
"Setelah aku tahu ternyata kau melenyapakanku, itu sangat membuat hatiku sakit, aku sangat merindukanmu dan kita tidak bisa bersama lagi, kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Sahara dengan berlinang air mata.
Al menangis tersedu-sedu. "Maafkan aku Hera, maafkan aku, tidak seharusnya aku membunuhmu, maafkan aku Hera, aku bersalah, hukum saja diriku," ucap Al.
"Al, apa yang sudah terjadi biarkan terjadi, aku sangat ingin membalas dendam atas kematianku, tapi aku berpikir lagi, jika aku mati, siapa yang akan merawat fotoku di rumahmu, setelah kepergianku hiduplah dengan baik dan rawatlah foto-fotoku, aku mencintaimu selama-lamanya. Selamat tinggal," ucap Sahara memegang tangan Al dan kemudian ia pingsan.
"Hera! Hera! Hera! Jangan pergi Hera! Heraaaaaaaaa!!" teriak Al dengan berlinangan air mata.
"Sangat di sayangakan, karena hanya ingin memberi kejutan berakhir seperti ini," ucap Syafiq mengendong tubuh Sahara.
"Heraaaa. Maafkan aku, biarkan aku menebus kesalahanku Heraaa! Aku juga mencintaimu Heraaa!" teriak Al menyesali perbuatannya.
"Aduh… kenapa kepalaku sangat pusing?" tanya Sahara memegang kepalanya.
"Tiba-tiba saja kamu pingsan," jawab Syafiq menurunkan Sahara.
"Apa yang terjadi padaku? Apa karena aku anemia ya?" tanya Sahara bingung.
"Hm… tidak apa-apa, mungkin kamu kurang istirahat saja," ucap Syafiq tersenyum mengelus kepala Sahara.
"Iya ya, mungkin saja begitu," angguk Sahara meskipun ia merasa heran.
Al pun di bawa ke ruang tahanan, Syafiq, Sahara dan polisi yang lain keluar dari ruang investigasi.
Ailes melihat Sahara keluar, ia langsung memeluk Sahara.
__ADS_1
"Hera, aku kangen banget sama kamu, tapi saat aku mengirim pesan itu kenapa kamu tidak mempedulikan pesanku, kenapa kau mengabaikanku, aku memang menyukai Al, tapi aku lebih memilih mundur, tadi aku datang ke rumah Al untuk menanyakan ke mana di pergi, dan dia beralasan tak masuk akal dan malah menjebakku, Hera maafkan aku, aku sangat bersalah padamu," ucap Ailes menangis.
Sahara melihat ke arah Syafiq bingung.
"Dia bukan Hera, Dia adalah pacarku," ucap Syafiq.
"Tapi tadi dia mengaku jika dia adalah Hera," ucap Aikes.
"Apa maksudmu?" tanya Sahara tak mengerti.
"Eh bukan apa-apa, dia salah orang," ucap Syafiq mengidipkan matanya ke arah Ailes.
Ailes menudukkan kepala merasa tak enak hati jadinya.
"Maaf, aku salah orang, sekali lagi aku minta maaf," ucap Ailes ia pun pergi meninggalkan kantor polisi dan pergi.
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan hadiah 400.000.000.000
Hadiah Anda menjadi 4.520.150.000.000.
Selamat Anda mendapatkan 60 poin
Poin Anda menjadi 960 poin.
__ADS_1
"Semuanya sudah selesai, jika begitu aku permisi dulu," ucap Syafiq berpamitan.
"Terima kasih Saudara Syafiq, Anda sangat membantu pekerjaan kami, jika begitu Anda hati-hati di jalan," ucap polisi itu.
"Baik Terima kasih," ucap Syafiq melangkahkan kaki menuju pintu keluar.
"Siapa yang menyuruh Anda pergi?" tanya komandan itu tiba-tiba keluar dari ruangannya.
"Eh komandan, ada apa?" tanya Syafiq menuju ke arah komandan.
"Saya dan polisi lain sepakat ingin memberikan sedikit tanda terima kasih, saya harap saudara Syafiq menerimanya," ucap Komandan itu memberikan paper bag kepada Syafiq.
"Apa ini komandan?" tanya Syafiq menerimanya.
"Ah cuma barang murahan saja, di terima ya" jawab komandan.
"Hm… baiklah, terima kasih, kalau begitu, saya permisi dulu," ucap Syafiq.
"Baiklah, hati-hati," pesan Komandan.
Syafiq dan Sahara mengangguk dan melemparkan selayang senyuman dan mereka pun melangkahkan kaki keluar dari kantor polisi.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih