
"Terima kasih," ucap Syafiq memutuskan panggilannya.
"Mau lihat donk," ucap Jelita penasaran.
"Nanti malam ya kita ke sana sama-sama, kalo sekarang kita harus beraktifitas dulu," ucap Syafiq.
"Haish... aku sudah tak sabar untuk ke sana," ucap Grizelda.
"Gimana? Udah ketemu orangnya?" tanya Syafiq kepada Jelita.
"Udah ada 1 koki dan 2 pelayan, mereka sudah siap kerja kapan pun di panggil," jawab Jelita.
"Ada nomor telponnya?" tanya Syafiq.
"Ada, aku kirim saja ya," ucap Jelita mengirim nomor tersebut.
Tin! Tin!
"Oke udah masuk, nanti aku telpon mereka," ucap Syafiq.
Mereka pun selesai makan.
"Kak Glinda mau di rumah aja apa ikut denganku?" tanya Grizelda.
"Ikut kamu aja deh, di rumah bosan," ucap Glinda.
"Tapi hati-hati, jangan sampai lukanya tersenggol pengunjung," pesan Syafiq.
"Iya aku duduk jauhan dari orang-orang," jawab Glinda.
Mereka pun berangkat ke tempatnya masing-masing.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo," jawab pemilik ponsel.
"Apa ini dengan bapak yang pekerjaannya koki?" tanya Syafiq.
__ADS_1
"Iya pekerjaan saya sebagai koki," jawabnya.
"Waktu itu ada seseorang yang mencari koki, dan saya orangnya," ucap Syafiq.
"Oh Anda ya orangnya," ujar bapak itu senang karena ia akan segera mendapat pekerjaan.
"Iya, bisakah Anda datang ke alamat yang akan saya kirim nanti, di sana sudah ada kepala kokinya, Anda cukup mengikuti instruksinya saja, saya ingin kalian berkolaborasi dengan kepala koki, kira-kira makan apa yang cocok untuk di hidangkan di restoran saya itu, dan juga siang saya akan datang untuk melihat menu yang kalian buat," ucap Syafiq.
"Siap Tuan, saya akan ke sana," ucap bapak itu senang.
"Baiklah, saya akan kirim alamatnya dan kirim nomor rekening juga, saya akan mentranfer ongkos perjalanan bapak ke sana, saya juga aksn memberi tahu kepada kepala koki jika bapak akan datang," ucap Syafiq.
"Baik Tuan," ucap bapak itu lagi. Syafiq memutuskan panggilanya dan mengirimkan alamatnya restorannya.
Tak lama nomor rekening pun masuk. Syafiq mentrasfer uangnya.
Ding ding
Hadiah Anda di kurang 5.000.000
Sisa hadiah Anda 1.860.213.800.000.
"Eh itu Syafiq datang," ucap salah satu mahasiswa melihat Syafiq keluar dari mobilnya.
Mereka menyerbu ke arah Syafiq.
"Wah Syafiq, kamu keren banget, kamu bisa dapat penghargaan dari komanda polisi, kenapa kamu nggak jadi polisi aja," ucap mereka berdempet-dempet.
"Syafiq, beneran ya Roni masuk geng buronan itu dan kamu menemukan geng itu?" tanya mereka bagaikan reporter.
"Syafiq kamu keren banget, mau nggak jadi pacar aku?"
"Syafiq gimana biar bisa kayak kamu?"
"Syafiq, i love u."
"Syafiq.. Syafiq... Syafiq dan bla bla bla bla bla."
"Hey kalian lepasin aku dulu, mana bisa aku berbicara dengan kalian berdempet seperti ini," ucap Syafiq.
"Pemberitahuan, yang bernama Syafiq harap ke ruang dosen sekarang, sekali lagi yang bernama Syafiq harap ke ruang dosen sekarang," terdengar dari pengeras suara.
__ADS_1
"Wah... pengeras suara itu penolongku, Aku pergi dulu," ucap Syafiq melepaskan diri dari keramaian dan berlari menuju ruang dosen.
Tok!
Tok!
Tok!
"Permisi," ucap Syafiq dari balik pintu.
"Silakan masuk," ucap Buk Rika, dosen kampusnya.
Syafiq pun masuk, di sana sudah ada Rektor, dekan dan para dosen lainnya.
"Silakan duduk," ucap Rektor itu mempersilakan Syafiq.
"Terima kasih pak," jawab Syafiq dan ia pun duduk di depan mereka semua.
"Saya dengar kamu di skors?" tanya rektor.
"Iya pak," angguk Syafiq.
Rektor itu mengangguk-angguk. "Wajah Kamu sekarang sudah viral di media sosial dan sudah terkenal karena penghargaan yang di berikan komandan polisi, dan juga kamu di panggil ke sini karena salah satu dari stasiun tv minta izin untuk mewawancari kamu setelah kampus selesai, jadi apa kamu menerimanya atau tidak?" tanya rektor itu.
"Apa itu lama?" tanya Syafiq.
"Mereka minta 40 menit untuk mewawancari kamu," ucap rektor itu.
"Katakan pada mereka aku cuma punya waktu 10 menit saja, karena ada yang ingin ku kerjakan setelah pulang kuliah dan itu sanga penting untuk pembukaan usahaku, jika mereka minta waktu lama mereka bisa datang ke restoranku nanti malam, di sana mereka boleh menanyakannya sampai puas," ucap Syafiq.
"Hehehe... jika mereka datang kerestoranku lumyan juga buat bantu promosi lewat tv," ucap Syqfiq dalam hati menyeringai.
"Haish... sangat di sayangkan, padahal bapak ingin sekalian mempromosikan kampus kita ini. Baiklah jika begitu, bapak akan telpon stasiun televisinya untuk memberi tahunya, tapi ingat! Kamu harus mempromosikan kampus kita ini ya," ucap rektor itu.
"Terima kasih pak," ucap Syafiq tersenyum.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1