
"Oke!" ucap Yedi segera mengambil ponselnya dan menuliskan di sana.
Kepada seluruh jajaran kampus dari dosen mau pun Mahasiswa dan mahasiswi agar hadir di acara pernikahan Bibi Syafiq di perumahan putri mayang sari nomor 27, jam 08:00 wib.
Di setiap ponsel anak kampus berbunyi menandakan sebuah notifikasi masuk.
"Bibi Syafiq menikah? Dan di perumahan putri mayang sari adalah perumahan elit, tidak mungkin dia menyewa di sanakan? tempat itu tidak di sewakan," ujar Amara berfikir.
"Ini sangat bagus, di acara Pernikahan Bibi Syafiq kita hancurkan acara mereka sebagai balas dendam," ucap Roni.
"Bos, bolehkah aku membawa beberapa orang untuk menghancurkan pernikahan bibi musuhku untuk membalaskan sakit hati karena di permalukan olehnya tadi?" tanya Roni berharap.
"Baiklah jika begitu, karena kamu juga dari bagian geng kami," ucap Bosnya itu.
"Terima kasih Bos," ucap Roni sambil mencium tangan bosnya itu.
__ADS_1
"Sebenarnya aku merasa jijik mencium tangan pria kurcaci itu, aku terpaksa melakukannya demi ingin mengalahkanmu Syafiq, tapi lihat saja nanti, aku tidak akan membiarkan acara itu berjalan dengan lancar, lihat saja kamu nanti Syafiq, aku akan membalaskan dendamku," ucap Roni dalam hati sambil mengeram.
Syafiq terus mengantar undangan tersebut hingga jam 19:45 ia baru bisa kembali lagi ke rumah bibinya.
Semua tenda terpasang rapi yang di hiasi oleh bunga-bunga cantik dan tempat duduk pengantin yang mewah.
"Wah... jika aku menikah nanti, aku ingin pernikahanku mewah seperti ini bersama kekasih yang aku cintai dan pria itu juga mencintaiku bukan karena hartaku," ucap Jelita sambil membaringkan bahunya di pundak Syafiq.
"Lalu kapan kau akan menikah? Biar aku pesankan yang lebih mahal dari ini," ucap Syafiq.
"Jangankan mau menikah, punya pacar aja nggak," jawab Jelita mengangkat kepalanya melihat Syafiq dengan manyun.
"Aku tidak mau, mereka semua mata keranjang, nggak bisa lihat glowing dan kaya, aku hanya mencari yang benar-benar mencintaiku," ucap Jelita.
"Oh... Itu terserahmu Sih, aku doakan semoga kamu menemukan jodoh yang baik hatinya, menerimamu dengan ketulusan hatinya," ucap Syafiq mendoakan.
__ADS_1
"Entahlah, aku belum menemukan seperti seseorang yang baru ku kenal itu, rela bertaruh nyawa demi keselamatanku, jika yang lain malah berharap aku mati dan bisa mengeruk hartaku, contohnya seperti mantan kekasihku itu, dia bahkan ingin membunuhku terang-terangan, jika dia menyukaiku mungkin aku sangat senang, tapi aku juga tidak berharap jika dia menyukaiku, aku juga tidak tahu bagaimana jadinya nanti kami semua menyukai orang yang sama," ucap Jelita
"Jika kalian menyukai orang yang sama menikah saja semuanya," jawab Syafiq.
"Orang yang mau di nikahi itu mau apa nggak?" tanya Jelita.
"Wah kau benar-benar ingin di poligami?" tanya Syafiq
"Jika semua seperti mereka yang bisa berbagi suami," jawab Jelita sambil tertawa.
Syafiq hanya mengelengkan kepala. "Dan juga mereka itu siapa? Dan pria yang kamu kaakan itu siapa? Pasti dia sangat istimewa ya?" tanya Syafiq penasaran.
"Bukan siapa-siapa, oh iya aku juga ngundang karyawanku juga, tapi mereka bisa datangnya saat makan siang dan untuk pagi para satpam yang datang, bagaimana menurutmu?" tanya Jelita meminta pendapat Syafiq.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih