SYSTEM MILIYADER

SYSTEM MILIYADER
BAB 249


__ADS_3

"Tapi bukannya waktu itu kalian ingin bertemu," ucap Syafiq.


"Iya, aku memancingnya agar dia lewat persimpangan sehingga 3 orang itu bisa menculiknya," ucap Al.


"Jika kau tidak menerimanya kenapa kau tidak melepaskannya saja, setiap orang itu pantas bahagia dengan pilihannya masing-masing," ucap Syafiq.


"Tapi aku sangat mencintainya, jika aku tidak bisa mendapatkannya orang lain juga tidak boleh mendapatkannya," ucap Al.


"Astaga! Begitu terobsesinya kau dengannya," ucap Syafiq.


"Tentu saja aku tidak terima itu, aku sudah banyak menghabiskan uangku untuknya, uang untuk pernikahan ku dan dia, tapi seenaknya dia lebih memilih pria itu di bandingkan aku, padahal aku sudah berjuang meminta restu dari orang tuaku bahkan sampai aku harus terpisah dengan orang tuaku demi dia, kurang apa aku untuknya, aku tak terima ini semua," ucap Al.


"Sejak kau mencintai dia, seharusnya kau sudah harus mempersiapkan diri jika kau bakalan patah hati," ucap Syafiq.


"Aku tidak pernah terpikirkan jika bakalan terjadi seperti, karena kami sudah sepakat untuk hidup bersama, dia juga banyak menghabiskan uangku dan tidak hitung-hitungan lagi, jadi aku pikir aku seperti seorang suami pada istrinya, jadi seperti aku memang dari sekarang sudah nggak kaget lagi jika uangku untuknya, dia juga sudah berjanji padaku tidak akan berpaling dariku, tapi aku sungguh tidak mempersiapkan hati ini untuk patah hati," ucap Al menyesalinnya.


"Meskipun begitu, dia sangat mencintai kamu, sebenarnya ada pesan terakhir untukmu tapi aku tidak tahu apa pesannya? Aku hanya di suruh untuk memberimu sebuah kalung, tapi pesan yang lain aku tidak tahu," ucap Syafiq.


"Kalung itu adalah pemberianku untuknya, bisa jadi dia ingin mengembalikan kalung itu karena dia sudah memutuskan hubungan denganku," ucap Al.


Tiba-tiba saja Sahara jatuh pingsan.


"Hey! Hey! Apa yang terjadi padamu?" tanya Ailes mengoyang-goyangkan tubuh Sahara.


Tiba-tiba saja Sahara bangun dan menuju pintu tempat investigasinya.


"Jangan masuk, di sana hanya orang yang berkepentingan yang bisa masuk," ucap salah satu polisi di sana.


"Biarkan aku masuk, aku ingin berbicara langsung dengan Al, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintainya," ucap Sahara.

__ADS_1


Mereka jadi bingung, bukannya Sahara pacarnya Syafiq? Sejakan kapan Sahara kenal dengan Al.


"Apa maksudmu mencintai Al? Kamu sejak kapan mengenalinya?" tanya Ailes.


"Cepatlah, biarkan aku masuk sebelum aku benar-benar pergi, waktuku sangat terbatas, aku tak punya waktu lagi untuk berbicara dengannya," pintta Sahara sambil menangis.


"Tunggu sebentar, aku akan meminta izin dulu," ucap polisi itu membuka pintu.


"Permisi, teman perempuan Anda ingin berbicara dengan tersangka," ucap polisi itu.


"Teman perempuanku? Jika begitu bairkan dia masuk, mungkin ada yang ingin dia katakan," ucap Syafiq.


Polisi itu membukakan pintu dan membiarkan Sahara masuk.


"Silakan Nona," ucap polisi itu.


Sahara langsung berlari dan ingin memeluk Al, Syafiq langsung menarik tangan Sahara.


"Apa kau sadar kau mengunakan tubuh siapa? Aku tidak akan membiarkan tubuh pacarku memeluk laki-laki lain," ucap Syafiq menatap tajam Sahara.


"Biarkan aku memeluknya untuk terakhir kalinya," ucap Sahara berharap dengan mata berkaca-kaca.


"Heh! Kau sudah mengunakan tubuh pacarku tanpa meminta izin dan sekarang kau ingin memeluk orang asing dengan tubuh pacarku, aku tidak akan membiarkan itu, jika kau ingin berbicara, bicara langsung dengannya, tapi jika kau ingin memeluknya aku tidak akan membiarkan itu," ucap Syafiq.


"Baiklah, tapi apa boleh aku memegang tangannya?" tanya Sahara.


"Boleh," ucap Syafiq mengangguk.


"Terima kasih," ucap Sahara senang.

__ADS_1


"Tapi kau harus mengunakan sarung tangan," jawab Syafiq.


"Dasar pecemburu," celoteh Sahara.


"Lebih baik dari orang yang tidak setia," ucap Syafiq.


"Berikan dia sarung tangan," ucap Syafiq.


"Sebentar Tuan," ucap polisi itu ke tempat penyimpanan sarung tangan, mengambilnya lalu kembali lagi ke ruang investigasi.


"Ini sarung tangannya Tuan," ucap polisi itu menyerahkan kepada Syafiq.


Syafiq mengambilnya dan memakaikan ke tangan Sahara.


"Pergunakan waktumu baik-baik sebelum kau benar-benar pergi," ucap Syafiq.


Sahara pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Al.


"Al, ini aku Hera, aku mengunakan tubuh ini sebenarnya menyalahi aturan alam, tapi aku terpaksa melakukannya karena aku ingin menyampaikan sesuatu padamu secara langsung. Aku mencintaimu Al, aku ingin bertemu denganmu sebenarnya adalah untuk membawamu ke hadapan pria itu untuk memutuskan hubungan dengannya, tapi sayangnya aku malah meninggal sebelum aku ingin membawamu," ucap Sahara tertawa getir.


"Kenapa kau tidak mengatakan itu sejak awal," ucap Al menyesalinya.


"Itu karena aku ingin memberi kejutan kepadamu dan membuatmu agar kau bersemangat," ucap Sahara.


Al langsung menundukka kepalanya di atas meja.


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku sejak awal, jika tidak, aku tidak akan melakukan ini padamu," ucap Al menyesali peebuatannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.


__ADS_2