SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 40


__ADS_3

"Enggak maksudku ke rumahku dulu nanti, aku ingin ambil buku dan mobilku," ucap Yedi.


"Ooooo," jawab Syafiq.


Mereka pun bergantian mandi.


"Yedi, habis pulang kuliah nanti tolong temani aku," pinta Syafiq.


"Ke mana?" tanya Yedi mengangkat alisnya.


"Beli rumah," ucap Syafiq.


"Haaaa! Gila! Keren banget kamu bro, nggak nyanka, sekarang kamu kaya, beli di mana?" tanya Yedi penasaran.


"Di sini nggak jauh ada di pinggir jalan ada yang jual perumahan elit, aku ingin beli rumah itu," jawab Syafiq.


"Bukan kah, di sana harganya mahal, wah... aku sanggat bangga padamu," ucap Yedi kagum.


"Kasihan Bibi dan Alviso sudah lama tinggal di gubuk derita, kadang mereka sering di ejeki ya termasuk aku, jadi aku ingin menempatkan mereka di rumah mewah sebagai hasil kesabaran mereka selama ini dan sebagai terima kasihku yang sudah merawatku," ucap Syafiq tersenyum.


"Wah... kamu memang anak yang berbakti, kapan aku bisa berbakti sepertimu ya," ujar Yedi sambil menghela nafas.


"Berbakti tidak harus masalaah uang, kau menurut dan mendengarkan nasehat mereka dan tidak melakukan apa yang mereka larang dalam hal kebaikan itu juga berbakti," jawab Syafiq menjelaskan.


"Ah benar juga katamu," ucap Yedi sambil mengangguk-angguk

__ADS_1


"Ya udah kita ke rumahmu sekarang," ajak Syafiq yang sudah bersiap dengan menyandang tas ranselnya.


"Oke," ucap Yedi setuju.


"Bi, kami berangkat sekarang," pamit Syafiq.


"Baiklah, hati-hati," pesan bibi yang suaranya terdengar dari dapur.


Syafiq dan Yedi pun masuk mobil Syafiq dan melajukannya di jalanan menuju rumah Yedi.


Sesampainya di sana rumah Yedi terbuka, mungkin Ibunya yang pulang.


"Yedi dari mana aja kamu semalam nggak pulang?" tanya Ibunya yang sedang bersiap-siap pergi ke rumah sakit.


"Lalu di mana orangnya?" Tanya Ibunya menekuk keningnya.


"Ya langsung di bawa ke kantor polisilah, tunggu paman siuman, kita ke kantor polisi buat menjenguknya," ucap Yedi.


"Yakin? Kalian nggak salah nangkap orangkan?" tanya Ibu ragu-ragu.


"Orang dia ngaku sendiri kok," jawab Yedi.


"Ya udah kalo gitu cepat kalian berangkat kuliah dan tengah hari nanti gantian Yedi yang menjaga paman sampai sore ya," ucap Ibu membawa barang bawaannya masuk ke mobil.


"Ya Ibu," ucap Yedi. Dan Ibu pun pergi masuk mobil dan buru-buru ke rumah sakit.

__ADS_1


"Yah gagal deh buat nemenin kamu," ucap Yedi kecewa.


"Nggak apa-apa, pamanmu lebih penting, Ibumu juga sepertinya juga sudah lelah nggak tidur semalaman, aku pergi sendiri saja, kalau udah ku beli, akan ku beri tahu alamatnya," ucap Syafiq menengkan.


"Maaf ya Syafiq," ucap Yedi merasa bersalah.


"Ya udah siap-siap sana," ucap Syafiq. Dan Yedi berganti pakaian dan menyiapkan bukunya, mereka pun segera berangkat.


Ding ding


Misi baru.


Seorang kelaparan, berikan ia makan


Hadiah 1.000.000.000.


"Di mana orangnya ya?" tanya Syafiq melihat ke kiri dan ke kanan di sepanjang jalan.


Ada seorang pria duduk lemas bersender di sebuah tiang besi tanpa di pedulikan oleh orang yang lalu lalang.


Syafiq memberhentikan mobilnya dan menepi di pinggir jalan, ia kemudian turun dari mobil lalu menghampiri bapak tersebut.


"Pak, apa bapak baik-baik saja?" tanya Syafiq membenarkan posisi duduk bapak itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2