
Sahara langsung berdiri dan melihat-lihat.
"Ehk... boleh," jawab Syafiq mengangguk.
Jelita pun berdiri dan melihat lukisan yang sudah terpajang sejak Syafiq beli.
"Gambarnya unik," ucap Jelita tersenyum.
Ding ding
Misi baru
Rumah berhantu.
Hadiah 2.000.000.000
"Hantu?" Ucap Syafiq tiba-tiba.
"Apa! Hantu?" tanya mereka bersamaan.
"Di mana?" tanya Jelita melihat sekeliling.
"Kamu jangan bercanda Syafiq," ujar Sahara juga ikut takut.
"Eum... bukan apa-apa," ucap Syafiq mengeleng kepala.
4 gadis itu sambil melihat sekeliling ketakutan.
Tok!
Tok!
Tok!
"Aaaaaaaaaa....!" jerit para gadis itu berhamburan memeluk Syafiq.
__ADS_1
"Paket makanan!" teriak tukang kurir dari depan rumah.
"Tuh kan, cuma paket," ujar Syafiq angkat jari.
"Kirain apa," ucap mereka melepaskan pelukannya.
"Kamu kan polisi kenapa harus takut," ucap Syafiq kepada Glinda.
"Hey! Ayolah, aku emang polisi tapi nangkep orang, bukan nangkep hantu," ujar Glinda setengah berteriak.
Syafiq berdiri dan membukan kan pintu. "Ini paket pesanan Anda Tuan," ucap tukang paket menyerahkan kotak makanannya.
"Oh baiklah, terima kasih," ucap Syafiq menyerahkan uangnya kepada Tukang paket, ketika Syafiq menyerakan uangnya sosok bayangan putih lewat di belakang tukang kurir membuat Syafiq menelan air liurnya.
"Ada apa Tuan?" tanya tukang kurir saat melihat wajah Syafiq berubah.
"Oh bukan apa-apa," jawab Syafiq tersadar sambil mengelengkan kepala.
"Baiklah jika begitu terima kasih ya Tuan, saya permisi dulu," ucap tukang kurir dan kemudian ia pun pergi.
"Aaaaaaaa...!" teriak suara tukang kurir tadi.
"Eh ada dengan kurir itu?" tanya Grizelda kaget dan semua yang berada di ruangan itu juga kaget.
"Oh, mungkin kurirnya jatuh, soalnya ada jalan rusak tadi, mungkin dia salah jalan," ujar Syafiq beralasan.
"Oooo," jawab mereka serentak.
"Bentar ya, aku lihat dulu, mungkin dia sedang bawa barang yang banyak, siapa tau bisa bantu," ucap Syafiq berdiri.
"Iya," jawan Sahara.
Syafiq pun pergi ke arah suara tadi.
"Jangan-jangan hantu yang tadi yang nakutin kurir itu," ucap Syafiq.
__ADS_1
Kurir itu jatuh tapi bukan karena jalan yang rusak, tapi berbaju putih itu tadi lewat di depannya dan hampir saja tertabrak.
Kurir itu memegang dadanya dan berusaha narik nafas.
"Bang, Anda tidak apa-apa?" tanya Syafiq memegang pundak Kurir itu.
"I-itu, itu," ujar kurir itu tak bisa berkata-kata sambil menunjukkan ke arah depannya.
"Ada apa Bang?" tanya Syafiq melihat arah yang di tunjuk Kurir itu tapi tidak ada apa-apa.
"Tidak ada apa-apa Bang, lebih baik Abang langsung pulang saja ya," ucap Syafiq menegakkan motornya yang tumbang.
"I-iya, aku langsung pulang," ujar tukang kurir itu pucat pasi.
Ia mengambil motornya lalu mensraterkan motornya dan langsung meninggalkan rumah tersebut sambil tergesa-gesa.
Syafiq pun segera balik badan dan terlihat lagi baju putih lewat, kali ini tubuhnya melayang.
"Astaga, ini sungguh meresahkan, aku akan cari tahu, apa yang sebenarnya terjadi," ucap Syafiq.
Sosok bayangan putih itu pun lewat di jendela dan terlihat oleh Grizelda. Wajah Grizelda langsung pucat pasi dan ia terdiam tak bisa berkata-kata.
"Ada apa tanya Sahara melihat perubahan wajah Grizelda.
"A-anu... itu..."
"Kamu sakit?" tanya Jelita juga melihat wajah Grizelda tidak seperti tadi.
"Aku... aku... sangat lapar," ucap Grizelda menyantap makanannya dengan cepat sambil menundukkan kepalanya karena ia sangat terkejut.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1