SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 207


__ADS_3

"Oh begitu ya, tapi kami tidak ada masalah, keuangan juga tidak ada masalah," ucap istri polisi itu.


"Oh baiklah, jika begitu apa kami boleh tau dia ada di mana sekarang?" tanya Brima.


"Hm... bukannya dia kerja, dia tidak ada pulang," jawab istrinya lagi.


"Baiklah jika begitu, kalau begitu kami permisi dulu, jika dia punya masalah semoga cepat terselesaikan," ucap Brima.


"Terima kasih," ucap istri polisi itu dan mereka pun keluar dari rumah istri polisi tersebut.


Brim masuk ke dalam mobil Syafiq.


"Dia tidak ada di rumah, di mana kita mencarinya?" tanya Brima.


"Telpon di bagian pemantauan kamera CCTV, di mana ia pergi," ucap Syafiq.


"Baiklah, tapi lebih baik kita menjauh dari sini agar istrinya tidak curiga," ucap Brima.


Syafiq menginjak pedal gas mobilnya pelan-pelan meninggalkan rumah polisi tersebut.


Brima pun menelpon bagian pemantauan.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo pak Brima," jawab petugas pemantauan.


"Tolong lihat ke mana arah Brigpol Yuda pergi," ucap Brima.


"Baik Buser Brima," ucap petugas pemantauan segera mengecek komputer.


"Brigpol Yuda mengarah ke arah barat," ucap petugas pemantauan.


"Baiklah jika begitu, terima kasih," ucap Brima.


"Dia pergi ke arah barat, itu bukan jalan ke arah rumahnya," ucap Brima. Ia menongolkan kepalanya dari jendela mobil Syafiq.


"Kalian ikut saja mobil ini!" teriak Brima.


Mereka mengacungkan jempol keluar dari jendela mobil.


Mobil pun melaju kencang di jalanan dan terus melaju.


"Ia pergi arah barat, lalu pergi kemana lagi?" tanya Syafiq.


"Astaga, ini merepotkan sekali, mari kita ke pos untuk melihat rekaman selanjutnya," ucap Brima.

__ADS_1


Syafiq memberhentikan mobilnya setelah bertemu pos penjaga.


"Selamat sore," ucap Brima.


"Selamat sore pak polisi, ada yang bisa kami bantu?" tanyanya satpam tersebut.


"Kami ingin melihat rekaman CCTV saat salah satu mobil lewat di sini," ucap Brima.


"Oh Silakan pak," ucap satpam itu.


Mereka melihat rekaman tersebut dan mobil itu lurus ke depan.


"Baiklah terima kasih sudah memperlihatkan, jika begitu kami permisi dulu," ucap Brima.


"Sama-sama pak," ucap satpam itu.


Mobil Syafiq kembali melaju. "Bang Brima, seperti kita harus melihat kamera CCTV-nya pas persimpangan saja untuk memperpendek waktu, jika kita melihat seluruh rekaman CCTV itu sangat memperpanjang waktu," saran Syafiq.


"Kamu benar, mari kita cari di persimpangan saja," angguk Brima setuju.


Mereka terus melajukan mobilnya melewati beberapa kamera CCTV.


Sampainya di persimpangan mereka kembali berhenti dan melihat rekaman CCTV.


"Dia belok kiri," ucap Brima.


"Sampai di sini di mana lagi kita pergi.


Brima turun dan melihat apa ada kamera pengintai yang terpasang karena ini sudah masuk di perumahan warga.


"Oh itu ada kameranya," ucap teman Brima menunjuk jika kameran itu terpasang di salah sati rumah warga.


"Ayo kita ke rumah itu untuk melihat arah mobil Brigpol Yuda," ajak Brima.


Mereka pun mengetuk salah satu rumah warga yang terpasang kamera pengawas.


Ding dong!


Ding Dong!


Pemilik rumah pun membuka pintu rumahnya.


"Eh pak polisi, ada apa ya?" tanya kaget.


"Maaf buk jika kedatangan kami tiba-tiba, tali bolehkah kami melihat rekaman CCTV, kami ingin melihat salah satu mobil yang lewat di sini," ucap Brima.


"Oh mari pak," ajak pemilik rumah tersebut. Ia membawa laptop keluar dan memperlihatkan rekamannya.


Mereka mempercepat rekaman dan terlihatlah mobil Brigpol Yuda masuk di gang samping rumah warga pemilik rekaman itu.

__ADS_1


"Oh di sini dia pergi ya, ya udah mari kita telusuri," ucap Brima.


"Iya, mobil mobil ini sering masuk ke samping gang ini," ucap pemilik rumah.


"Oh begitu ya, apa ibu tau siapa di dalamnya?" tanya Syafiq.


"Dia seorang polisi, dia cukup ramah," ucap ibu itu.


"Kemana dia pergi?" tanya Brima.


"Dia sering ke rumah besar berwarna putih itu, dia bilang itu rumah saudaranya, dan dia juga sering tidur di sana," jawab ibu itu menjelaskan.


"Dia sering ke sini? Apa istrinya tidak tahu?" tanya Syafiq menanyakan kepada Brima.


"Istri? Dia bilang dia masih bujangan dan belum menikah, bahkan dia punya pacar di sini," jelas ibu itu.


"Oh ya? Apa benar dia mengatakan itu?" tanya mereka bersamaan dengan membelalakkan matanya.


"I-iya," angguk ibu itu ketakutan.


"Siapa pacarnya?" tanya Syafiq.


"Dia anak tetangga saya di sini, rumahnya ada 2 rumah di sebelah saya," ucap ibu itu lagi.


"Apa ibuk yakin jika yang tinggal di rumah itu saudaranya?" tanya Syafiq memastikan.


"Tidak tahu juga, soalnya yang tinggal di sana 2 orang pria yang tanpa istri, karena ada polisi yang sering yang menginap di sana, jadi kami tidak mencurigainya," ucap Ibu itu.


"Begitu ya, baiklah terima kasih buk sudah memberi informasinya," ucap Brima.


"Sama-sama pak polisi," angguk ibu itu.


"Baiklah jika begitu kami permisi dulu ya buk," ucap Brima.


"Iya," angguk ibu itu.


Mereka pun keluar dari rumah tersebut dan kambali ke mobilnya.


"Tapi tunggu, biar aku sendiri yang datang kerumah itu, kalian tunggu kode dariku," ucap Syafiq.


"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati," pesan Brima.


Syafiq mengangguk, ia berjalan menuju rumah tersebut, ada rumah besar berwarna putih dan pintunya tertutup rapat dan di sana ada mobil milik Brigpol Yuda yang terparkir.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2