
"Sialan kau Roni! Jika kau sakit hati denganku jangan dia yang kau sakiti!" bentak Syafiq.
"Heh! Kalian berdua sama membuliku, tentu saja dia juga harus merasakan penderiataanku," ucap Roni terkekeh.
"Heh! Memangnya aku akan membiarkanmu begitu saja, jika kau berani lawan aku saja, tapi lepaskan dia!" ucao Syafiq geram.
"Aku bisa saja melepaskan dia, tapi kau harus datang," ucapnya.
"Lepaskan dia dulu, maka aku akan datang," ucap Syafiq.
"Hahaha... siapa yang peduli kau datang atau tidak, hanya saja jika kau tidak datang alu tidak yakin jika dia pulang dengan utuh, atau mungkin namanya saja yang pulang, tapi tubuhnya entah di mana," ancam Roni.
"Baiklah aku akan datang, jika kau berani menyentuhnya, akan ku habisi kau," ancam Syafiq balik.
Syafiq langsung melajukan mobilnya melewati mobil Glinda dan mobil polisi lainnya.
"Hey Syafiq kamu mau kemana!" teriak Glinda dari dalam mobil.
Namun Syafiq tidak mendengar teriak Glinda.
"Kenapa dia? Nggak biasanya dia begiti," ucap Glinda curiga dan ia pun melajukan mobilnya.
"Roni itu benar-benar keterlaluan! Aku akan menghabisi dia," ucap Syafiq geram.
Sesampainya di jalan manggis, Syafiq di hadang oleh 2 orang pria.
"Turun, mobilmu parkir di sini saja, kau ikut kami masuk ke dalam," ucap pria itu.
Syafiq pun turun dan mengikuti perintah kedua pria itu.
"Jangan melakukan hal yang membuat temanmu terluka," ucap pria itu memborgol kedua tangan Syafiq ke belakang lalu membawanya menuju markas mereka.
Di sana sepi, sangat jauh dari rumah penduduk, bolehkan di katakan tempat yang terbengkalai, namun itu sebuah tempat yang di kelilingi oleh pagar beton yang menjulang tinggi, apa bila di periksa polisi itu hanya tempat pekerja pembuatan parang dan pisau, namun itu markas itu adalah tempat geng Auman Harimau, saat ini nama dari geng Auman Harimau masih menjadibmesteri bagi mereka yang tidak mengetahui dan hanya tau dari kabar burung saja.
Syafiq pun di bawa ke dalam markas tersebut dan banyak bilahan pedang dan pisau di dinding markas, itu sangat mengerikan jika orang awam melihatnya.
"Hay Syafiq, ternyata kamu berani untuk datang ya," ucap Roni menghadang jalan sambil melipat tangannya.
Ia mengelilingi Syafiq lalu mencengkam bahu Syafiq dengan kuat.
__ADS_1
"Hey! Kenapa bahumu sangat keras?" tanya heran saat ia berusaha mencekamnya tapi tidak bisa.
"Di mana Yedi?" tanya Syafiq datar.
"Oh, kau pasti tak sadar ingin bertemu dengannya, ayo aku bawakan kamu ke hadapannya," ucap Roni menarik kerah baju Syafiq masuk ke dalam.
Saat masuk, Terlihat Yedi duduk di kursi dengan lemas karena luka di tubuh dan wajahnya
"Yedi!" teriak Syafiq dan ingin berlari menghampiri Yedi.
Namun ia di tahan oleh beberapa orang menghadangnya.
"Kau sungguh keterlaluan! Sudah aku katakan jangan menyentuhnya, tapi kau melukainya!" teriak Syafiq tak terima.
"Hehehe... siapa yang akan tahan tidak melukai musuh yang ada di depan mata, jangan salahkan aku berbuat kejam, ini semua karena perbuatanmu," ucap Roni tertawa sinis.
"Kurang ajar!" ucap Syafiq geram.
Syafiq melihat sekeliling dinding yang banyak parang di sana. "Aku harus menambah tameng agar tidak terluka oleh senjata tajam ini agar bisa menyelamatkan Yedi," ucap Syafiq dalam hati.
Gunakan poin untuk memperkuat tameng
Loading...
Mulai...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
__ADS_1
80%...
90%...
100%....
Selesai
Poin Anda di potong 30 poin
Sisa poin Anda 370 poin.
"Lepaskan dia!" bentak Syafiq.
"Tidak akan! Aku akan melepaskan dia setelah aku puas menghancurkanmu hingga kau cacat," ucap Roni.
"Kau bisa melukaiku, tapi lepaskan dia," ucap Syafiq.
"Baiklah, kau berlututlah," ucap Roni menyengir.
Syafiq pun menuruti kemauan Roni dan ia berlutut.
Roni mengode kedua anggota geng untuk melepaskan borgolnya dan memegang tangan Syafiq dengan kuat.
Mereka melakukannya, Syafiq hanya pasrah dengan apa yang mereka lakukan.
Roni mengambil salah satu senjata tajam dan memperlihatkan ke arah Syafiq.
"Apa kamu siapa untuk menerimanya demi menyelamatkan dia?" tanya Roni meletakkan pisau tajam itu di leher Syafiq.
"Jika kau tak bisa membunuhku, maka aku yang akan melukaimu," ucap Syafiq.
"Haahahah... di saat kau sudah di hadapan senjata tajam dan kau masih sempat berkata begitu, sepertinya kau sangat yakin jika kau punya nyawa kucing," ucap Roni terkekeh.
"Aku bahkan punya nyawa seribu, sayangnya temanku ada di depan," ucap Syafiq dalam hati.
"Aku akan memotong tangan yang sudah melukaiku dulu," ucap Roni geram. Ia pun mengangkat senjata tajam itu lalu memotong tangan Syafiq.
Namun apa yang terjadi, senjata tajam itu tidak menembuskannya sedikit pun.
__ADS_1
Bersambung