.
Menonton tv sambil menunggu pesanan datang mereka pun melihat berita tentang kecelakaan tadi.
"Seorang Ceo muda di selamatkan oleh seorang pria yang masih berkuliah, ia bahkan rela menghalangi dengan mobil barunya, hingga mobilnya rusak parah, apa yang terjadi antara mereka? apakah mereka punya hubungan sehingga mahasiswa itu rela mobilnya hancur atau karena refleks saja"
"Ini berita mengada-ada deh," ujar Syafiq. Jelita tersenyum melihat ke arah Syafiq.
"Oh iya, besok kalian datang ya, mulai besok mau dekorasi rumah karena bibiku akan menikah hari minggu," ujar Syafiq memberi tahu kepada Jelita dan Glinda.
"Oh ya di mana?" tanya Jelita.
"Hm besok aku share lokasi, mana nomor kalian biar ku simpan," ujar Syafiq. Mereka pun saling bertukar nomor.
Tok!
Tok!
Tok!
"Paket Anda sudah sampai, silakan di ambil," ujar suara paket pengantar pakaian.
"Biar aku yang buka," ucap Syafiq. Syafiq pun berdiri dan membukakan pintu.
__ADS_1
"Berapaan Bang?" tanya Syafiq.
"4.500.000," jawab tukang paket.
Syafiq mengeluarkan uang dari sakunya dan menyerahkan kepada tukang paket itu.
"Terima kasih Bang," ucap tukang paket tersenyum dan menyimpan uangnya.
"Sama-sama," jawab Syafiq. Tukang paket itu pun pergi.
Ding ding
Hadiah Anda kurang 4.500.000
Sisa hadiah Anda 6.092.000.000.
Mereka pun mengambil bajunya masing-masing sambil memperlihatkan satu sama lain dan mereka sambil tertawa.
"Ya sudah, aku mandi dulu, ini juga semakin larut, habis mandi kalian tidurlah," ucap Syafiq.
"Kamu tidur saja dulu, kami ada yang ingin di bicarakan," ucap Sahara.
"Ya udah kalau begitu, aku duluan," ucap Syafiq berdiri dan menuju kamar utama.
Mereka juga masuk ke kamar dan segera mandi karena tubuh mereka sangat lengket. Setelah mandi para gadis itu berkumpul kembali di ruang tamu sambil menonton tv.
Entah apa yang mereka ceritakan yang paati mereka tertawa bersama. "Sepertinya merek sudah akrab," ujar Syafiq. Ia tak peduli lagi dengan cerita mereka yang pastinya hari ini sangat melelahkan baginya dan ia pun tidur di atas ranjang yang empuk.
xxx
__ADS_1
Ke esokan paginya.
0Terlihat 4 gadis itu tidur di atas sofa dan ada juga tidur di lantai.
"Apa mereka tidak kedinginan tidur di sini apa lagi memakai pakaian mini begini," ucap Syafiq mengelengkan kepala.
"Apa mereka aku pindahin ya?" tanya Syafiq berfikir.
"Eh... Syafiq," ujar Glinda sambil mengucek matanya. Ia melihat jam di tangannya.
"Astaga! Aku bakal terlambat ke kantor!" teriak Glinda seketika membuat yang lain juga ikut bangun.
"Ada apa?" tanya Jelita yang matanya masih tertutup tapi ia berusaha untuk bangun.
"Ini udah jam 06:45, kakak bakal terlambat nih" ujar Glinda.
"Ya udah aku antar," ucap Syafiq mengambil kunci mobilnya dan melempar kunci rumah kepada Grizelda.
Grizelda pun menangkapnya.
"Tolong jagain rumahku ya, sarapanmu nanti aku paketkan nanti," ucap Syafiq kepada Grizelda.
"Terima kasih," ucap Grizelda tersenyum.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1